Rabu, 22 Jul 2026 00:40 WIB

Puluhan Juta Orang Potensi Tak Bisa Mudik Naik Kereta Api di Lebaran 2024

Foto: KA
Foto: KA

selalu.id - Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mencatat ada potensi 33,72 juta peminat moda kereta api pada mudik Lebaran 2024 dan masa arus balik periode 3-18 April 2024 atau H-7 dan H+7.

Namun, dari jumlah itu, sebagian besar tidak banyak terangkut sebagai penumpang karena kapasitas kereta api antar kota hanya sebanyak 3,31 juta. Artinya, akan ada sebanyak 30,41 juta calon peminat moda kereta api belum dapat terangkut saat periode itu.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Mohamad Risal Wasal mengatakan, saat potensi puncak arus mudik dengan kereta api, yakni H-4 dan arus balik H+3, jumlah penumpangnya berpotensi mencapai 3,4 juta, namun kapasitas keretanya hanya sebesar 3,31 juta.

"Sehingga, untuk puncak arus mudik akan ada ter share 900 ribu penumpang yang akan bisa menggunakan moda angkutan lainnya," kata Risal dikutip, Senin (18/3/2024).

Sementara, Ditjen Perkeretaapian juga memperkirakan, untuk puncak mudik yang menggunakan kereta api regional jatuh pada H-3 Lebaran 2024 dan untuk puncak arus balik pada H+2 Lebaran. Total penggunanya akan mencapai 2,69 juta, dengan kapasitas angkut KA Perkotaan Regional 3,26 juta.

Meski begitu, untuk KA Perkotaan Komuter, puncak arus mudik akan jatuh pada H-5 dan arus balik H+5 dengan total penumpang berpotensi sebesar 14,42 juta. Kapasitas angkutan KA Perkotaan Komuter adalah sebesar 41,44 juta.

"Untuk pemesanan tiket PT KAI untuk KA Antarkota dapat dilakukan H-45, KA Bandara H-7, dan KA Perkotaan Regional H-7. Pemesanan tiket KA Whoosh dapat dilakukan H-14," ucap Risal.

Seperti diketahui, total potensi jumlah penumpang kereta api berbagai jenis itu naik dibandingkan realisasi pada masa mudik Lebaran 2023. Misalnya, untuk KA Antarkota meningkat 13,3 persen dibanding catatan pada 2023, KA Perkotaan Regional meningkat 10,3 persen, dan KA Perkotaan Komuter akan meningkat 26,7 persen.

Baca Juga: Commuter Line Hari Pertama Lebaran Penuh, Rute Dhoho, Penataran, dan Supas jadi Favorit

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.