Senin, 02 Feb 2026 06:19 WIB

Puluhan Juta Orang Potensi Tak Bisa Mudik Naik Kereta Api di Lebaran 2024

Foto: KA
Foto: KA

selalu.id - Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mencatat ada potensi 33,72 juta peminat moda kereta api pada mudik Lebaran 2024 dan masa arus balik periode 3-18 April 2024 atau H-7 dan H+7.

Namun, dari jumlah itu, sebagian besar tidak banyak terangkut sebagai penumpang karena kapasitas kereta api antar kota hanya sebanyak 3,31 juta. Artinya, akan ada sebanyak 30,41 juta calon peminat moda kereta api belum dapat terangkut saat periode itu.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Mohamad Risal Wasal mengatakan, saat potensi puncak arus mudik dengan kereta api, yakni H-4 dan arus balik H+3, jumlah penumpangnya berpotensi mencapai 3,4 juta, namun kapasitas keretanya hanya sebesar 3,31 juta.

"Sehingga, untuk puncak arus mudik akan ada ter share 900 ribu penumpang yang akan bisa menggunakan moda angkutan lainnya," kata Risal dikutip, Senin (18/3/2024).

Sementara, Ditjen Perkeretaapian juga memperkirakan, untuk puncak mudik yang menggunakan kereta api regional jatuh pada H-3 Lebaran 2024 dan untuk puncak arus balik pada H+2 Lebaran. Total penggunanya akan mencapai 2,69 juta, dengan kapasitas angkut KA Perkotaan Regional 3,26 juta.

Meski begitu, untuk KA Perkotaan Komuter, puncak arus mudik akan jatuh pada H-5 dan arus balik H+5 dengan total penumpang berpotensi sebesar 14,42 juta. Kapasitas angkutan KA Perkotaan Komuter adalah sebesar 41,44 juta.

"Untuk pemesanan tiket PT KAI untuk KA Antarkota dapat dilakukan H-45, KA Bandara H-7, dan KA Perkotaan Regional H-7. Pemesanan tiket KA Whoosh dapat dilakukan H-14," ucap Risal.

Seperti diketahui, total potensi jumlah penumpang kereta api berbagai jenis itu naik dibandingkan realisasi pada masa mudik Lebaran 2023. Misalnya, untuk KA Antarkota meningkat 13,3 persen dibanding catatan pada 2023, KA Perkotaan Regional meningkat 10,3 persen, dan KA Perkotaan Komuter akan meningkat 26,7 persen.

Baca Juga: Dampak Banjir Belum Pulih, Lima KA Jarak Jauh dari Surabaya Dibatalkan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.