Senin, 02 Feb 2026 14:44 WIB

Tak Buka Pendaftaran, Golkar Surabaya Hanya Usulkan Dua Nama di Pilwali

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Mei 2024 19:51 WIB
Foto: Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar
Foto: Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar

selalu.id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Surabaya, hanya mengusulkan dua nama untuk bakal calon kepala daerah (bacakada) dalam kontestasi Pilkada Surabaya 2024 mendatang.

Dua nama yang diusulkan ke DPP melalui DPD Golkar Provinsi Jawa Timur (Jatim) tersebut yakni nama Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar dan nama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

"DPD Golkar Surabaya sudah mengusulkan dua nama ke DPP melalui DPD partai Golkar Provinsi Jawa Timur yakni Eri Cahyadi dan Arif Fathoni," kata Toni, Selasa (07/05/2024).

Arif juga mengatakan bahwa dalam usulan nama tersebut tidak dalam konteks sebuah pasangan.
" Jadi yang diminta hanya dua nama kepala daerah," ucapnya.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya itu juga menyebut nama lain yang telah diusul oleh Golkar Jatim yakni menantu mantan Gubernur Jawa Timur periode 2009-2019 Soekarwo atau Pakde Karwo adalah Bayu Airlangga. Meski begitu, pihaknya masih meminta petunjuk lebih lanjut dari DPP.

"Jadi, jika hari ini muncul nama lain diluar mas Eri dan saya, dalam hal ini mas Bayu tentu kami akan meminta petunjuk lebih lanjut dari DPP partai Golkar melalui DPD partai Golkar Provinsi Jatim langkah-langkah apa yang harus kami lakukan mengingat kursi kami di DPRD kota Surabaya hanya lima," katanya

Lebih lanjut Toni menerangkan bahwa, berdasarkan usulan dua nama tersebut saat ini telah terbit surat penugasan dari DPP melalui DPD Golkar Provinsi Jatim.

"Inilah juga kenapa kami tidak membuka penjaringan. DPP berkirim surat kepada kami melalui DPD Provinsi Jatim tentang larangan membuka penjaringan. Dan sampai hari ini kita berkomitmen pada surat itu," sambungnya.

Toni juga mengatakan bahwa terkait surat tugas yang sudah diberikan kepada dirinya dan Eri Cahyadi akan dievaluasi oleh DPP.

"DPP Akan mengevaluasi surat tugas yang diberikan kepada Mas Eri dan kepada saya sebagai bakal calon kepala daerah di kota Surabaya sudah dilaksanakan dengan sungguh-sungguh atau tidak, melalui kerja kerja kerakyatan" katanya.

Pihaknya saat ini tengah menunggu arahan lebih lanjut dari dpd partai golkar provinsi. Sehingga pihaknya saat ini lebih memilih melakukan konsolidasi dan memanaskan kembali mesin politik partai golkar.

"Agar ketika rekomendasi itu turun maka kami bisa langsung gas pol memenangkan hati masyarakat kota Surabaya untuk calon yang direkom partai Golkar," pungkasnya.

Baca Juga: Anak Pejabat Dapat UKT Rp15 Juta, Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya Disorot

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Rakyat Butuh Pemimpin yang Jujur!

Prabowo mengatakan, harapan rakyat yang menginginkan pemimpin baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan rakyat bukan harapan segelintir orang.

PDBI Jember Mulai Seleksi Atlet Drumband Jelang Porprov Jatim 2027

Seleksi atlet drum band tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, namun juga pada aspek kedisiplinan, mental bertanding, serta daya juang para atlet.

Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026: Terjunkan 5.020 Personel, Ini yang Disasar

Iwan menegaskan, upaya-upaya pada operasi keselamatan memfokuskan kepada penyiapan masyarakat lebih memahami aturan-aturan berlalu lintas, menjaga keselamatan.

Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pengusaha tidak perlu menghadapi persoalan itu sendiri dan diminta segera melapor jika menemukan kasus serupa.