Rabu, 22 Mei 2024 03:43 WIB

Warga Bawean Masih Khawatir Tinggal di Dalam Rumah

  • Reporter : Ade Resty
  • | Senin, 25 Mar 2024 15:35 WIB
Foto: Bupati Kabupaten Gresik Jawa Timur Fandi Akhmad Yani

Foto: Bupati Kabupaten Gresik Jawa Timur Fandi Akhmad Yani

selalu.id - Bupati Kabupaten Gresik Jawa Timur Fandi Akhmad Yani menyebut masih banyak warga yang mengungsi khawatir tinggal di dalam rumahnya, karena masih ketakutan adanya gempa susulan.

Bupati Yani mengatakan sebanyak 10 ribu lebih warga yang masih memilih mengungsi. Namun, diantaranya ada yang lebih memilih tinggal di luar rumahnya sendiri.

“Banyak pengungsi karena ada yang tidak rusak rumahnya tapi punya kekhawatiran, dia tidak mau tinggal di rumah tapi di luar rumah, bikin tenda sendiri,” kata Gus Yani sapaan akrabnya, ditemui selalu.id, usai mendampingi Pj Gubernur Ardy Karyono pelepasan keberangkatan bantuan Basarnas Jatim, Senin (25/3/2024)z

Pasca gempa tersebut 6.5 Magnitudo tersebut, kata Gus Yani, sejumlah rumah dan bangunan warga di pulau Bawean kurang lebih banyak rusak.

“Kerusakannya ndak banyak, kerusakannya itu paling rusak berat 700, rusak sedang 800, rusak ringan sekitar 2.000an,” ujarnya.

Lebih lanjut Gus Yani menyampaikan Pemkab Gresik susah mengumpulkan dan koordinasi kepada setiap kepala desa yang ada di Bawaen, khususnya kecamatan Sangkapura dan Tambak, untuk memberi edukasi kepada masyarakat terkait pemberitaan hoax tentang gempa. Termasuk, kerjasama dengan para relawan medis.

“Kita harus edukasi warga, memberikan informasi yang valid, terkait dengan pemberitaan adanya gempa susulan yang mengakibatkan tsunami dan lain-lain,” tuturnya.

“ini yang harus kita kerja sama dengan puskesmas medis dan sebagainya, relawan medis, agar manyampaukan ke masyarakat agar pemulihan psikologi terkait rasa kekhawatiran atau ketakutan masyarakat kembali,” tambahnya.

Baca Juga: Gempa Beruntun Magnitudo 4.4, Warga Bawean Sahur Penuh Gelisah

Editor : Ading