Senin, 02 Feb 2026 02:59 WIB

Tanggapan Pengamat Soal Tawaran Koalisi Besar di Pilwali Surabaya 2024

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 20 Mar 2024 16:35 WIB
Foto: PDIP
Foto: PDIP

selalu.id - Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam menanggapi pernyataan PDIP Surabaya yang menyebut tidak ada istilah koalisi terkait Golkar ingin mengusung Eri Cahyadi maju Pilwali 2024.

Menurutnya pernyataan Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutawirjono alias Awi tidak mendefinisikan penyatuan berbagai parpol untuk mendukung Eri Cahyadi. Hal itu didefinisikan bukan sebagai koalisi, melainkan kerjasama dengan menyamakan gagasan dan pikiran untuk Kota Surabaya ke depan. Ia menilai hal itu merupakan bentuk kehati-hatian dari partainya.

“Bahasa yang dipilih mas Awi itu sebenarnya bahasa prinsip kehatian-hatian karena menunggu sinyal dari Jakarta (Dewan Pimpinan Pusat). Selama ini kan sistem PDIP komando tegak lurus seperintah DPP. Saya pikir arahnya kesana,” kata Surokim saat dihubungi selalu.id, Kamis (20/3/2024).

Surokim menyampaikan bahwa partai banteng tersebut bisa mengusung sendiri Bakal Calon Wali Kota (Bacawalkot) Surabaya, tanpa harus terburu-buru membuat koalisi.

“PDIP kan masih mengusung calonnya sendiri apalagi paling tinggi mendapatkan 11 kursi ya. Tanpa harus koalisi itu bisa membuat opsi PDIP leluasa untuk tidak tergesa- gesa membangun koalisi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Surokim menjelaskan bahwa memang membangun relasi dan kerjasama Partai Politik (Parpol) lain untuk Pilkada sebenarnya diperlukan. Namun, untuk koalisi gemuk belum tentu bisa menjamin untuk kemenangan paslon yang diusung.

“Seperti hasil pemilihan terakhir (Pilwali 2020 lalu) itu kan koalisi gemuk pak Mahfud Arifin (paslon Pilwali 2020)  juga kalah dengan koalisi rantingnya PDIP,” terangnya

“Jadi itu bagian prinsip bentuk kehati- hatian PDIP menanggapi dinamika politik yang mungkin masih terjadi sampai bulan Agustusan,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Surabaya Awi menanggapi Golkar Surabaya ingin buat koalisi besar mengusung Eri Cahyadi. Ia menyebut dirinya tak mengenal istilah koalisi. Melainkan kerjasama dengan menyamakan gagasan dan pikiran untuk Kota Surabaya ke depan.

“Kerjasama itu kan harus disamakan dulu pikirannya, gagasannya Surabaya ini ke depan, jangan sampai juga misalnya kerjasama itu hanya didasarkan oleh satu kekuasaan. Tapi kita harus arahkan betul untuk membangun Surabaya ini lebih baik. Kemudian mensejahterakan dan memajukan rakyat Surabaya,” terangnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.