Rabu, 23 Sep 2026 14:55 WIB

Kemensos Ciptakan Gelang Disabilitas dan Terus Salurkan ANTENSI

  • Penulis : Redaksi
  • | Kamis, 04 Apr 2024 12:28 WIB
Foto: Gelang disabilitas
Foto: Gelang disabilitas

selalu.id - Kementerian Sosial menciptakan gelang disabilitas rungu dan wicara (Gruwi) serta gelang disabilitas grahita (Grita) yang bisa membantu penyandang disabilitas untuk mengantisipasi bahaya yang menghadang.

Gelang-gelang tersebut didistribusikan oleh Kemensos secara cuma-cuma kepada para penyandang disabilitas yang memerlukan. Sasta (17), warga Desa Sungai Ruan Ilir, Kecamatan Maro Sebo Ulu Kabupaten  Batanghari, Provinsi Jambi, adalah salah satu di antaranya.



Sasta menderita down syndrome sejak lahir. Saat kecil, Sasta sering sakit-sakitan. Akan tetapi, keluarganya yang masuk dalam kategori rawan ekonomi tidak mampu membawanya ke rumah sakit sehingga hanya ditangani seadanya.  

Baca Juga: Homecare Jemput Warga Rentan, Pemkab Jember Perkuat Pelayanan hingga Pelosok



Sekitar 10 tahun lalu,  Sasta pernah mengenyam bangku sekolah. Sayangnya, Sasta hanya bisa bersekolah satu tahun saja. Bukannya merangkul Sasta, teman-temannya saat itu justru merundungnya dan membuatnya tidak mau sekolah lagi. Syukurlah, saat ini lingkungan Sasta sudah bisa memahami kondisinya dan tidak  merundungnya lagi. 

Uniknya, tak hanya berfungsi untuk mengurangi risiko dilanda bahaya, Grita juga bisa membantu pemakainya untuk mengungkapkan apa yang sedang dirasakannya.

"Saat ini Sasta tidak bisa mengungkapkan perasaannya. Tapi dengan gelang ini (Grita), orang-orang di sekitar Sasta bisa mengetahui bila Sasta sedang merasa takut, sedih atau gembira,"  ungkap Rahmat Kurniawan, pekerja sosial Sentra Budi Perkasa Palembang.

Sasta sangat dekat dengan sosok ibunya. Meninggalnya ibu Sasta pada Desember 2023 lalu membuat Sasta sering memberontak dan mencari-cari ibunya. Kadang, kakaknya membawa Sasta ke makam ibunya. Sasta yang  pandai berdzikir ini pun selalu berdzikir saat merindukan ibunya.

Kakak Sasta yang diberhentikan dari pekerjaannya membuat ekonomi keluarga makin sulit. Kini kakaknya sering berjualan di live salah satu media sosial dan membuat konten tentang Sasta. Ayah Sasta bekerja sebagai penjual mainan dan juga memulung barang bekas. Untuk membantu mereka, Kemensos turut memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial  (ATENSI) berupa warung sembako.

"Kementerian Sosial menyerahkan bantuan dalam dua tahap. Tahap pertama pada 15 Februari 2024 berupa modal usaha sembako, serta memberikan sembako dan nutrisi. Tahap kedua pada  22 Februari  2024 berupa empat  unit rak besi untuk usaha mainan ayah Sasta dan Gelang Grita," tutur Rahmat.

Tak hanya memberikan bantuan, Kemensos melalui Sentra Budi Perkasa juga akan senantiasa melaksanakan monitoring dan evaluasi. Dengan begitu, diharapkan usaha sembako bisa terus berjalan dan Sasta beserta keluarganya bisa hidup lebih baik.

Baca Juga: Kemenag Jatim Salurkan 35.835 Paket Santunan Lewat Lebaran Yatim 2026 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Mojokerto Bekali Warga Skill Terampil Demi Kemandirian Ekonomi

Bersama Balai Latihan Kerja Mojokerto, pemerintah kota kembali membuka Batch II tahun 2026.

Bikin Merinding, Begini Suara Mengerikan saat Medan Magnet Bumi Berbalik Arah

Data inti es menunjukkan kadar Berilium-10, isotop yang terbentuk dari hantaman radiasi kosmik, melonjak hingga dua kali lipat.

Aturan Baru Jalan Tol, Jangan Diabaikan Bila Tak Mau Kena Sanksi Tegas

Regulasi ini disiapkan untuk memperkuat ketentuan lama yang diatur dalam Permen PU Nomor 16 Tahun 2014.

Revitalisasi Sekolah di Jember Bawa Berkah, 5.000 Tukang dan Kuli Bangunan Ketiban Rezeki

Bagi para pekerja, kesempatan tersebut menjadi tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka pun mengaku senang atas program tersebut.

Jangan Lakukan Ini pada Kendaraanmu jika Tak Mau Dipenjara

Ancaman sanksi bagi pengendara yang membandel diatur jelas dalam Pasal 280 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Sederet Langkah Serius Pemkab Jember dalam Menata Pasar Tanjung

Pemkab Jember juga menjadwalkan sosialisasi skenario penataan kawasan dan trotoar kepada para pedagang sebelum kebijakan resmi diterapkan permanen di lapangan.