Jumat, 05 Jun 2026 14:12 WIB

Film Dirty Vote Kena Shadow Ban, Ada yang Panik?

Film Dirty Vote
Film Dirty Vote

selalu.id - Tembus 13 juta penonton hanya dalam 2 hari setelah perilisannya. Film dokumenter Dirty Vote arahan sutradara, Dandhy Dwi Laksono tetiba hilang dari pencarian akun YouTube. Film tersebut semacam dihilangkan atau terkena shadow ban.

Film ini memang membuat geger Republik Indonesia. Pasalnya, baru dilaunching dalam hitungan jam sudah ditonton jutaan pasang mata di Indonesia.

Baca Juga: 5 Film Romantis yang Cocok Banget Ditonton Dengan Pasangan saat Weekend

Mahasiswa Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unair, Aulia Thaariq Akbar menyampaikan jika Dirty Vote ini sebuah film yang coba membantu menyusun kejadian-kejadian selama pemilu. Lalu disimpulkan dalam satu kerangka yakni kebobrokan kontestasi pemilu yang sistematis.

"Jadi bukan spekulasi semata. Mereka bertiga para ahli ini hanya membantu kita mencoba menjelaskan bagaimana rentetan-rentetan kecurangan atau kebobrokan itu terjadi," ujarnya, Selasa (13/2/2024).

Dari filem tersebut kata dia masyarakat akhirnya menjadi tahu. Bahwa sistem pemilu kita ternyata yang merusak dari rezimnya sendiri. Sebab abuse of power sangat seringkali terjadi di momen-momen selama pemilu.

Namun lanjut Atta sapaan akrabnya filem dokumenter tersebut sekarang semacam terkena banned di Youtube. "Nah iya kena shadow ban itu," tegasnya.

Atta beranggapan semacam ada kepanikan dari rezim Presiden RI, Joko Widodo saat ini. "Menurutku iya Mas. Apalagi kalau aku lihat ada yang sampe tiba-tiba ga dikasih izin dari tempatnya untuk mengadakan nobar," imbuhnya.

Senada Wakil Dekan FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Dr. Umar Sholahudin menyampaikan jika filem ini sangat bagus bagi pemilih yang belum menentukan pilihannya atau yang masih galau.

"Pesan moralnya jangan biarkan politisi bermasalah secara etik, hukum dan politik, melenggang ke istana. Pemilih bisa menghukum politisi bermasalah dengan cara tidak memilih mereka," tegasnya.

Baca Juga: PWI Probolinggo Raya Gelar Nobar Dokumenter Pesta Babi, Kondisi Kondusif

Menurut dia film itu juga memberikan penyadaran politik dan meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Bahwa ada bopeng hitam politik dalam arena demokrasi dan pemilu 2024 ini.

"Dan masyarakat pemilih perlu merdeka dalam memilih dengan tidak memilih politisi bermasalah," imbuh dia.

Sementara itu beberapa jam setelah film itu muncul, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran melakukan konferensi pers. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional, Habiburokhman, menilai film dokumenter tersebut bernada fitnah dan tidak ilmiah.

“Negara demokrasi semua orang memang bebas menyampaikan pendapat. Namun perlu kami sampaikan bahwa sebagian besar yang disampaikan dalam film tersebut adalah sesuatu yang bernada fitnah, narasi kebencian yang sangat asumtif dan sangat tidak ilmiah,” kata Habiburokhman dalam konferensi pers di Media Center TKN, Minggu (11/2/2024).

Sementara itu, Dhandy menuturkan, Dirty Vote akan menjadi tontonan yang reflektif di masa tenang pemilu. Diharapkan tiga hari yang krusial menuju hari pemilihan, film ini akan mengedukasi publik serta banyak ruang dan forum diskusi yang digelar.

Baca Juga: Berbagi Suami, Kisah Poligami di Balik Perselingkuhan Berujung Penderitaan

Berbeda dengan film-film dokumenter di bawah bendera WatchDoc dan Ekspedisi Indonesia Baru sebelumnya, Dirty Vote lahir dari kolaborasi lintas CSO. Ketua Umum SIEJ sekaligus produser, Joni Aswira mengatakan, dokumenter ini sesungguhnya memfilmkan hasil riset kecurangan pemilu yang selama ini dikerjakan koalisi masyarakat sipil. Biaya produksinya dihimpun melalui crowd funding, sumbangan individu dan lembaga.

“Biayanya patungan. Selain itu Dirty Vote juga digarap dalam waktu yang pendek sekali sekitar dua minggu, mulai dari proses riset, produksi, penyuntingan, hingga rilis. Bahkan lebih singkat dari penggarapan End Game KPK (2021),” kata Joni.

Kemudian, Bivitri Susanti, menilai, film ini sebuah rekaman sejarah tentang rusaknya demokrasi negara ini pada suatu saat. Kekuasaan disalahgunakan secara begitu terbuka oleh orang-orang yang dipilih melalui demokrasi itu sendiri.

Filem dokumenter Dirty Vote link sampai saat saat ini sudah di tonton sebanyak 6,69 Juta, sementara di tautan youtube PSHK Indonesia sebanyak 6,3 Juta penonton. Kalau dijumlah dari dua link tersebut sebanyak 13 juta penonton telah melihat filem tersebut hingga berita ini ditulis (13/02).

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.