• Loadingselalu.id
  • Loading

Sabtu, 18 Mei 2024 10:53 WIB

May Day! Ribuan Massa Gelar Aksi di Depan Grahadi, Ini Tuntutannya

Aksi massa di hari buruh

Aksi massa di hari buruh

selalu.id - Ribuan massa yang tergabung
dalam Aliansi BARA API (Barisan Rakyat Anti Penindasan) menggelar aksi damai memperingati hari buruh nasional atau May Day, di depan gedung Grahadi, Rabu (1/4/2024).

Pantauan selalu.id, sekitar pukul 13.00 WIB, ribuan massa menggeruduk Jalan Gubernur Suryo. Tampak ribuan massa itu membawa berbagai poster yang menyampaikan aksinya seperti ‘Lawan Penindasan Wujudkan Kesejahteraan dan Kedaulatan Rakyat’

Baca Juga: Gerindra Ancang-ancang Usung Kader Sendiri di Pilwali Surabaya

Salah satu koordinator Aliansi Bara Api, Endang
mengatakan bahwa terbentuknya Aliansi ini karena melihat kondisi hak buruh yang banyak direbut, terlebih karena disahkannya UU Omnibus Law.

"Teman-teman saling memberikan informasi
yang kemudian membentuk aliansi yang tidak mengandung unsur praktik politik dan
tidak ada salah satu partai yang ikut. Hanya terdapat masyarakat rakyat, mahasiswa, dan
buruh. Baik buruh formal maupun informal. Akhirnya seluruh elemen bergabung dan
membentuk aliansi ini," ujar Endang.

Endang menegaskan bahwa BARA API diinisiasi tanpa melibatkan diri dalam praktik politik praktis apapun. Ia menyebut aliansi ini ditujukan untuk seluruh rakyat sebagai sarana perlawan atas
segala bentuk penindasan, pembentukan aliansi ini juga diharapkan tidak hanya digunakan untuk momentum May Day saja, melainkan untuk isu-isu lainnya.

Baca Juga: Empat Anak Dijadikan PSK dan Layani Puluhan Tamu Tiap Hari Tanpa Dibayar di Surabaya

"Itulah kenapa aliansi ini berupaya menghimpun segala elemen sipil yang ada dengan segala
fokus perjuangannya masing-masing. Dengan begitu bisa terbentuk jaringan solidaritas
yang kuat untuk saling mendukung perjuangan-perjuangan yang ada," jelasnya.

Untuk aksi May Day ini, kata dia, pihaknya menggelar panggung rakyat yang berisi penampilan seni yakni membawa kerangka mayat dan membawa spanduk bergambar wajah legenda pahlawan buruh yakni Marsinah

"Aksi May Day bisa lebih menarik. Dipilihnya pagelaran seni agar aksi tak monoton hanya berisi longmarch dan orasi saja," jelasnya.

Baca Juga: Pria di Surabaya Curi Motor dari 20 TKP, Ini Alasannya

Lebih lanjut Endang menambahkan, Aliansi Bara Api juga membawa 27 tuntutan di aksi damai peringati May Day yakni:

1. Cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja dan PP turunanya;
2. Stop PHK dan Pemberangusan Serikat
3. Berlakukan Upah Layak Nasional, secara Adil dan bermartabat, serta Cabut PP 51 2023;
4. Tolak Sistem kerja kontrak, outsourcing, system kerja magang, dan system Mitra Palsu
bagi driver online dan ojol;
5. Lindungi buruh perempuan, Stop Pelecehan dan kekerasan ditempat kerja;
6. Berlakukan day care dan ruang laktasi bagi buruh perempuan;
7. Berlakukan Cuti Ayah bagi buruh laki-laki saat istri melahirkan;
8. Jamin dan lindungi hak-hak buruh perkebunan sawit, perkebunan karet, perkebunan
tebu, dll
9. Jamin dan lindungi hak-hak buruh Migran, pekerja perikanan, kelautan, dll
10. Berlakukan pengangkatan seluruh Pegawai Honorer/pegawai PHL di pemerintahan
menjadi pegawai tetap Negara dengan gaji yang layak;
11. Stabilkan harga beras dan harga-harga sembako lainya;
12. Tolak kenaikan harga BBM, TDL, dan tarif Tol;
13. Stop represifitas dan kriminalisasi terhadap aktivis, tenaga kesehatan, dan jurnalis;
14. Wujudkan Pendidikan gratis dan ilmiah bagi seluruh rakyat dan tolak industrialisasi
pendidikan
15. Wujudkan reforma agraria sejati, tolak system bank tanah, usir setan-setan tanah;
16. Jaga kelestarian lingkungan hidup; tolak perampasan dan penggusuran tanah-tanah
rakyat;
17. Bangun industri nasional yang kuat dibawah control rakyat;
18. Tegakkan Demokrasi Sejati, Tolak Politik Dinasti;
19. Berikan jaminan sosial bagi seluruh pekerja;
20. Sahkan RUU PPRT;
21. Wujudkan keadilan dan kesetaraan kerja bagi disabilitas sesuai UU no 8 tahun 2016;
22. Tolak diskriminasi SARA di lingkungan kerja;
23. Wujudkan program rumah murah bagi kelas pekerja
24. Jamin dan lindungi; keselamatan kerja bagi kelas pekerja di sektor kognitif, kreatif,
dan budaya;
25. Berikan hak untuk menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi bangsa
Papua;
26. Revisi UU UMKM secara adil dan bermartabat bagi pekerja UMKM.
27. Lindungi dan Akui secara Hukum Pekerja Lepas

Editor : Arif Ardianto