Jumat, 23 Okt 2026 21:08 WIB

Tanggapi Soal KKB Papua, GM FKPPI: Diplomasi Perlu, Ketegasan Militer Wajib

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 16 Apr 2023 21:35 WIB
Sekretaris GM FKPPI Jatim, Didik Prasetiyono.
Sekretaris GM FKPPI Jatim, Didik Prasetiyono.

selalu.id - Kontak senjata TNI dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang menyebabkan enam prajurit meninggal mendapat perhatian serius dari GM FKPPI. Ormas pemuda anak-anak tentara dan polisi itu minta pemerintah dan Panglima TNI bersikap tegas terukur.

GM FKPPI juga menentang dan mengecam segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh KKB di Papua.

Baca Juga: Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

"Kekerasan hanya akan memperburuk situasi dan memperbesar penderitaan bagi orang-orang yang terlibat dalam konflik, baik itu pihak TNI maupun masyarakat sipil yang tidak berdosa," ucap Sekretaris GM FKPPI Jatim, Didik Prasetiyono, dalam keterangan yang diterima hari ini.

Tercatat sebanyak enam orang anggota TNI yang tergabung dalam Tim Gabungan Satgas Yonif 321/GT dan Kopassus dilaporkan meninggal dalam kontak tembak dengan KKB Sabtu (15/4/2023). Peristiwa penyerangan itu terjadi pada pukul 16.30 WIT.

Penyerangan terjadi pada 36 anggota TNI yang menjalankan tugas di perbatasan. Mereka berasal dari Tim Badak 1, Badak 3, Candraca 2, dan Candraca 11 Pos Mugi. Prajurit ini berasal dari kesatuan Satgas Yonif 321/GT dan Kopassus.

Atas kejadian ini GM FKPPI mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh KKB, yang telah menyebabkan banyak korban dan kerusakan di Papua.

"GM FKPPI mendorong semua pihak untuk menyelesaikan konflik ini dengan cara damai dan dialog. Melalui dialog, perbedaan pendapat dapat dicari solusi yang terbaik bagi kedua belah pihak, dan menjaga keamanan serta kesejahteraan masyarakat Papua secara keseluruhan," jelas Didik.

Sementara, Ketua PD XII GM FKPPI Jatim Ir R. Agoes Soerjanto menambahkan, GM FKPPI mengajak semua pihak membangun Papua bersama-sama untuk Papua.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

"Semua komponen bangsa perlu konsentrasi ke Papua untuk ibu pertiwi. Kita berpikir untuk Papua," kata Agoes.

Khusus untuk KKB yang menyerang TNI, GM FKPPI berharap mereka menyerahkan diri.

"Jangan sampai kekuatan militer turun ke Papua untuk menyelamatkan rakyat dan ibu pertiwi," tandasnya.

Untuk itu sebagai anak TNI Polri, GM FKPPI minta pemerintah dalam hal ini presiden dan Panglima TNI tegas menyikapi peristiwa ini.

Baca Juga: Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

"Diplomasi memang perlu, tapi ketegasan militer juga wajib dilakukan," tegas Agoes.

Ketegasan itu bukan untuk balas dendam, tapi untuk melindungi ibu pertiwi dan rakyat Papua.

"Saya yakin dengan bersama-sama, kita semua mampu mengatasi problem Papua," tandasnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.