Senin, 02 Feb 2026 16:43 WIB

57 Petugas Pemilu 2024 Meninggal Dunia, 8.381 Lainnya Dilaporkan Sakit

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

selalu.id - Seiring banyaknya petugas Pemilihan Umum (Pemilu) tahun ini,  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan ada sebanyak 57 orang petugas Pemilu 2024 meninggal dunia.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, jumlah itu terdiri dari 29 orang KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), 2 orang PPS (Panitia Pemungutan Suara), 10 orang petugas Linmas (perlindungan masyarakat), 9 orang saksi, 6 orang petugas, dan 1 orang dari Bawaslu.

Baca Juga: Petugas Pilkada Jawa Timur 2024 Meninggal Bertambah jadi 5 Orang

"Data per 10-17 Februari 2024 pukul 18.00 WIB," ucapnya dalam keterang tertulis, Senin (19/2/2024).

Sementara itu, Ketua KPU Hasyim Asy'ari mengatakan, santunan kecelakaan kerja yang meninggal dunia bagi penyelenggara Ad Hoc Pemilu diatur berdasarkan Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2022 dan secara teknis diatur dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 59 Tahun 2023.

Namun demikian, besaran santunan telah diatur berdasarkan Surat Menteri Keuangan S-647/MK.02/2022 melalui Satuan Biaya Masukan Lainnya (SBML) Tahapan Pemilihan Umum dan Tahapan Pemilihan. Untuk besaran santunan sebesar Rp36 juta dan untuk bantuan biaya pemakaman sebesar Rp10 juta.

Baca Juga: Dittahti Fasilitasi 49 Tahanan di Rutan Polda Jatim Salurkan Hak Suara

Untuk diketahui, berdasarkan data Kemenkes, petugas pemilu yang meninggal dunia tersebar di 14 provinsi. Antara lain, Jawa Barat (13 orang), Jawa Timur (12 orang), Jawa Tengah (11 orang), DKI Jakarta (6 orang), Banten (2 orang), DI Yogyakarta (1 orang).

Berikutnya, Sumatra Utara (2 orang), Sumatra Selatan (2 orang), Riau (1 orang), Sumatra Barat (1 orang). Lalu, Kalimantan Barat (2 orang), Kalimantan Timur (1 orang), Sulawesi Selatan (2 orang), dan Sulawesi Utara (1 orang).

Baca Juga: Tokoh Masyarakat Sumenep Ajak Warga Tetap Rukun dan Damai Terima Hasil Pemilu 2024

Jika didata berdasarkan usia, 18 orang petugas pemilu yang meninggal berusia 41-50 tahun; 15 orang berusia 51-60 tahun; 8 orang berusia 31-40 tahun; 7 orang berusia 21-30 tahun; 5 orang berusia lebih dari 60 tahun; dan 4 orang berusia 17-20 tahun.

"Kemenkes mencatat 8.381 petugas pemilu sakit. Jumlah itu terdiri dari 4.281 orang KPPS, 1.040 orang PPS, 1.034 petugas, 707 orang saksi, 694 orang Linmas, 381 orang Bawaslu, dan 244 PPK," tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Rakyat Butuh Pemimpin yang Jujur!

Prabowo mengatakan, harapan rakyat yang menginginkan pemimpin baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan rakyat bukan harapan segelintir orang.

PDBI Jember Mulai Seleksi Atlet Drumband Jelang Porprov Jatim 2027

Seleksi atlet drum band tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, namun juga pada aspek kedisiplinan, mental bertanding, serta daya juang para atlet.