Rabu, 04 Feb 2026 04:24 WIB

Kisah Alip, Difabel yang Selalu Hadir saat Bencana

Alip Budiarto saat berada di daerah bencana
Alip Budiarto saat berada di daerah bencana

selalu.id - "Dimana ada bencana, di situ ada Mas Alip", sebuah ungkapan yang pas untuk menggambarkan dedikasi dan pengabdian dari seorang Tagana bernama Alip Budiarto asal Kota Semarang. Alip Budiarto merupakan difabel tuna daksa yang bergabung menjadi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Semarang sejak 2017.

"Awalnya saya itu nggak tau apa itu Tagana, terus Tagana itu ngapain aja. Bahkan saya takut juga awalnya. Tapi setelah diajak teman untuk ikut Tagana kemudian saya coba untuk ikut. Setelah itu saya dilatih materi manajemen posko, manajemen dapur umum, dan sebagainya. Dari situ saya baru tahu Tagana", Kata Alip.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Meskipun kondisi fisiknya penuh keterbatasan, namun ia selalu terjun ke lapangan saat terjadi bencana di daerahnya. Baginya, bisa membantu orang lain yang sedang kesusahan adalah sebuah kebanggaan tersendiri.

"Selama jadi anggota Tagana, saya sudah menangani beberapa bencana di Kota Semarang, terutama banjir dan tanah longsor. Dengan kondisi fisik saya yang terbatas yang bisa saya lakukan adalah membantu di dapur umum seperti mengiris cabai, bawang putih, bawang merah, dan sebagainya", kata Alip.

Baca Juga: Polri Percepat Pemulihan Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar Pascabencana  

Erwinda, rekan Alip sekaligus Ketua Tagana Kota Semarang mengaku bangga dengan kegesitan Alip saat menangani bencana. Menurutnya Alip sosok yang selalu hadir dan perperan nyata di setiap penanganan bencana, meskipun dengan kondisi fisiknya yang terbatas.

"Tekad, semangat dan pengabdiannya pantas menjadi contoh bagi siapapun. Sebagai Ketua Tagana Kota Semarang saya hormat dan bangga kepada Mas Alip," ujarnya berterus terang.

Baca Juga: Malam Natal di Surabaya, Warga dan Gereja Himpun Bantuan Rp11 Miliar

Atas dedikasinya yang luar biasa dalam penanganan bencana, pada tahun 2022 Alip mendapatkan apresiasi berupa penghargaan dari Menteri Sosial, Tri Rismaharini.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.