Senin, 02 Feb 2026 18:16 WIB

Ini Daftar Sebelas Caleg Potensi Dapat Kursi DPRD Surabaya Dapil 2

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 08 Mar 2024 18:09 WIB
Foto: Ini nama-nama potensial Celeg yang dapat kursi di DPRD Kota Surabaya
Foto: Ini nama-nama potensial Celeg yang dapat kursi di DPRD Kota Surabaya

selalu.id - Belasan Calon Legislatif (Caleg) DPRD Surabaya di kawasan Daerah Pilihan (Dapil) 2 bakal potensial merebut 11 kursi Dewan Kota Pahlawan.

Berdadarkan data C1 dan D Hasil kecamatan update 7 Maret 2024 lalu. Dalam hasil sementara real count khusus Dapil 2 Kota Surabaya meliputi wilayah kecamatan Tambaksari, Pabean Cantian, Semampir dan Kenjeran sejumlah dengan alokasi 11 kursi DPRD Kota Surabaya, terlihat akan potensi lolos menjadi anggota dewan.

Pertama partai porelehan suara partai terbanyak yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yakni sebanyak 71.089 suara.

Khusus di Dapil 2 Caleg PDIP mendapatkan peraih suara terbanyak yakni politisi kawakan, Baktiono dengan raihan 16.321 suara.

Kursi kedua diraih oleh Gerindra dengan raihan 44.312 suara. Dan untuk caleg yang memperoleh suara tertinggi yakni Luthfiyah dengan raihan 10.152 suara.

Kursi ketiga diraih PKB dengan raihan 41.105 suara. Sedangkan untuk caleg PKB peraih suara terbanyak yakni nama baru Ketua Ansor Surabaya, H. Mohammad Faridz Afif dengan raihan 15.576 suara.

Kursi keempat diraih oleh Golkar dengan raihan 34.990 suara. Untuk nama caleg yang memperoleh suara tertinggi yakni nama baru Achmad Nurdjyanto dengan raihan 11.960 suara.

Kursi kelima diraih oleh PKS dengan raihan 25.636 suara. Untuk nama caleg yang memperoleh suara tertinggi yakni Faris Abidin denga raihan suara 4.909 suara.

Pada kursi keenam terlihat masih diraih oleh PDIP dengan raihan 71.089 suara. Sementara itu, peraih kursi kedua PDIP yakni pendatang baru yaitu Abdul Malik dengan raihan suara 10.999 suara.

Kemudian, ketujuh diraih oleh PAN dengan raihan 22.257 suara. Untuk nama caleg yang memperoleh suara tertinggi Juliana Eva Wati dengan perolehan suara 7.232 suara.

Lalu, kedelapan diraih oleh PSI dengan raihan  22.273 suara. Untuk nama caleg yang memperoleh suara tertinggi Yoga Pratisabda dengan perolehan suara 2.005 suara.

Lebih lanjut, kesembilan diraih oleh Demokrat dengan 22.149 suara. Untuk nama caleg yang memperoleh suara tertinggi yakni Muhammad Saifudin dengan perolehan suara 8.542 suara.

Kursi kesepuluh berhasil direbut
PPP dengan raihan suara 17.805 suara. Untuk nama caleg yang memperoleh suara tertinggi yakni Buchori Imron dengan perolehan suara 13.265 suara.

Sementara, kursi kesebelas sekaligus kursi terakhir berhasil diamankan Nasdem dengan raihan suara 16.152 suara. Untuk nama caleg yang memperoleh suara tertinggi yakni Saiful Bahri dengan perolehan suara 7.373 suara.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.