Selasa, 21 Jul 2026 20:18 WIB

Ini Penyebab Ledakan di Markas Brimob Surabaya

Foto: Dansat Brimob
Foto: Dansat Brimob

selalu.id - Pasca terjadinya ledakan di Markas Satuan Brimob Polda Jatim yang berada di Jalan Raya Gresik nomor 39 Surabaya, Kapolda Jatim Irjen Pol, Imam Sugianto segera langsung melakukan peninjauan ke lokasi ledakan pada Senin (4/3/2024).

Kapolda Jatim beserta rombongan yang baru tiba dilokasi langsung meninjau tempat dimana terjadinya ledakan tersebut. Meski situasi dan kondisi di Mako Brimob masih belum kondusif, Kapolda Jatim yang ditemani rombongan bergegas melakukan peninjauan.

Mengenai tindak lanjut, kapolda menyebut masih menunggu hasil evaluasi. Dari hasil tinjauan di TKP berhasil ditemukan belerang dan oksidator, barang-barang ini di indikasikan sebagai barang low exposif yang dimana sangat sensitif oleh kondisi suhu yang panas.

Sementara itu, Kombes Pol Sodiq Pratomo Ssi Msi. Kabid Labvor Polda Jatim menyebut kesimpulan sementara yakni bahan-bahan tersebut bisa meledak karena dipicu oleh kondisi suhu dan cuaca yang panas.

Ledakan pertama memcicu ledakan kedua dan ketiga. Seperti diketahui, pada peristiwa ledakan ini didapati 10 orang petugas yang sedang melakukan latihan penanganan pasca ledakan. Namun, berbeda ruangan dari ruangan yang meledak tersebut.

"Bahan peledak ini berupa bondet, flash pouder (bubuk petasan), yang isinya serbuk carbon. Dan untuk kerusakan terparah terdapat di ruangan JiBom," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kombes Pol Suryo Sudarmanto Dansat Brimob Polda Jatim juga mengatakan, dalam waktu satu bulan ini memang gudang itu tidak pernah dibuka. Hal ini menurut pihaknya juga memicu kelembaban jadi panas.

"Sedangkan kami fokus pengamanan pemilu untuk mulai kampanye kemarin jadi kegiatan disposal tidak bila dilaksanakan. Sehingga gudang tersebut dalam keadaan terkunci," terangnya kepada selalu,id.

"Mungkin dalam waktu seminggu itu tidak ada sirkulasi udara itu kan karena ruangannya juga ventilasinya terbatas karena memang untuk gudang ya. Sehingga kalau ruangan lama enggak dibuka kan panasnya sangat tinggi. Apalagi jam-jam 10 jam itu lagi panas-panas," imbuhnya.

Terkait dengan SOP Brimob untuk harus disposal keseluruhan barang, Dansat Brimob menyebut tergantung dari berapa banyaknya bahan. "Ya kalau memang bahannya banyak ya kita mungkin secara bertahap. Tergantung bahannya kalau tidak ada kalau ada bahannya kami disposal," paparnya.

"Selama tahun 2023 kemarin per tiga bulan ada disposal. Kami menyesuaikan dengan anggaran yang ada kira-kira jumlah bahan peledak di dalam yang tertimbun itu Sekitar 1 kiloan. Minggu ini akan melaksanakan disposal. Kami akan membuat gudang yang lebih bagus lagi dan mungkin lebih jauh dari bangunan ini," pungkasnya.

Baca Juga: Polres Tuban Kini Berganti jadi Polresta, Begini Pesan Khusus Kapolda Jatim

Editor : Ading
Berita Terbaru

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.