Senin, 02 Feb 2026 01:14 WIB

FKPPI Sisipkan Materi Antisipasi Virus Corona pada Pelatihan Kadernya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Mar 2020 20:49 WIB

Surabaya - GM FKPPI (Generasi Muda Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri) Jawa Timur mengajak masyarakat untuk tetap tenang dengan pengumuman Pemerintah tentang dua WNI yang telah terjangkit Virus Covid-19 (Virus Corona).

Untuk itu, GM FKPPI Jatim memberi apresiasi Pemerintah yang cepat bertindak dan meminta pemerintah untuk terus menggalakkan sosialisasi tentang pola budaya hidup sehat.

Baca Juga: Rapat Pleno GM FKPPI Lahirkan Tiga Poin Penting Jelang Pemilu 2024

“Covid-19 ini akan bisa direspon dengan tenang oleh masyarakat bila pengetahuan tentang cara penularan dapat disampaikan dengan baik, dan itu peran pemerintah yang harus kita dukung bersama, antara lain dengan tidak menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya atau hoax. Sampaikan saja tentang bagaimana pentingnya pola hidup sehat,"ujar Agoes Soerjanto, Ketua GM FKPPI Jatim di Sekretariat GM FKPPI Jatim di Surabaya sesaat setelah selesai Rapat Pleno Organisasi (2/3//2020).

Rapat Pleno GM FKPPI Jatim yang salah satu agendanya adalah menyambut baik rencana Pemerintah menerapkan pelaksanaan Undang Undang Nomer 23/2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara. UU tersebut saat ini populer disebut UU PSDN.

Baca Juga: GM FKPPI Jatim Sentil Peneliti BRIN yang Terbawa Arus Politik Praktis

“Waktunya pas, kami tadi siang rapat tentang pelaksanaan Latihan Kader Organisasi Purwa Gabungan (Latkorwagab) 2020 guna merespon UU PSDN dalam rangkat pembentukan Komponen Cadangan Nasional (CADNAS), diputuskan untuk memasukkan agenda tentang pengetahuan antisipasi Virus Covid-19 kepada 300 Peserta Latkorwa Komcad 2020 yang rencananya akan kami laksanakan di pertengahan April nanti. Pemberi materi dari Departemen Kesehatan agar bisa membantu menyebar informasi yang benar di daerah masing-masing, fokusnya pengetahuan tentang antisipasi dan preventif penyebaran,"tambah Agoes.

GM FKPPI Jatim melihat begitu banyaknya tantangan sekaligus kekuatan yang bisa digalang dari peristiwa outbreak Virus Covid-19 ini, diantaranya adalah momentum meneguhkan kembali kemandirian sistem produksi dan perekonomian bangsa ini. GM FKPPI Jatim meyakini ganguan terhadap volume perdagangan khususnya dengan Tiongkok akan berlangsung panjang karena outbreak virus ini.

Baca Juga: Tanggapi Soal KKB Papua, GM FKPPI: Diplomasi Perlu, Ketegasan Militer Wajib

“Sejauh Covid-19 belum ditemukan anti-virusnya, imbasnya akan pasti berpengaruh kepada perekonomian, ini bisa dipakai sebagai momentum agar membangun kemandirian perekonomian bangsa dan tidak tergantung impor, khususnya kemandirian bahan pangan dan alat produksi,"kata Didik Prasetiyono, Sekretaris GM FKPPI Jatim

“Yang nyata dari Covid-19 ini adalah kepanikan yang ditimbulkannya yang berpotensi mengganggu perekonomian, misalnya dunia pariwisata pasti akan terpukul atas menurunnya jumlah wisatawan. Pemerintah harus bersama semua pihak antisipasi ini, efek ekonomi negatif harus diantisipasi. Dengan kompak bersatu yakin kita bisa atasi ujian ini bersama-sama,"tegas Didik yang juga Alumni Ekonomi Universitas Airlangga ini.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.