Sabtu, 05 Sep 2026 01:01 WIB

Tanggapan Pengamat Soal Tawaran Koalisi Besar di Pilwali Surabaya 2024

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 20 Mar 2024 16:35 WIB
Foto: PDIP
Foto: PDIP

selalu.id - Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam menanggapi pernyataan PDIP Surabaya yang menyebut tidak ada istilah koalisi terkait Golkar ingin mengusung Eri Cahyadi maju Pilwali 2024.

Menurutnya pernyataan Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutawirjono alias Awi tidak mendefinisikan penyatuan berbagai parpol untuk mendukung Eri Cahyadi. Hal itu didefinisikan bukan sebagai koalisi, melainkan kerjasama dengan menyamakan gagasan dan pikiran untuk Kota Surabaya ke depan. Ia menilai hal itu merupakan bentuk kehati-hatian dari partainya.

“Bahasa yang dipilih mas Awi itu sebenarnya bahasa prinsip kehatian-hatian karena menunggu sinyal dari Jakarta (Dewan Pimpinan Pusat). Selama ini kan sistem PDIP komando tegak lurus seperintah DPP. Saya pikir arahnya kesana,” kata Surokim saat dihubungi selalu.id, Kamis (20/3/2024).

Surokim menyampaikan bahwa partai banteng tersebut bisa mengusung sendiri Bakal Calon Wali Kota (Bacawalkot) Surabaya, tanpa harus terburu-buru membuat koalisi.

“PDIP kan masih mengusung calonnya sendiri apalagi paling tinggi mendapatkan 11 kursi ya. Tanpa harus koalisi itu bisa membuat opsi PDIP leluasa untuk tidak tergesa- gesa membangun koalisi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Surokim menjelaskan bahwa memang membangun relasi dan kerjasama Partai Politik (Parpol) lain untuk Pilkada sebenarnya diperlukan. Namun, untuk koalisi gemuk belum tentu bisa menjamin untuk kemenangan paslon yang diusung.

“Seperti hasil pemilihan terakhir (Pilwali 2020 lalu) itu kan koalisi gemuk pak Mahfud Arifin (paslon Pilwali 2020)  juga kalah dengan koalisi rantingnya PDIP,” terangnya

“Jadi itu bagian prinsip bentuk kehati- hatian PDIP menanggapi dinamika politik yang mungkin masih terjadi sampai bulan Agustusan,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Surabaya Awi menanggapi Golkar Surabaya ingin buat koalisi besar mengusung Eri Cahyadi. Ia menyebut dirinya tak mengenal istilah koalisi. Melainkan kerjasama dengan menyamakan gagasan dan pikiran untuk Kota Surabaya ke depan.

“Kerjasama itu kan harus disamakan dulu pikirannya, gagasannya Surabaya ini ke depan, jangan sampai juga misalnya kerjasama itu hanya didasarkan oleh satu kekuasaan. Tapi kita harus arahkan betul untuk membangun Surabaya ini lebih baik. Kemudian mensejahterakan dan memajukan rakyat Surabaya,” terangnya.

Baca Juga: Kick Off Mini Soccer Golkar Jatim Digelar Besok, 176 Tim Berebut Piala Bahlil Lahadalia

Editor : Ading
Berita Terbaru

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.