Minggu, 06 Sep 2026 06:50 WIB

Harga Cabai Anjlok, Perkilo Hanya Rp8.000

Foto: Cabai
Foto: Cabai

selalu.id - Memasuki musim panas di akhir bulan Syawal 1445 Hijriah, harga cabai di sejumlah daerah di Jawa Timur khususnya Surabaya mengalami penurunan yang drastis, jika dibandingkan dengan periode sebelum puasa yang sempat menyentuh angka Rp 95.000 per kg.

Berdasarkan Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) menunjukan harga komoditas pangan di sektor cabai rawit dan cabai merah kembali anjlok.

Sementara itu, rata-rata harga cabai rawit merah pada Januari 2024 mencapai Rp 65.000 per kg, dan pada Februari 2024 mencapai Rp 96.000 per kg. Dan Maret 2024 di angka Rp 70.000 per kg, serta April 2024 yang mencapai Rp 64.000. Saat ini harga cabai rawit anjlok di harga Rp 7.500 per kg atau alami penurunan cukup drastis dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Berdasarkan pantauan selalu.id, harga cabai rawit dan cabai merah disalah satu pasar tradisional terbesar di Surabaya yakni pasar Keputran, harga cabai alami penurunan yang sangat signifikan. Berbeda halnya dengan sayuran lainnya seperti sawi putih dan hijau yang masih yang masih melandai di harga Rp 15.000 - 25.000 per kg.

Nur Rochman (45) salah seorang pedagang cabai mengatakan, kalau minggu kemarin harga cabai rawit dan cabai merah ini tembus di angka Rp 40.000 - 46.000 per kg nya. "Kalau sekarang turun mas, jadi Rp 8.000 perkilogramnya," ungkapnya kepada selalu.id, Selasa (7/5/2024).

Seperti diketahui, bulan lalu, harga cabai tersebut berada di angka Rp 55.000 hingga Rp 65.000 per kg. Namun, hari ini (7/5/2024) cabai tersebut mengalami penurunan hingga mencapai Rp 8.000 per kg nya.

Rochman menyebut, jika turunnya harga cabai ini tidak lain karena faktor membludaknya pasokan di pengepul dan ditunjang dengan musim panen petani cabai di desa-desa yang berada hampir diseluruh wilayah Jawa Timur.

Meski kondisi pasar cabai di Jawa Timur alami kemerosotan harga yang sangat fantastis, namun bagi sejumlah kalangan pedagang yang notabenenya disektor kuliner dan para tengkulak ritel kecil merasa sangat diuntungkan dengan anjloknya harga cabai tersebut.

Abidin (43) salah seorang pedagang tempe penyet di Jl. Karangmenjangan daerah Surabaya Timur mengungkapkan, dirinya cukup senang dengan anjloknya harga cabai tersebut.

"Kami para pedagang (kuliner) makanan sangat merasa beruntung dengan turunnya harga cabai mas, soalnya yang tadinya kami was-was kalau ngasi sambal ke pembeli, namun sekarang kami bisa leluasa ngasih sambal dengan porsi yang banyak kepada pembeli," ungkapnya.

Baca Juga: Pasar Keputran Selatan Surabaya Tambah 60 Stan Baru, Pedagang Bakal Dipisah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.