Senin, 19 Okt 2026 08:29 WIB

Diduga Ada Caleg Berijazah SMP, Aliansi Madura Datangi KPU Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Feb 2024 19:03 WIB
Foto: Aliansi Madura Indonesia datangi kantor KPU
Foto: Aliansi Madura Indonesia datangi kantor KPU

selalu.id - Aliansi Madura Indonesia (AMI) mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, Rabu (28/2/2024). Kedatangan mereka untuk meminta klarifikasi dugaan adanya oknum Caleg yang hanya menggunakan ijazah SMP.

“Kami ke KPU untuk melakukan klarifikasi terkait dugaan oknum caleg yang menggunakan ijazah SMP,” kata Ketum AMI, Baihaki Akbar, saat dihubungi.

Baihaiki menceritakan bahwa sejumlah orang mendatangi kantor AMI membawa bukti adanya salah satu oknum Caleg DPRD Kota Surabaya berisinial A diduga menggunakan Ijazah SMP.

“Setelah kami tanyakan, mengapa anda bisa tahu? karena dia juga tahu persis intinya mereka orang dalam bercerita. Dia bilang sekolahnya di SMP memang di Indonesia. Tapi, SMA nya itu di Singapore, S1, S2, di Singapore,” jelasnya.

Ia menyebut Caleg inisial A ini hanya menempuh pendidikan SMA hanya dengan kurun waktu satu tahun di Singapura. Namun, di negara Indonesia tidak ada pengakuan.

“Itu setara gak dengan selevel SMA. Di negara kita itu tidak ada. Pada saat pendaftaraan kemarin dia pun sempat dikembalikan berkasnya. Karen tidak ada penyeteraan terkait masalah SMA yang di Singapore,” jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya mendatangi Kantor KPU Surabaya untuk mengklafikasi adanya oknum Caleg mengapa bisa lolos yang hanya menggunakan ijazah SMP. Padahal syarat menjadi caleg itu minimal SMA.

“Makanya tadi kami datang kesana pinginnya pihak KPU ini menjelaskan ke kami alasan KPU meloloskan dia sebagai caleg dari salah satu partai bewarna hijau,” tuturnya.

Namun sayangnya, saat pihaknya datang ke kantor KPU Surabaya. Alasannya,  tidak bisa ditemui karena kebetulan sedang menggelar rapat Pleno terkait Rekapitulasi suara tingkat Kota.

“Alasannya dia lagi menghitung suara padahal saat itu perhitungan belum dimulai. Kami biang ke stafnya ini masalah urgent. Kenapa ini ijazah SMP kok bisa dia itu mendaftar sampai ke caleg. sedangkan persyaratannya untuk menjadi caleg yang minimal SMA,” tegasnya.

Karena tidak merespon dari KPU, Bahaiki menambahkan, pihaknya nantinya besok akan mendatangi kantor Bawaslu Surabaya untuk melaporkan adanya oknum caleg yang diduga gunakan ijazah SMP, sekaligus mengawal laporan kecurangan pemilu yang sudah dilapornya.

“Jadi besok saya sebagai pelapor di beberapa LP 06,07, 09, saya diminta untuk menghadapi lagi ke Bawaslu. Dari laporan empat ada yang bisa naik perkaranya itu. memenuhi unsur. Sekaligus oknum caleg ini kita laporkan,” pungkasnya

Baca Juga: GMNI Surabaya Raya dan RLD Gelar Pelatihan Jurnalistik, Asah Nalar Kritis Hadapi Hoaks

Editor : Ading
Berita Terbaru

Top 5 Berita: KDKMP hingga Target PDI Perjuangan

Berita yang banyak dicari sangat bervariatif.

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.