Sabtu, 06 Jun 2026 01:12 WIB

Heboh Video Jenazah Santri Penuh Luka saat Dibuka Kain Kafan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 26 Feb 2024 17:10 WIB
Foto: Santri di Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah meninggal dalam kondisi penuh luka
Foto: Santri di Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah meninggal dalam kondisi penuh luka

selalu.id - Beredar video yang memperlihatkan jenazah seorang santri yang kain kafannya dibuka oleh pihak keluarga ternyata dipenuhi dengan luka-luka dan darah masih mengucur. Diduga santri tersebut tewas dianiaya.

Diketahui, santri tersebut adalah Bintang Balqis Maulana (14) dari Afdeling Kampunganyar, Kendenglembu, Karangharjo, Glenmore, Banyuwangi yang sedang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah, Mojo, Kediri, Jawa Timur.

Bintang dipulangkan kerumahnya dari ponpes dalam kondisi meninggal dunia dan sudah berbalut kain kafan pada Sabtu (24/2/2024) dini hari.

Namun, pihak keluarga curiga saat jenazah Bintang mengeluarkan tetesan darah. Padahal, pihak pesantren menyebut bahwa remaja tersebut tewas karena jatuh dari kamar mandi.

Hal itu ungkapkan oleh kakak korban Mia Nur Khasanah (22) yang mengaku melihat jenazah adiknya mengeluarkan tetesan darah saat diangkat keluar dari keranda mayat. Sehingga, pihaknya meminta untuk membuka kain kafan Bintang.

Permintaan keluarga awalnya sempat ditolak oleh FTH, sepupu korban yang ikut mengantarkan Bintang. Ia mengatarkan Bintang bersama empat orang lain dari pesantren.

“Kata sepupu saya sudah suci. Jadi enggak perlu dibuka (kain kafan) itu. Tapi kami tetap ngotot karena curiga adanya ceceran darah keluar dari keranda. Di situ perasaan saya dan ibu campur aduk," ungkap Mia, kepada awak media, Senin (26/2/2024).

Pihak keluarga pun bersikeras untuk membuka kain kafan jenazah santri tersebut.

“Saya bilang Astaghfirullah. Luka lebam di sekujur tubuh ditambah ada luka seperti jeratan leher. Hidungnya juga terlihat patah,” tambah Mia.

Mia menyebut, saat meilihat kondisi tubuh Bintang terdapat juga luka sundutan rokok di kaki korban. Jumlahnya lebih dari satu. Termasuk satu luka mengaga pada dada korban.

“Saya nangis, ini sudah pasti bukan jatuh, tapi dianiaya,” katanya.

Karena curiga adanya penaniayaan, pihak keluarga kemudian melapor ke Polsek Glenmore. Jasad korban sempat dibawa ke RSUD Blambangan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun kepolisian mengatakan kasus tersebut kini ditangani Polresta Kediri.

Sementara dalam pengakuan Pengasuh Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah, Mojo, Kabupaten Kediri, Fatihunada atau Gus Fatih mengaku tak tahu dugaan penganiayaan yang menyebabkan santrinya meninggal. Ia menyebut  mendapatkan laporan Bintang telah meninggal di rumah sakit akibat terpeleset di kamar mandi, Jumat (23/2/2024) pagi.

“Saya mendapat laporan itu jatuh terpeleset di kamar mandi terus kemudian dibawa ke rumah sakit dari saudaranya (FTH). Kemudian saya spontan bertanya sakit apa kok ke rumah sakit, tapi ya saya percaya karena yang menyampaikan kakaknya. Masak kakaknya mau menipu kan kecil kemungkinan,” kata Gus Fatih saat dikonfirmasi, awak media.

Baca Juga: Soal Suap Rekrutmen Perangkat Desa di Kediri, Dosen HTN Sebut Dipicu Lemahnya Pengawasan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.