Jumat, 05 Jun 2026 03:07 WIB

Begini Cerita Masrufah, Korban Gempa Bawean yang Trauma Masuk Rumah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 27 Mar 2024 08:02 WIB
Foto: Pengungsian warga Bawean
Foto: Pengungsian warga Bawean

selalu.id - Masyarakat Bawean masih mengalami trauma akibat gempa beruntun yang terjadi sejak Jumat (26/3/2024) lalu. Oleh karenanya masih banyak warga yang trauma dan enggan balik ke rumah.
Terlebih juga memang banyak tempat tinggal yang roboh dan rata dengan tanah.


Salah satu pengungsi warga Desa Prapatunggal, Sangkapura, Bawean, Masrufah (40) bercerita keluarganya yang terpaksa mengungsi dan membuat tenda darurat sendiri yang tak jauh dari rumahnya. Di dalam pengungsian tersebut terdapat 33 orang warga desa yang tinggal.

"Di sini ada 33 orang, 11 kepala keluarga. Dari 11 keluarga itu, dua rumah roboh, sisanya retak," kata dia, Rabu (26/3/2024) dini hari.

Di tenda yang hanya berupa terpal dengan ukuran kurang lebih lima kali lima meter itu, ia melakukan berbagai aktivitas. Mulai memasak, sahur, buka puasa, salat hingga tidur. 

"Kami gak berani pulang, yang tinggal di sini gak bisa ditempati semua rumahnya," ungkapnya.

Meski begitu, berbagai ancaman penyakit bisa saja datang kepadanya dan semua penghuni tenda. Sebab, setiap malam dia dan penghuni tenda lain selalu merasa kedinginan. Apalagi, ada balita dan bayi yang baru lahir satu bulan.

"Di sini angin, embun netes, nyamuk besar-besar, ada dari puskesmas datang ke sini datang dua kali," ungkapnya. 

Masrufah berharap agar pemerintah segera memberinya bantuan. Baik logistik seperti baju, selimut, hingga pampers untuk bayi. Ia juga berharap agar pemerintah memberi bantuan recovery rumahnya yang rusak. 

Sebelumnya,Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Subroto sebelumnya mengatakan, ada sebanyak 33.539 jiwa akibat gempa di Bawean. Sebagian warga yang mengungsi karena rumahnya rusak, sebagian lagi karena masih takut dengan gempa susulan. 

"2574 rumah rusak ringan, 1332 rumah rusak sedang, 774 unit rusak berat. Kemudian ada juga 91 unit sekolah rusak, 18e rumah ibadah rusak, dan 24 unit kantor rusak," ujarnya. 

Pemerintah Jawa Timur telah mengirim bantuan logistik berupa sembako, tenda hingga selimut sejak Minggu (24/3/2024). Bantuan terkahir dikirim pada Senin (25/3/2024) menggunakan KN SAR Permadi.

Baca Juga: Gempa Dahsyat Magnitudo 7,6 Guncang Sulawesi Utara

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.