Minggu, 06 Sep 2026 12:01 WIB

Heboh Video Jenazah Santri Penuh Luka saat Dibuka Kain Kafan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 26 Feb 2024 17:10 WIB
Foto: Santri di Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah meninggal dalam kondisi penuh luka
Foto: Santri di Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah meninggal dalam kondisi penuh luka

selalu.id - Beredar video yang memperlihatkan jenazah seorang santri yang kain kafannya dibuka oleh pihak keluarga ternyata dipenuhi dengan luka-luka dan darah masih mengucur. Diduga santri tersebut tewas dianiaya.

Diketahui, santri tersebut adalah Bintang Balqis Maulana (14) dari Afdeling Kampunganyar, Kendenglembu, Karangharjo, Glenmore, Banyuwangi yang sedang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah, Mojo, Kediri, Jawa Timur.

Bintang dipulangkan kerumahnya dari ponpes dalam kondisi meninggal dunia dan sudah berbalut kain kafan pada Sabtu (24/2/2024) dini hari.

Namun, pihak keluarga curiga saat jenazah Bintang mengeluarkan tetesan darah. Padahal, pihak pesantren menyebut bahwa remaja tersebut tewas karena jatuh dari kamar mandi.

Hal itu ungkapkan oleh kakak korban Mia Nur Khasanah (22) yang mengaku melihat jenazah adiknya mengeluarkan tetesan darah saat diangkat keluar dari keranda mayat. Sehingga, pihaknya meminta untuk membuka kain kafan Bintang.

Permintaan keluarga awalnya sempat ditolak oleh FTH, sepupu korban yang ikut mengantarkan Bintang. Ia mengatarkan Bintang bersama empat orang lain dari pesantren.

“Kata sepupu saya sudah suci. Jadi enggak perlu dibuka (kain kafan) itu. Tapi kami tetap ngotot karena curiga adanya ceceran darah keluar dari keranda. Di situ perasaan saya dan ibu campur aduk," ungkap Mia, kepada awak media, Senin (26/2/2024).

Pihak keluarga pun bersikeras untuk membuka kain kafan jenazah santri tersebut.

“Saya bilang Astaghfirullah. Luka lebam di sekujur tubuh ditambah ada luka seperti jeratan leher. Hidungnya juga terlihat patah,” tambah Mia.

Mia menyebut, saat meilihat kondisi tubuh Bintang terdapat juga luka sundutan rokok di kaki korban. Jumlahnya lebih dari satu. Termasuk satu luka mengaga pada dada korban.

“Saya nangis, ini sudah pasti bukan jatuh, tapi dianiaya,” katanya.

Karena curiga adanya penaniayaan, pihak keluarga kemudian melapor ke Polsek Glenmore. Jasad korban sempat dibawa ke RSUD Blambangan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun kepolisian mengatakan kasus tersebut kini ditangani Polresta Kediri.

Sementara dalam pengakuan Pengasuh Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah, Mojo, Kabupaten Kediri, Fatihunada atau Gus Fatih mengaku tak tahu dugaan penganiayaan yang menyebabkan santrinya meninggal. Ia menyebut  mendapatkan laporan Bintang telah meninggal di rumah sakit akibat terpeleset di kamar mandi, Jumat (23/2/2024) pagi.

“Saya mendapat laporan itu jatuh terpeleset di kamar mandi terus kemudian dibawa ke rumah sakit dari saudaranya (FTH). Kemudian saya spontan bertanya sakit apa kok ke rumah sakit, tapi ya saya percaya karena yang menyampaikan kakaknya. Masak kakaknya mau menipu kan kecil kemungkinan,” kata Gus Fatih saat dikonfirmasi, awak media.

Baca Juga: Foto: Kemacetan Parah Menuju Akses Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.