Kamis, 03 Sep 2026 17:10 WIB

Semua Mal Pakuwon Grup Surabaya Ditutup Sementara Akibat Gempa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 22 Mar 2024 17:21 WIB
Foto: Ilustrasi Gempa oleh BMKG
Foto: Ilustrasi Gempa oleh BMKG

selalu.id - Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi menyampaikan seluruh mal Pakuwon di Surabaya ditutup sementara, usai guncangan gempa ketiga kalinya melanda 6,5 Magnitudo.

“Ya (kita tutup semua mal Pakuwon sementara),” kata Sutandi saat dihubungi.

Sutandi mengatakan sampai saat ini pihaknya memeriksa mal belum ada terjadi kerusakan. Namun, pihaknya telah melakukan evakuasi pengunjung di dalam mal.

“Tidak ada (kerusakan), sementara kita evakuasi. kita tutup 1 atau 2 jam lihat sikon,” ujarnya.

Salah satu pegawai tenant di Mal Tunjangan Plaza, Pipit mengaku merasakan gempa di dalam mal tersebut. Saat ini, managament menutup sementara tenantnya.

“Iya mal ditutup, management juga menutup tenant-tenant,” ujarnya.

Susulan gempa ini juga dirasakan kembali merasakan gempa susulan dari Wilayah perairan Tuban, Jawa Timur sebesar kekuatan 6.5 Magnitudo. Jumat (22/3/2024). Bahkan, guncangan terjadi hingga ketiga kalinya

“Gempa terjadi lagi dengan Mag:6.5 pada pukul 15:52:58 WIB Jumat (22/3/2024), Lok:5.76 LS,112.33 BT (130 km TimurLaut Tuban Jawa Timur), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami. (odp-tm),” tulis keterangan BMKG.

Pantuan selalu.id yang ikut merasakan gempa, guncangan ketiga kalinya terasa sekira 40 detik lamanya. Tampak masyarakat di dalam rumah maupun gedung berhamburan keluar. Terlihat sebuah dinding ikut bergoyang, warga pun panik lari menyelematkan diri ke Jalan Raya.

Salah satu gedung lembaga bimbingan belajar di Jalan kaca piring, Surabaya.  Tampak puluhan murid dan warga sekitar berhamburan keluar.

Mia (17), salah satu murid SMA 5 Surabaya mengaku panik dan terkejut adanya gempa susulan ketiga kali ini. Dirinya yang berada di lantai tiga menyebut melihat orang-orang berteriak dan menyelamatkan diri.

“Tiga kali terasa banget, lantai tiga langsung goyang-goyang. Saat itu saya lagi tidurr terasa goyang. Langsung keluar teman teman saya langsung ambil tas,” ungkap Mia.

Hal yang sama juga dialami Rahman, salah satu pengunjung warung kopi di kawasan tersebut. Dirinya sangat kaget, apalagi melihat tembok hampir roboh.

“Saya kaget sampai tremor melihat tembok mau roboh tapi untung gak sampai jatuh,” pungkasnya

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.