Kamis, 20 Jun 2024 00:26 WIB

Harga Daging Ayam Melambung, Omset Pedagang Turun 50 Persen di Surabaya

Foto: Daging ayam potong

Foto: Daging ayam potong

selalu.id - Harga daging ayam yang ada dibeberapa pasar tradisional Surabaya mengalami lonjakan cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Tak tanggung-tanggung, daging ayam kini naik menjadi Rp40 - 43 ribu per kg.

Pantauan selalu.id di Pasar Manggadua dan Pasar Keputran Surabaya harga daging ayam potong saat ini mencapai Rp42 ribu per kg. Padahal, pekan lalu harga daging ayam Rp35 ribu per kg.

"Setiap hari mesti ada kenaikan terus mas, dan sekarang harganya sudah mencapai Rp42 ribu per kg. Naiknya ya tinggi sekali," ujar Siti (52) salah satu pedagang ayam potong di pasar Manggadua Surabaya, Kamis (7/3/2024).

Senada dengan Siti, Husein (46) pedagang ayam potong di pasar Keputran Surabaya juga mengatakan, bahwa tingginya permintaan jelang ramadan tak diimbangi dengan pasokan dari tingkat peternak. Sehingga membuat lonjakan harga daging ayam dalam setiap harinya.

"Hampir tiap hari naik harganya. Belum lagi kalau kekurangan stok barang (ayam potong) dari peternak. Ya kemungkinan bakal terus naik," jelasnya kepada selalu.id.

Meski begitu, naiknya harga daging ayam ini, jelas dia, membuat para pedagang mengalami penurunan penjualan. Jika sebelumnya pedagang mampu menjual hingga 50-80kg dalam sehari, kini mereka hanya mampu menjual 25-45kg saja tiap harinya.

Hal ini memang diakui oleh sejumlah pedagang ayam potong, bahwa turunnya omzet jualan tersebut karena sepinya minat belanja pembeli dikarenakan harga yang tiap hari selalu naik.

Para pedagang memprediksi, lonjakan harga daging ayam potong akan terus terjadi hingga bulan ramadan nanti. Pasalnya, pada bulan ramadhan banyak momentum atau acara seperti megengan, buka bersama, dan banyak lainnya yang membuat kebutuhan daging ayam ini meningkat.

Sementara itu, para pembeli yang notabenenya pemilik usaha kuliner juga mengeluhkan naiknya harga daging ayam. M. Abidin (43) salah satunya. Dia mengeluh naiknya harga daging ayam ini membuatnya harus merogoh kocek agak dalam.

"Ya bingung juga, karena punya warung, tidak beli daging ayam ya tidak bisa. Mau naikkan harga juga belum berani. Ini aja di Keputran sudah segini, belum lagi dipasar-pasar kecil yang kulaknya di pasar besar seperti Keputran dan Manggadua. Berapa harganya kalau beli di pasar kecil itu!" terangnya.

Baca Juga: Jaga Kualitas Daging ke Konsumen, RPH Surabaya Bagikan Papan Mitra di Pasar


Pria yang akrab disapa Bidin juga sekaligus pemilik warung makan ini mengaku dilema karena tidak bisa serta merta menaikkan harga yang ada di warungnya. Baik pedagang maupun pembeli berharap, pemerintah bisa memberikan solusi agar harga bahan pokok bisa kembali stabil.

Baca Juga: Terbukti Jual Daging Gelonggongan, RPH Surabaya Cabut Mitra Dua Pedagang dan Tak Boleh Jualan Lagi

Editor : Ading