Tertempel Stiker, Ini Ciri Bus yang Laik Jalan Selama Libur Natal dan Tahun Baru
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 20 Des 2021 15:17 WIB
Surabaya (selalu.id) - Menjelang libur panjang Natal dan tahun baru, Dinas Perhubungan Surabaya melakukan pengecekan armada angkutan umum yang akan beroperasi. Penegcekan dilakukan di dua terminal yakni Purabaya dan Tambak Osowilangun.
"Tentu akan kita cek. Kita pastikan setelah bus keluar dari terminal kita tidak ada kendala dan safe bagi penggunanya," kata Irvan, Minggu (19/12/2021).
Baca Juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia
Irvan menjelaskan, pengecekan tersebut nantinya akan dilihat dari segi administratif smart card dan kartu pengawasan trayek.
"Agar lebih safety, bus juga harus memenuhi syarat teknis seperti fungsi lampu kendaraan, wiper, kaca, rem, kondisi ban dan masih banyak lainnya. Bahkan, perlengkapan darurat, seperti kotak P3K, apar, dan lain sebagainya juga tak luput dari pengawasan," tambahnya.
Namun, jika armada bus tidak memenuhi persyaratan, ia menegaskan, tidak boleh keluar dari terminal serta tidak boleh mengangkut penunpang dari terminal
"Karena bus akan kami tempeli stiker khusus laik jalan," ujar Irvan.
Irvan menambahkan, dari operasi ini, menjaring sekitar delapan armada bus setiap harinya yang dinyatakan tidak layak jalan.
"Untuk masyarakat agar lebih teliti sebelum naik bus dan melihat stiker kelaikan jalan bus pada kaca sisi depannya," terangnya.
Baca Juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak
Irvan menambahkan, Hingga saat ini tidak ada rencana penambahan armada baru karena dirasa masih cukup untuk melayani penumpang, baik dalam kota maupun keluar kota.
"Sekarang, ada sekitar 1.000 lebih armada yang beroperasi," ujar Irvan.
Meski masih dirasa belum diperlukan penambahan, namun Dishub Surabaya menyiagakan bus pariwisata jika sewaktu-waktu ada lonjakan penumpang pada libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, Kepala Terminal Purabaya Imam Hidayat mengatakan, ramp check adalah kegiatan yang rutin dilakukan. Mengingat, situasi masih pandemi Covid 19.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
"Kondisi terminal jelang nataru sepi belum ada peningkatan. Situasi aman terkendali belum ada lonjakan penumpang," jelasnya,
Jika terjadi pelanggaran saat dilakukan pengecekan, Imam menegaskan, pihaknya akan memberikan tindakan tegas.
"Apabila memakai ban tipis dan ban vulkanisir, kami ambil tindakan berupa pengosongan bus dari penumpang atau surat tilang," tegasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi