• Loadingselalu.id
  • Loading

Sabtu, 20 Apr 2024 10:27 WIB

Ekskul Pramuka Dihapus, Begini Respon Komisi D DPRD Surabaya

Foto: Ketua Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah

Foto: Ketua Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah

selalu.id -  Komisi D DPRD Surabaya menyesalkan keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, yang menghapus Pramuka sebagai ekstrakulikuler (ekskul) wajib di sekolah.

Ketua Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah mengatakan bahwa padahal ekskul Pramuka adalah paket komplit dalam membentuk karakter pelajar. Ini sudah menjadi kegiatan yang mengakar dalam sistem pendidikan Indonesia.

Menurutnya, pramuka selama ini diwajibkan di sekolah sebagai salah satu aktivitas untuk pengembangan diri siswa. Apalagi di dalamnya diajarkan beragam keterampilan yang dapat mengasah kemampuan siswa agar semakin mandiri.

"Kami sangat menyayangkan keputusan ini. Seharusnya Pramuka tetap dibiarkan menjadi ekskul wajib yang harus diikuti seluruh siswa. Selama ini tidak pernah ada masalah. Kok tiba-tiba ada keputusan Pramuka tidak lagi menjadi ekskul wajib," ujar Khusnul, kepada selalu.id, Selasa (2/4/2024).

Khusnul menyebut, Pramuka memiliki banyak manfaat untuk siswa. Selain bisa membentuk kepribadian, juga menjadikan siswa lebih santun dan berakhlak mulia.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pramuka seharusnya tidak menjadi opsi pilihan, tetapi menjadi sebuah kepatutan yang harus diterapkan.

"Pendidikan kepramukaan dalam sistem pendidikan nasional sangat positif. Sebab diperkaya dengan nilai-nilai gerakan Pramuka dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, kepemimpinan, kebersamaan, cinta alam, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup," terangnya.

Keputusan Kemendikbudristek ini, tegas Khusnul, bertolak belakang dengan visi Indonesia Emas 2045. Sebab Pramuka mempunyai dampak positif untuk generasi muda. Termasuk ikut andil dalam membentuk karakter siswa menjadi yang lebih baik.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini mengatakan, di tengah gempuran teknologi informasi dan media sosial akhir-akhir ini, telah menyebabkan generasi muda mengalami kemunduran mental. Sehingga dibutuhkan pendidikan tambahan guna membentuk karakter yang ideal. Salah satunya dengan tetap mengharuskan siswa mengikuti kegiatan Pramuka.

Lebih lanjut Khusnul mengatakan seharusnya posisi Pramuka saat ini perlu diperkuat. Tidak justri direduksi yang hanya menjadi kegiatan ekskul yang tidak wajib.

"Jika ingin visi Indonesia Emas 2045 bisa terwujud, harusnya tetap memberikan pendidikan Pramuka kepada siswa. Karena Pramuka memiliki serangkaian program yang sangat penting. Yakni membentuk karakter yang tangguh dan menumbuhkan semangat nasionalisme generasi muda," ungkapnya.

Ia menambahkan ada sejumlah poin yang tertuang dalam Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 ini. Diantaranya merevisi bagian pendidikan kepramukaan dalam model blok yang mewajibkan perkemahan menjadi tidak wajib. Namun apabila satuan pendidikan menyelenggarakan kegiatan perkemahan, maka tetap diperbolehkan.

Selain itu, lanjutnya, keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekskul tersebut bersifat sukarela. Yaitu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010, yang menyatakan Gerakan Pramuka bersifat mandiri, sukarela dan non politis.

"Walau kebijakan ini menuai pro dan kontra, namun kita tentunya berharap siswa tetap memilih ekskul Pramuka, untuk menunjang pendidikan karakter mereka. Ada banyak aktivitas menarik yang bisa diikuti. Seperti mempelajari kode morse, memasak dengan perkakas seadanya, membangun tenda, tali-temali, hingga membuat api unggun," pungkasnya.

Baca Juga: Sepi, Usai Pileg Rapat Paripurna DRPD Surabaya Hanya Dihadiri 10 Anggota

Editor : Ading