Minggu, 01 Feb 2026 18:56 WIB

Kemensos Ciptakan Gelang Disabilitas dan Terus Salurkan ANTENSI

  • Penulis : Redaksi
  • | Kamis, 04 Apr 2024 12:28 WIB
Foto: Gelang disabilitas
Foto: Gelang disabilitas

selalu.id - Kementerian Sosial menciptakan gelang disabilitas rungu dan wicara (Gruwi) serta gelang disabilitas grahita (Grita) yang bisa membantu penyandang disabilitas untuk mengantisipasi bahaya yang menghadang.

Gelang-gelang tersebut didistribusikan oleh Kemensos secara cuma-cuma kepada para penyandang disabilitas yang memerlukan. Sasta (17), warga Desa Sungai Ruan Ilir, Kecamatan Maro Sebo Ulu Kabupaten  Batanghari, Provinsi Jambi, adalah salah satu di antaranya.



Sasta menderita down syndrome sejak lahir. Saat kecil, Sasta sering sakit-sakitan. Akan tetapi, keluarganya yang masuk dalam kategori rawan ekonomi tidak mampu membawanya ke rumah sakit sehingga hanya ditangani seadanya.  

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun



Sekitar 10 tahun lalu,  Sasta pernah mengenyam bangku sekolah. Sayangnya, Sasta hanya bisa bersekolah satu tahun saja. Bukannya merangkul Sasta, teman-temannya saat itu justru merundungnya dan membuatnya tidak mau sekolah lagi. Syukurlah, saat ini lingkungan Sasta sudah bisa memahami kondisinya dan tidak  merundungnya lagi. 

Uniknya, tak hanya berfungsi untuk mengurangi risiko dilanda bahaya, Grita juga bisa membantu pemakainya untuk mengungkapkan apa yang sedang dirasakannya.

"Saat ini Sasta tidak bisa mengungkapkan perasaannya. Tapi dengan gelang ini (Grita), orang-orang di sekitar Sasta bisa mengetahui bila Sasta sedang merasa takut, sedih atau gembira,"  ungkap Rahmat Kurniawan, pekerja sosial Sentra Budi Perkasa Palembang.

Sasta sangat dekat dengan sosok ibunya. Meninggalnya ibu Sasta pada Desember 2023 lalu membuat Sasta sering memberontak dan mencari-cari ibunya. Kadang, kakaknya membawa Sasta ke makam ibunya. Sasta yang  pandai berdzikir ini pun selalu berdzikir saat merindukan ibunya.

Kakak Sasta yang diberhentikan dari pekerjaannya membuat ekonomi keluarga makin sulit. Kini kakaknya sering berjualan di live salah satu media sosial dan membuat konten tentang Sasta. Ayah Sasta bekerja sebagai penjual mainan dan juga memulung barang bekas. Untuk membantu mereka, Kemensos turut memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial  (ATENSI) berupa warung sembako.

"Kementerian Sosial menyerahkan bantuan dalam dua tahap. Tahap pertama pada 15 Februari 2024 berupa modal usaha sembako, serta memberikan sembako dan nutrisi. Tahap kedua pada  22 Februari  2024 berupa empat  unit rak besi untuk usaha mainan ayah Sasta dan Gelang Grita," tutur Rahmat.

Tak hanya memberikan bantuan, Kemensos melalui Sentra Budi Perkasa juga akan senantiasa melaksanakan monitoring dan evaluasi. Dengan begitu, diharapkan usaha sembako bisa terus berjalan dan Sasta beserta keluarganya bisa hidup lebih baik.

Baca Juga: 200 Lowongan Dibuka, Bursa Kerja Disabilitas Surabaya Ramai Peminat

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.