Selasa, 03 Feb 2026 17:10 WIB

BULOG Hentikan Impor Jagung, Ini Alasannya

Foto: Jagung
Foto: Jagung

selalu.id - Terkait dengan permintaan Kementerian Pertanian (Kementan) soal impor jagung kepada BULOG. Kini, Perum BULOG telah menghentikan impor jagung, setelah merealisasikan impor jagung untuk bahan baku pakan ternak unggas mandiri sebesar 400 ribu ton. Jumlah tersebut setara dengan 53 persen dari total kuota impor 2024 sebesar 750 ribu ton.

Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum BULOG Mokhamad Suyamto menuturkan, importasi jagung pakan ternak untuk sementara waktu dihentikan atas permintaan Kementerian Pertanian (Kementan). Kementan mengklaim saat ini disejumlah wilayah produsen telah memasuki panen raya, sehingga BULOG diminta melakukan penyerapan produksi jagung petani.

Dikatakan Suyamto, sisa kuota sekitar 350 ribu ton jagung baru akan direalisasikan importasinya saat harga jagung dalam negeri mulai mengalami kenaikan dan hasil panen masih belum mencukupi.

"Masih ada sisa kuota, tapi tidak kita eksekusi sekarang. Kita mendatangkan jagung sesuai kebutuhan penyalurannya, dan Alhamdulillah sekarang sudah tiba dan selesai bongkar, jadi tidak ada yang dalam perjalanan," ujar Suyamto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/3/2024).

Adapun kedatangan importasi jagung terakhir beberapa waktu lalu menurut Suyamto, bukan realisasi pasca munculnya kebijakan larangan importasi jagung oleh Kementan. Dikatakannya, kedatangan tersebut adalah yang terakhir dari kuota 400 ribu ton.

Kedatangan impor tersebut diketahui sebanyak 66 ribu ton yang bersandar di dua pelabuhan, yakni pertama singgah di Pelabuhan Cigading Banten sebanyak 33 ribu ton, dan kemudian berlanjut pembongkaran di Pelabuhan Teluk Lamong Jawa Timur.

"Sekarang semuanya sudah tiba dan selesai bongkar. Sudah disalurkan, jadi begitu datang langsung kita salurkan. Realisasi jagung ini didatangkan dari Amerika Latin, sebagian besar dari Argentina dan Brasil," ujarnya.

Berkaitan dengan penyaluran jagung pakan tersebut, Suyamto mengaku jika BULOG menyalurkan kepada peternak sasaran yang berdasarkan pada data penerima dari Kementan. Jadi jagung impor yang dialokasikan menjadi jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tersebut tidak dijual secara bebas.

Suyamto menambahkan, batas akhir penyaluran jagung SPHP tersebut berakhir pada 31 Maret 2024. Jika realisasi penyaluran tersebut tidak terpenuhi, jagung akan kembali disimpan menjadi cadangan jagung pemerintah (CJP). Untuk masa simpan jagung sendiri diketahui masa idealnya adalah 3-4 bulan.

Selanjutnya untuk realisasi impor 350 ribu ton jagung, menurut Suyamto baru akan dilakukan dari hasil produksi dalam negeri pada musim panen raya jagung saat ini.

"Data Badan Pusat Statistik (BPS) kan Maret-April panen raya jagung. Kita lihat ini panen Maret seperti apa. Kalau perlu didatangkan dan penugasan lagi, kita akan ikuti. Penyaluran jagung cadangan pemerintah ini berdasarkan arahan Badan Pangan Nasional (Bapanas)," tutur Suyamto.

Disisi lain, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto melaporkan jika penyaluran jagung SPHP Bulog per 16 Maret 2024 mencapai 215.175 ton atau 63 persen. Sedangkan, kuota CJP untuk jagung SPHP ditetapkan sebanyak 343.220 ton.

Berdasarkan data panel harga pangan Bapanas per hari ini (20/3), harga jagung di peternak masih mengalami kenaikan 0,24 persen di level Rp 8.220 per kg. Sementara sesuai dengan Perbadan 5/2022, harga acuan pembelian/penjualan (HAP) jagung pipilan kering kadar air 15 persen di konsumen atau peternak senilai Rp5.000 per kg. 

Baca Juga: Target Stop Impor Gula Putih 2026 Ditegaskan di NSS 2025 Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.