Senin, 02 Feb 2026 01:58 WIB

Gempa Beruntun di Pulau Bawaen Menurun, Warga Diajak Perlahan Pulih dari Trauma

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Mar 2024 15:55 WIB
Foto: Kepala Stasiun Metereologi Sangkapura, Bawean, Gresik Ari Wijayanto
Foto: Kepala Stasiun Metereologi Sangkapura, Bawean, Gresik Ari Wijayanto

selalu.id - Kepala Stasiun Metereologi Sangkapura, Bawean, Gresik Ari Wijayanto mengatakan bahwa tren kegempaan di Kepulauan Bawean, Gresik, sudah mulai mengalami penurunan.

Ari menjelaskan, tren atau frekuensi gempa yang mulai menurun dan waktu estimasinya sudah mulai berkurang, yang sebelumnya terjadi setiap berapa menit sekali, kini sudah menjadi beberapa jam sekali.

“Sudah mendeteksi kita mengumpulkan data yang ada sudah kita kumpulkan. Waktu awal 10 menitan karena memang waktunya dua hari menitan. sekarang kemudian satu jam, kemudian dua jam, sekarang 6 jam’an. Trennya terus menurun,” kata Ari, saat ditemui selalu.id, di wilayah Kecamatan Tambak, Bawean, Gresik, Selasa (26/3/2024).

Meski begitu, Ari menyebut warga masih mengalami trauma meskipun ada guncangan kecil sekalipun. Sehingga pihaknha terus berupaya mencoba memberikan edukasi dan informasi akurat kepada warga. Terlebih lagi melawan informasi hoax serta masyarakat diminta  tidak perlu panik yang berlebihan.

“Kemarin kita beri edukasi agar tak panik, ini kita lawan hoaks membuat berantakan semuanya. Contoh, kemarin siang pak Camat minta saya beri edukasi ke warga. Karena orang tua yang sudah sepuh masih tidak ingin tinggal di dalam rumah meskipun ada retakan kecil,” ujarnya.

“Ini mengerikan trauma belum menghilang, ada hoaks ada gempa masyarakat lari ke gunung. Kesempata yang baik ini sampaikan, percaya sama kita insyallah kita berikan untuk masyarakat Bawean,” lanjutnya.

Lebih lanjut  Ari menyebut, seluruh kecamatan di Pulau Bawean yakni Sangkapura dan Tambak terdampak gempa. Namun, memang ada beberapa bangunan yang memiliki struktur kokoh, sehingga ketika terjadi gempa bangunan tersebut tidak ikut roboh.

‘Kalau memang dilihat dua kecamatan itu sama (dampak yang dirasakan) karena memang satu pulau, cuma memang kalau lihat di sangkapura itu namanya kota banyak kantor, ya kuat, kalau ke desa ya parah. Hampir merata semua terdampak,” terangnya.

Diketahui informasi yang dihimpun selalu.id,  terakhir dari BMKG, gempa di Bawean terjadi pada pukul 13.07 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,3. gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Tren terus menurun harapannya. Tapi namanya gempa bumi mengeluarkan energinya kalau harapannya segera tuntas,” pungkasnya.

Baca Juga: Tekanan Semeru Menguat Sejak Oktober dan Erupsi Rabu Jadi Fase Kritis

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.