Minggu, 27 Sep 2026 14:03 WIB

Golkar Surabaya Bakal Bikin Koalisi Besar Usung Eri Cahyadi di Pilwali 2024

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 11 Mar 2024 19:55 WIB
Ketua DPD Golkar Surabaya, Arif Fathoni
Ketua DPD Golkar Surabaya, Arif Fathoni

selalu.id - DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Surabaya berencana mengusung Wali Kota Eri Cahyadi untuk maju kembali dalam Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada November 2024 mendatang.

Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni mengatakan, pihaknya bakal membangun koalisi besar dalam Pilkada dengan mengusung Eri Cahyadi ke periode dua.

Baca Juga: Bentuk Karakter Penolong, Pemkot Surabaya Rencanakan PMR jadi Ekskul Wajib Pilihan SD-SMP

Toni sapaan akrabnya menyampaikan, berkaca dalam hasil pemilihan Presiden yang baru saja selesai, ada pesan politik dari Masyarakat yang disalurkan melalui gerakan di tempat pemungutan suara yakni gotong royong antar partai dalam membangun negara dan keberlanjutan pembangunan.

"Ini yang harus ditangkap oleh segenap parpol yang ada di Surabaya dalam menyongsong pemilukada November mendatang," kata Toni, Senin (11/3/2024).

Ia menilai masyarakat tidak ingin ada hiruk-pikuk berlebihan, bagi masyarakat yang penting kebutuhan dasar primer terpenuhi, akses pemerataan pembangunan di Surabaya dapat dinikmati, dan proses politik tidak melelahkan.

"Makanya sejak awal Ketika Golkar mengusung Mas Eri Cahyadi dalam Pilkada November mendatang, kita ingin tercipta gotong royong parpol di Surabaya untuk membangun kerangka Kerjasama besar mengusung Mas Eri, agar keberlanjutan pembangunan di Surabaya tidak terkendala, karena selama ini kerjasama sudah berjalan dengan baik, karena politik persatuan yang dijalankan oleh walikota,"paparnya.

Baca Juga: ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Ketika disinggung apakah PDIP akan setuju dengan gagasan ini? Toni menjawab bahwa Eri Cahyadi lahir dari rahim PDI Perjuangan. Maka semestinya induk partai Eri Cahyadi senang salah satu kader partainya diapresiasi partai lain dalam Pilkada.

"Itu urusan dapur Mas Eri, kami serahkan kepada beliau untuk melakukan upaya-upaya politik yang diperlukan, bahkan termasuk soal calon pendamping sekalipun kita berikan mandat penuh kepada beliau untuk menentukan," jelasnya.

Lebih lanjut Ketua Komisi A DPRD Surabaya itu menyampaikan bahwa gagasan untuk mengusung Eri Cahyadi dengan koalisi partai politik yang ada di Surabaya dikarenakan selama ini komunikasi politik antar partai berjalan sangat cair dan penuh dengan kekeluargaan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Bahkan sebelumnya Walikota Surabaya Eri Cahyadi ada kegiatan pertemuan ketua partai yang berlangsung secara reguler tiap satu bulan sekali, untuk membahas bagaimana upaya-upaya peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat Surabaya.

"Insya Allah diskursus soal koalisi gotong royong ini sudah pernah menjadi bahan diskusi saat itu, tinggal bagaimana meyakinkan DPP masing-masing partai, ujung dari gagasan ini sebenarnya adalah agar masyarakat Surabaya segera mendapatkan manfaat keberlanjutan pembangunan, tanpa hiruk pikuk politik berlebihan," tegasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Cerita Wali Kota Eri Bebaskan ART yang Disandera Penyalur Kerja Ilegal di Surabaya

Dalam sidak itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemukan dua pekerja asal Malang. Salah seorang di antaranya dalam kondisi sakit hingga kesulitan berjalan.

Sidoarjo Perketat Pengawasan MBG usai Temuan SLHS Palsu

Pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi perhatian utama, terutama setelah muncul dugaan SLHS palsu dalam operasional SPPG di Sidoarjo.

IGIC 2026, Menag Nasaruddin: Imam untuk Duta Perdamaian Dunia

Kedekatan imam dengan masyarakat menjadikan pemimpin keagamaan memiliki posisi strategis untuk membangun dialog.

Bupati Sidoarjo Tekankan Sinergi Kades BPD, Perencanaan Pembangunan 2027 Harus Dimulai Sekarang

Ia juga mengingatkan BPD bukan lawan, melainkan mitra kerja kades.

Festival Gamelan Kahuripan 2026, Siswa Sidoarjo Jadi Garda Pelestarian Karawitan

Pada 2025 di lokasi yang sama ada 23 kelompok. Kini 2026 mencapai 33 kelompok dari pelajar dan masyarakat umum.

Motor Adu Depan Mobil di Mojokerto, Satpam Berangkat Kerja Tewas

Akibat kecelakaan tersebut, korban langsung meningga dunia di lokasi kejadian.