Senin, 02 Feb 2026 11:09 WIB

Harga Cabai Anjlok, Perkilo Hanya Rp8.000

Foto: Cabai
Foto: Cabai

selalu.id - Memasuki musim panas di akhir bulan Syawal 1445 Hijriah, harga cabai di sejumlah daerah di Jawa Timur khususnya Surabaya mengalami penurunan yang drastis, jika dibandingkan dengan periode sebelum puasa yang sempat menyentuh angka Rp 95.000 per kg.

Berdasarkan Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) menunjukan harga komoditas pangan di sektor cabai rawit dan cabai merah kembali anjlok.

Sementara itu, rata-rata harga cabai rawit merah pada Januari 2024 mencapai Rp 65.000 per kg, dan pada Februari 2024 mencapai Rp 96.000 per kg. Dan Maret 2024 di angka Rp 70.000 per kg, serta April 2024 yang mencapai Rp 64.000. Saat ini harga cabai rawit anjlok di harga Rp 7.500 per kg atau alami penurunan cukup drastis dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Berdasarkan pantauan selalu.id, harga cabai rawit dan cabai merah disalah satu pasar tradisional terbesar di Surabaya yakni pasar Keputran, harga cabai alami penurunan yang sangat signifikan. Berbeda halnya dengan sayuran lainnya seperti sawi putih dan hijau yang masih yang masih melandai di harga Rp 15.000 - 25.000 per kg.

Nur Rochman (45) salah seorang pedagang cabai mengatakan, kalau minggu kemarin harga cabai rawit dan cabai merah ini tembus di angka Rp 40.000 - 46.000 per kg nya. "Kalau sekarang turun mas, jadi Rp 8.000 perkilogramnya," ungkapnya kepada selalu.id, Selasa (7/5/2024).

Seperti diketahui, bulan lalu, harga cabai tersebut berada di angka Rp 55.000 hingga Rp 65.000 per kg. Namun, hari ini (7/5/2024) cabai tersebut mengalami penurunan hingga mencapai Rp 8.000 per kg nya.

Rochman menyebut, jika turunnya harga cabai ini tidak lain karena faktor membludaknya pasokan di pengepul dan ditunjang dengan musim panen petani cabai di desa-desa yang berada hampir diseluruh wilayah Jawa Timur.

Meski kondisi pasar cabai di Jawa Timur alami kemerosotan harga yang sangat fantastis, namun bagi sejumlah kalangan pedagang yang notabenenya disektor kuliner dan para tengkulak ritel kecil merasa sangat diuntungkan dengan anjloknya harga cabai tersebut.

Abidin (43) salah seorang pedagang tempe penyet di Jl. Karangmenjangan daerah Surabaya Timur mengungkapkan, dirinya cukup senang dengan anjloknya harga cabai tersebut.

"Kami para pedagang (kuliner) makanan sangat merasa beruntung dengan turunnya harga cabai mas, soalnya yang tadinya kami was-was kalau ngasi sambal ke pembeli, namun sekarang kami bisa leluasa ngasih sambal dengan porsi yang banyak kepada pembeli," ungkapnya.

Baca Juga: Minim Pasokan, Harga Cabai dan Bawang Melambung Jelang Ramadan 2025

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.