Rabu, 23 Sep 2026 14:55 WIB

Kemensos Bantu Sekeluarga Penderita Lumpuh Layu di Lebak Banten

  • Penulis : Redaksi
  • | Selasa, 02 Apr 2024 11:59 WIB
Foto: Keluarga Saepul penderita Lumpuh Layu di Lebak Banten
Foto: Keluarga Saepul penderita Lumpuh Layu di Lebak Banten

selalu.id - Sebanyak enam anggota keluarga Saepul (55) di Kampung Cihuni, Desa Curugpanjang, Kabupaten Lebak Banten menderita mengalami lumpuh layu.

Mereka adalah istri Saepul, Ny. Elah (43) dan anak mereka  Edi Lukiyo (27) serta empat saudara ipar Saepul,  yakni Misto (64), Rahmat Hidayat (40), Maman Abdurohman (36), dan Sumantri (32).

Diduga lumpuh layu yang dialami keluarga Saepul akibat kelainan genetik dan saraf yang membuat mereka sulit beraktivitas sehari-hari. Selain itu mereka juga   mengalami gangguan berpikir dan  perilaku

Kementerian Sosial membawa dan mendampingi keluarga Saepul untuk dirawat intensif di RSUP Dr Cipto Mangunkusumo  Jakarta dan RSUD Ciawi Bogor. Mereka ditangani serius karena termasuk kasus langka, satu keluarga  mengalami lumpuh layu. Setelah ditangani tim medis  dan  kondisi mereka dinyatakan stabil, keluarga Saepul dibawa ke Sentra Galih Pakuan Bogor untuk menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

"Alhamdulillah setelah ditangani di Sentra, kondisi keluarga kami  membaik,  tetapi masih perlu terapi untuk menggerakkan tubuh. Kami  juga diajari cara merawat diri,  serta  bertemu teman-teman yang senasib sepenanggungan. Kami betah tinggal di Sentra,” kata Saepul.

Setelah  42 hari tinggal di Sentra Galih Pakuan Bogor, keluarga Saepul diantar pulang oleh Kemensos. Sejumlah bantuan seperti alat bantu berjalan dan kursi roda, bantuan sembako, bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial  (ATENSI)  nutrisi, peralatan rumah tangga, televisi, dispenser, lemari, dan  rice cooker,  diberikan oleh Kemensos untuk keluarga Saepul.
"Kami senang dan bersyukur sudah diurus oleh Bapak dan Ibu di Sentra. Ketika pulang, Alhamdulillah  masih mendapat bantuan segini banyaknya.  Terima kasih," kata Saepul berulang kali.

Selanjutnya, Kemensos akan terus memantau kondisi keluarga Saepul dengan melakukan home visit, yakni terapis dari Sentra Galih Pakuan Bogor akan datang untuk memberikan terapi, serta  melakukan asesmen lanjutan agar Saepul bisa mencari nafkah sembari merawat keluarganya.

Baca Juga: FMKMP Soroti Pembangunan Tanggul Raksasa Rp1.297 T dari Banten ke Jatim, Berikut Dampak Bahayanya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Mojokerto Bekali Warga Skill Terampil Demi Kemandirian Ekonomi

Bersama Balai Latihan Kerja Mojokerto, pemerintah kota kembali membuka Batch II tahun 2026.

Bikin Merinding, Begini Suara Mengerikan saat Medan Magnet Bumi Berbalik Arah

Data inti es menunjukkan kadar Berilium-10, isotop yang terbentuk dari hantaman radiasi kosmik, melonjak hingga dua kali lipat.

Aturan Baru Jalan Tol, Jangan Diabaikan Bila Tak Mau Kena Sanksi Tegas

Regulasi ini disiapkan untuk memperkuat ketentuan lama yang diatur dalam Permen PU Nomor 16 Tahun 2014.

Revitalisasi Sekolah di Jember Bawa Berkah, 5.000 Tukang dan Kuli Bangunan Ketiban Rezeki

Bagi para pekerja, kesempatan tersebut menjadi tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka pun mengaku senang atas program tersebut.

Jangan Lakukan Ini pada Kendaraanmu jika Tak Mau Dipenjara

Ancaman sanksi bagi pengendara yang membandel diatur jelas dalam Pasal 280 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Sederet Langkah Serius Pemkab Jember dalam Menata Pasar Tanjung

Pemkab Jember juga menjadwalkan sosialisasi skenario penataan kawasan dan trotoar kepada para pedagang sebelum kebijakan resmi diterapkan permanen di lapangan.