Minggu, 01 Feb 2026 21:42 WIB

Harga Daging Ayam Melambung, Omset Pedagang Turun 50 Persen di Surabaya

Foto: Daging ayam potong
Foto: Daging ayam potong

selalu.id - Harga daging ayam yang ada dibeberapa pasar tradisional Surabaya mengalami lonjakan cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Tak tanggung-tanggung, daging ayam kini naik menjadi Rp40 - 43 ribu per kg.

Pantauan selalu.id di Pasar Manggadua dan Pasar Keputran Surabaya harga daging ayam potong saat ini mencapai Rp42 ribu per kg. Padahal, pekan lalu harga daging ayam Rp35 ribu per kg.

"Setiap hari mesti ada kenaikan terus mas, dan sekarang harganya sudah mencapai Rp42 ribu per kg. Naiknya ya tinggi sekali," ujar Siti (52) salah satu pedagang ayam potong di pasar Manggadua Surabaya, Kamis (7/3/2024).

Senada dengan Siti, Husein (46) pedagang ayam potong di pasar Keputran Surabaya juga mengatakan, bahwa tingginya permintaan jelang ramadan tak diimbangi dengan pasokan dari tingkat peternak. Sehingga membuat lonjakan harga daging ayam dalam setiap harinya.

"Hampir tiap hari naik harganya. Belum lagi kalau kekurangan stok barang (ayam potong) dari peternak. Ya kemungkinan bakal terus naik," jelasnya kepada selalu.id.

Meski begitu, naiknya harga daging ayam ini, jelas dia, membuat para pedagang mengalami penurunan penjualan. Jika sebelumnya pedagang mampu menjual hingga 50-80kg dalam sehari, kini mereka hanya mampu menjual 25-45kg saja tiap harinya.

Hal ini memang diakui oleh sejumlah pedagang ayam potong, bahwa turunnya omzet jualan tersebut karena sepinya minat belanja pembeli dikarenakan harga yang tiap hari selalu naik.

Para pedagang memprediksi, lonjakan harga daging ayam potong akan terus terjadi hingga bulan ramadan nanti. Pasalnya, pada bulan ramadhan banyak momentum atau acara seperti megengan, buka bersama, dan banyak lainnya yang membuat kebutuhan daging ayam ini meningkat.

Sementara itu, para pembeli yang notabenenya pemilik usaha kuliner juga mengeluhkan naiknya harga daging ayam. M. Abidin (43) salah satunya. Dia mengeluh naiknya harga daging ayam ini membuatnya harus merogoh kocek agak dalam.

"Ya bingung juga, karena punya warung, tidak beli daging ayam ya tidak bisa. Mau naikkan harga juga belum berani. Ini aja di Keputran sudah segini, belum lagi dipasar-pasar kecil yang kulaknya di pasar besar seperti Keputran dan Manggadua. Berapa harganya kalau beli di pasar kecil itu!" terangnya.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Harga Bawang Merah dan Daging Naik di Surabaya


Pria yang akrab disapa Bidin juga sekaligus pemilik warung makan ini mengaku dilema karena tidak bisa serta merta menaikkan harga yang ada di warungnya. Baik pedagang maupun pembeli berharap, pemerintah bisa memberikan solusi agar harga bahan pokok bisa kembali stabil.

Baca Juga: Cabai Meroket Jelang Nataru, DPRD Nilai Pemkot Lambat Hadapi Gejolak Harga

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.