Senin, 07 Sep 2026 00:40 WIB

Hasil Forensik Ledakan Markas Brimob Surabaya Ditemukan Kandungan Zat Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 04 Mar 2024 19:42 WIB
Foto: Suasana dalam Markas Brimob Surabaya pascaledakan
Foto: Suasana dalam Markas Brimob Surabaya pascaledakan

selalu.id - Kepolisian Jawa Timur menjelaskan penyebab terjadinya ledakan bom mortir yang terjadi di Markas Satuan Brimob, Subden Jibom Datasemen Gegana Sat Brimob Polda Jatim, Jalan Gresik Surabaya, Senin (4/3/2024).

“Kemungkinan karena paparan sinar matahari, sehingga bahan tersebut, analisa sementara bisa membuat efek ledakan,” kata Kapolda Jawa Timur Irjen pol Imam Sugianto, saat konferensi pers di lokasi kejadian.

Ledakan bom mortir itu, kata dia, terjadi di tempat gudang penyimpanan di Markas Satuan Brimob dan juga tersimpan sejumlah bahan peledak lainnya yang rencananya akan dimusnahkan.

“Bahan peledak itu terdiri dari beberapa barang temuan, bahan peledak seperti bondet, bahan peledak untuk bon ikan yang rencananya akan didisposal,” terangnya

Ia membeberkan isi gudang tersebut yakni ada black powder, serbuk petasan lebih 1 kg. Kata dia bahan itu digunakan tim penjinak bom (Jibom) untuk memusnahkan barang peledak.

“Digunakan tim Jibom, manakala kewilayahan menemukan atau menyita barang peledak atau temuan dari masyarakat atau temuan barang-barang lama yang tidak digunakan itu diserahkan ke Jiandak  kemudian dimusnahkan Dengan menggunakan bahan powder, blackpowder dan bahan peledak lain, serbuk arang dan potasium flotat,” terangnya.

Selain itu dari investigasi tim Kapuslabfor juga menemukan zat yang serupa dalam sampel partikel sisa ledakan, yakni Blorang Sulfur yang merupakan oksidator positif, atau yang biasa disebut bahan mercon/bondet.

"Bahan mercon atau bondet digolongkan low explosive sungguh riskan sensitif terhadap beberapa gerakan, panas, tekanan. Jadi lebih mudah meledak. Sedangkan yang memiliki potensi high eksplosive justru lebih aman karena tidak terlalu sensitif," terang laporan forensik.

Dalam analisanya juga disebut bahwa ledakan itu terjadi karena suasana hujan. Udara lembab bertemu dengan panas menyebabkan reaksi kimia dan secara teori bahan-bahan tersebut bisa meledak.

"Kesimpulan sementara kondisi lembab di dalam gudang dan sinar matahari terlalu panas terjadi reaksi kimia timbul ledakan," tambah Kapuslabfor.

Sedangkan untuk diameter radius ledaka  masih dalam pengukuran dan analisa lebih lanjut.

"Masih kita ukur karena belum berani masuk. Ruangan 2 kali 3 meter berpotensi jadi casingnya. Menimbulkan efel lebih besar. Secara radius ledakan juga belum diukur karena hujan," katanya.

Terkait ledakan susulan yang terjadi, tim Kapuslabfor mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena terdetonasi dari ledakan pertama.

"Jadi ledakan pertama mendetonasi bahan lain," pungkasnya.

Baca Juga: Pencuri Truk di Pabrik Gula Jatiroto Lumajang Sudah Tertangkap, Ini Tampangnya

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.