Senin, 02 Feb 2026 00:03 WIB

Jawa Timur Potensi Diterjang Cuaca Ekstrem hingga Awal Maret 2024

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 27 Feb 2024 15:38 WIB
Foto: Ilustrasi cuaca ekstrem (source google)
Foto: Ilustrasi cuaca ekstrem (source google)

selalu.id-  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa Wilayah Jawa Timur berpotensi menghadapi cuaca ekstrem hingga 3 Maret 2024 mendatang.

Kepala Stasiun BMKG Juanda I Juanda Taufiq Hermawan mengatakan cuaca esktrem ini yang mengakibatkan bencana hidrometeorologi selama sepekan ke depan.

Taufiq menyampaikan, bencana hidrometeorologi itu seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.

“Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi pada periode 26 Februari - 3 Maret 2024,” kata, Selasa (27/2024)

Saat ini, kata dia, wilayah Jatim berada pada puncak musim hujan. Suhu muka laut di perairan Jatim yang hangat, pola pertemuan angin di sepanjang wilayah Jatim, serta didukung dengan kondisi atmosfer yang labil dan lembab menyebabkan penumpukan massa udara basah sehingga terbentuk awan-awan konvektif yang masif di wilayah Jatim.

Sejumlah wilayah yang perlu mewaspadai cuaca ekstrem itu yakni Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Banyuwangi, Kota Batu, Kota Blitar, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jombang, Kota Kediri, Kabupaten Lamongan.

Kemudian Kabupaten Lumajang, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pamekasan, Kota Pasuruan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Sampang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sumenep.

Lalu Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tuban, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Blitar, Kabupaten, Bondowoso, Kabupaten Jember, Kota Surabaya, Kabupaten Malang, Kabupaten Pacitan dan Kota Probolinggo.

“Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem,” ucapnya.

“Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor jika wilayah tersebut tejadi hujan dengan intensitas sedang-lebat dengan durasi waktu yang panjang,” tambahnya.

Taufiq juga mengimbau masyarakat yang sedang berkendara untuk mewaspadai jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang saat hujan lebat berlangsung.

Baca Juga: Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Selain pembangunan baru, pemkot juga melakukan normalisasi saluran dengan pengerukan sedimentasi menggunakan alat berat serta tenaga satuan tugas (Satgas).

Surabaya Mulai Kewalahan Tampung Hujan Ekstrem, 12 Sistem Drainase Diperbesar

Pada 2026, DSDABM melakukan intervensi terhadap 12 dari total 30 sistem drainase yang ada di Surabaya.