• Loadingselalu.id
  • Loading

Sabtu, 18 Mei 2024 11:04 WIB

Kemensos Biayai Perawatan Dua Anak Disabilitas di Bali

  • Reporter : Redaksi,
  • Sabtu, 06 Apr 2024 14:02 WIB
Foto: 2 disabilitas di Bali

Foto: 2 disabilitas di Bali

selalu.id – Memiliki dua anak disabilitas serta hidup dalam keterbatasan tidak membuat Ni Negah Tini (45) dan suaminya I Ketut Suiti (46) pantang menyerah. Ia dengan tulus mer merawat kedua anaknya dengan penuh kasih sayang. Beralamat di Banjar Dinas Kebung Kauh Dusun, Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sideman Kabupaten Karangasem, Bali, keluarga ini tinggal di rumah sangat sederhana yang berada di perbukitan. Tanahnya milik orang lain.

Ni Negah Tini memiliki dua anak penyandang disabilitas yang bernama Ni Luh Sukawati (21) anak pertama yang menderita lumpuh folia dan epilepsy dari sejak lahir dan I Komang Wisnu Angga Wiguna (5) anak ketiga yang menderita lumpuh layu sejak usia dua tahun. Sehingga keduanya tidak dapat beraktivitas sehari-hari tanpa bantuan orang lain. Sedangkan anak keduanya, Ni Kadek Mei Antari (12)  hidup dengan kondisi normal dan sekarang duduk dikelas 4 sekolah dasar.

Anak bungsu, I Komang Wisnu Angga sudah mengikuti terapi mulai usia dua tahun. Namun karena jarak dari rumah ke Rumah Sakit Karangasem terlalu jauh dan terkendala transportasi, sudah satu tahun terakhir I Komang Wisnu Angga tidak menjalani fisioterapi.

“Padahal, fisioterapi penting bagi I Komang Wisnu,” jelas Ni Putu Esti, Pekerja Sosial Ahli Madya saat dihubungi Selasa (2/4).

Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, I Ketut Suiti bekerja sebagai buruh harian lepas. Kesehariannya memanjat pohon kelapa untuk mencari nira dan hanya mendapatkan upah Rp 25.000 per hari. Namun ia juga tergolong pekerja keras dan ulet. Selain mencari nira, ia juga bekerja sebagai buruh proyek bangunan ketika ada proyek dan mendapatkan upah Rp 100.000  per hari. Namun tidak setiap hari ada proyek untuk mengerjakan bangunan.   Sedangkan istrinya, Ni Nengah Tini kesehariannya merawat dan mendampingi kedua anaknya yang mengidap disabilitas.

Kasus ini mendapat perhatian dari Kementerian Sosial. Melalui Sentra Mahatmiya Bali, tim terjun langsung untuk melakukan asesmen kebutuhan serta memberikan bantuan. Sentra Mahatmiya Bali telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Karangasem  untuk mengantar terlebih dahulu Ni Luh Sukawati  menjalani  fisioterpi.

“Ni Luh Sukawati sudah kami antar untuk melakukan fisioterapi. Karena menggunakan BPJS, maka pelayanan harus berjenjang dari fasilitas kesehatan  pertama ,” jelas Esti

Selain memfasilitasi untuk berobat, Kemensos juga memberikan bantuan atensi kewirausahaan berupa ternak bebek 1 kandang berukuran 4 m x 5 m beserta perlengkapannya. Kandang tersebut berisi  40 ekor bebek betina, dan 4 ekor bebek jantan  serta satu  sak pakan ternak sebagai modal usaha. Bantuan ternak bebek ini dengan harapan keluarga Ni Nengah Tini bisa lebih baik ekonomi keluarganya serta lebih bersemangat dalam merawat anak-anaknya.

Bantuan ini diberikan karena latar belakang Ni Nengah Tini dan I Ketut Suiti pernah bekerja di peternakan bebek sehingga memiliki pengetahuan dasar tentang cara memelihara bebek. Selain itu  lingkungan tempat tinggal mereka  dekat dengan sumber air sehingga memungkingan untuk memulai usaha ternak bebek. Bantuan pemenuhan hidup layak berupa sembako, tambahan nutrisi dan alat kebersihan diri juga tak lupa diberikan.

Kemensos bersama Dinas Sosial Kabupaten Karangasem terus melakukan pendampingan selama proses terapi dan akan melakukan memonitoring keberlangsungan perkembangan usaha yang mereka jalani.

Baca Juga: Kisah Sukses Made Suliati, Penerima PKH di Bali dengan Berdagang Canang

Editor : Ading