Minggu, 01 Feb 2026 18:56 WIB

Mensos Risma Ajak Penyandang Disabilitas Belajar Wirausaha

  • Penulis : Redaksi
  • | Rabu, 03 Apr 2024 12:30 WIB
Foto: Mensos Risma
Foto: Mensos Risma

selalu.id - Menteri Sosial menyerahkan berbagai macam bantuan untuk 131 penerima manfaat (PM) di Sentra Meohai Kendari pada Selasa (2/4). Selain mendapatkan bantuan, para penerima manfaat  juga mengikuti berbagai kelas pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mereka.

"Saya ingin membantu memudahkan kehidupan teman-teman untuk masa yang akan datang. Kita maksimal kemampuan kita. Kenyataannya banyak  anak-anak yang berhasil," tutur Mensos menyemangati para penerima bantuan yang hadir di Aula Sentra Meohai Kendari.

Dari 131 penerima manfaat yang mengikuti pelatihan, 19 orang merupakan disabilitas rungu wicara yang menjadi residen di Sentra, 92 orang penyandang disabilitas rungu dan wicara dari komunitas, serta 20 orang penyandang disabilitas netra. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelas pelatihan food and beverage, handicraft dan creative production atau kelas pelatihan tata boga, kerajinan tangan dan produk kreatif. Pelatihan berlangsung 1-4 April 20024.

Dalam kelas food and beverage, peserta pelatihan diajarkan cara membuat minuman dan makanan seperti bingsoo Korea, milkshake, kudapan dari cornflakes, Tokyo banana, frozen food dan sebagainya. Dalam kelas handicraft, peserta diajarkan cara menjahit pouch, tas dan berbagai kerajinan tangan lain. Cara pengambilan foto produk juga dijelaskan di kelas kreatif production.

Sebanyak 55 penerima manfaat menerima berbagai alat bantu. Adapun alat bantu yang diberikan berupa 14 alat bantu dengar (ABD) , 20 tongkat adaptif, 11 handphone disabilitas, 6 Gruwi (gelang rungu wicara) dan 4 Grita (gelang disabilitas grahita). Selain itu diserahkan juga 131 bantuan nutrisi kepada seluruh PM yang hadir mengikuti pelatihan. Total seluruh bantuan ATENSI yang diserahkan senilai Rp 166.066.000.

Saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada beberapa PM, Mensos Risma juga menyempatkan diri untuk menjelaskan satu-persatu alat-alat tersebut. Saat menyerahkan alat bantu dengar, Mensos juga memberikan dorongan bagi penyandang disabilitas rungu wicara untuk belajar bicara. Menurut Mensos, banyak disabilitas rungu wicara sebenarnya bisa berlatih bicara dengan alat bantu dengar.

"Habis ini belajar bicara ya. Sebetulnya kamu tidak bisu. Tapi karena kamu tidak bisa dengar, kamu jadi tidak bisa bicara. Dengan ABD ini harus belajar bicara ya," kata Mensos menyemangati penyandang disabilitas yang menerima ABD

Mensos pun meminta para peserta untuk mencoba mengucapkan kata bicara setelah bisa mendengar. Dan ternyata, beberapa orang memang bisa mengucapkan kata tersebut. Tekad dan upaya anak-anak penyandang disabilitas itu untuk belajar bicara disambut senyum dan tawa Mensos yang merasa bahagia dan bangga atas keberhasilan mereka.

Mensos sendiri sengaja mengadakan pelatihan ini di bulan Ramadhan dengan tujuan tertentu. Mensos berharap, di sisa bulan puasa ini, peserta bisa menjual karya-karya yang telah mereka pelajari dalam pelatihan sehingga mereka bisa mendapatkan keuntungan. Karenanya, Mensos pun mendorong para peserta untuk menjual  makanan dan minuman yang telah mereka coba buat.

"Masih ada sisa bulan puasa. Kalian mau kan jualan ini?" tanya Mensos Risma pada peserta pelatihan yang saat itu belajar membuat bingsoo (es campur Korea).

Para peserta yang hadir pun mengiyakan dan tampak antusias menyambut ajakan Mensos untuk berwirausaha.

Baca Juga: Dorong Pembaruan Perda Disabilitas, Golkar Jatim Gelar FGD

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.