Selasa, 21 Jul 2026 13:24 WIB

Kemensos Ciptakan Gelang Disabilitas dan Terus Salurkan ANTENSI

  • Penulis : Redaksi
  • | Kamis, 04 Apr 2024 12:28 WIB
Foto: Gelang disabilitas
Foto: Gelang disabilitas

selalu.id - Kementerian Sosial menciptakan gelang disabilitas rungu dan wicara (Gruwi) serta gelang disabilitas grahita (Grita) yang bisa membantu penyandang disabilitas untuk mengantisipasi bahaya yang menghadang.

Gelang-gelang tersebut didistribusikan oleh Kemensos secara cuma-cuma kepada para penyandang disabilitas yang memerlukan. Sasta (17), warga Desa Sungai Ruan Ilir, Kecamatan Maro Sebo Ulu Kabupaten  Batanghari, Provinsi Jambi, adalah salah satu di antaranya.



Sasta menderita down syndrome sejak lahir. Saat kecil, Sasta sering sakit-sakitan. Akan tetapi, keluarganya yang masuk dalam kategori rawan ekonomi tidak mampu membawanya ke rumah sakit sehingga hanya ditangani seadanya.  

Baca Juga: Kemenag Jatim Salurkan 35.835 Paket Santunan Lewat Lebaran Yatim 2026 



Sekitar 10 tahun lalu,  Sasta pernah mengenyam bangku sekolah. Sayangnya, Sasta hanya bisa bersekolah satu tahun saja. Bukannya merangkul Sasta, teman-temannya saat itu justru merundungnya dan membuatnya tidak mau sekolah lagi. Syukurlah, saat ini lingkungan Sasta sudah bisa memahami kondisinya dan tidak  merundungnya lagi. 

Uniknya, tak hanya berfungsi untuk mengurangi risiko dilanda bahaya, Grita juga bisa membantu pemakainya untuk mengungkapkan apa yang sedang dirasakannya.

"Saat ini Sasta tidak bisa mengungkapkan perasaannya. Tapi dengan gelang ini (Grita), orang-orang di sekitar Sasta bisa mengetahui bila Sasta sedang merasa takut, sedih atau gembira,"  ungkap Rahmat Kurniawan, pekerja sosial Sentra Budi Perkasa Palembang.

Sasta sangat dekat dengan sosok ibunya. Meninggalnya ibu Sasta pada Desember 2023 lalu membuat Sasta sering memberontak dan mencari-cari ibunya. Kadang, kakaknya membawa Sasta ke makam ibunya. Sasta yang  pandai berdzikir ini pun selalu berdzikir saat merindukan ibunya.

Kakak Sasta yang diberhentikan dari pekerjaannya membuat ekonomi keluarga makin sulit. Kini kakaknya sering berjualan di live salah satu media sosial dan membuat konten tentang Sasta. Ayah Sasta bekerja sebagai penjual mainan dan juga memulung barang bekas. Untuk membantu mereka, Kemensos turut memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial  (ATENSI) berupa warung sembako.

"Kementerian Sosial menyerahkan bantuan dalam dua tahap. Tahap pertama pada 15 Februari 2024 berupa modal usaha sembako, serta memberikan sembako dan nutrisi. Tahap kedua pada  22 Februari  2024 berupa empat  unit rak besi untuk usaha mainan ayah Sasta dan Gelang Grita," tutur Rahmat.

Tak hanya memberikan bantuan, Kemensos melalui Sentra Budi Perkasa juga akan senantiasa melaksanakan monitoring dan evaluasi. Dengan begitu, diharapkan usaha sembako bisa terus berjalan dan Sasta beserta keluarganya bisa hidup lebih baik.

Baca Juga: Ketika Perda jadi Penghambat Penyandang Disabilitas dalam Mengakses Layanan Publik

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.