• Loadingselalu.id
  • Loading

Sabtu, 18 Mei 2024 10:08 WIB

Semua Mal Pakuwon Grup Surabaya Ditutup Sementara Akibat Gempa

Foto: Ilustrasi Gempa oleh BMKG

Foto: Ilustrasi Gempa oleh BMKG

selalu.id - Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi menyampaikan seluruh mal Pakuwon di Surabaya ditutup sementara, usai guncangan gempa ketiga kalinya melanda 6,5 Magnitudo.

“Ya (kita tutup semua mal Pakuwon sementara),” kata Sutandi saat dihubungi.

Sutandi mengatakan sampai saat ini pihaknya memeriksa mal belum ada terjadi kerusakan. Namun, pihaknya telah melakukan evakuasi pengunjung di dalam mal.

“Tidak ada (kerusakan), sementara kita evakuasi. kita tutup 1 atau 2 jam lihat sikon,” ujarnya.

Salah satu pegawai tenant di Mal Tunjangan Plaza, Pipit mengaku merasakan gempa di dalam mal tersebut. Saat ini, managament menutup sementara tenantnya.

“Iya mal ditutup, management juga menutup tenant-tenant,” ujarnya.

Susulan gempa ini juga dirasakan kembali merasakan gempa susulan dari Wilayah perairan Tuban, Jawa Timur sebesar kekuatan 6.5 Magnitudo. Jumat (22/3/2024). Bahkan, guncangan terjadi hingga ketiga kalinya

“Gempa terjadi lagi dengan Mag:6.5 pada pukul 15:52:58 WIB Jumat (22/3/2024), Lok:5.76 LS,112.33 BT (130 km TimurLaut Tuban Jawa Timur), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami. (odp-tm),” tulis keterangan BMKG.

Pantuan selalu.id yang ikut merasakan gempa, guncangan ketiga kalinya terasa sekira 40 detik lamanya. Tampak masyarakat di dalam rumah maupun gedung berhamburan keluar. Terlihat sebuah dinding ikut bergoyang, warga pun panik lari menyelematkan diri ke Jalan Raya.

Salah satu gedung lembaga bimbingan belajar di Jalan kaca piring, Surabaya.  Tampak puluhan murid dan warga sekitar berhamburan keluar.

Mia (17), salah satu murid SMA 5 Surabaya mengaku panik dan terkejut adanya gempa susulan ketiga kali ini. Dirinya yang berada di lantai tiga menyebut melihat orang-orang berteriak dan menyelamatkan diri.

“Tiga kali terasa banget, lantai tiga langsung goyang-goyang. Saat itu saya lagi tidurr terasa goyang. Langsung keluar teman teman saya langsung ambil tas,” ungkap Mia.

Hal yang sama juga dialami Rahman, salah satu pengunjung warung kopi di kawasan tersebut. Dirinya sangat kaget, apalagi melihat tembok hampir roboh.

“Saya kaget sampai tremor melihat tembok mau roboh tapi untung gak sampai jatuh,” pungkasnya

Baca Juga: Empat Anak Dijadikan PSK dan Layani Puluhan Tamu Tiap Hari Tanpa Dibayar di Surabaya

Editor : Ading