Kamis, 23 Jul 2026 03:39 WIB

Kritisi Sistem Demokrasi, Pemuda Jatim Beragam Gelar Aksi Jalan Tunjungan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 07 Feb 2024 18:52 WIB
Aksi Jalan Tunjungan
Aksi Jalan Tunjungan

selalu.id - Jawa Timur Bersama Ganjar-Mahfud (Jatim Beragam) menggelar aksi mengkritik sikap politik Presiden Jokowi di Pemilu 2024, di Jalan Tunjungan, Surabaya, Rabu (7/2/2024).

Ketua Jatim Beragam Cabang Surabaya, Arvian Fahmi Kusuma mengatakan aksi ini juga karena beberapa isu panas menjelang pencoblosan Pilpres 2024 ini membuat demokrasi di Indonesia mengalami guncangan.

Baca Juga: Selain Grahadi, Pos Polisi di Depan DPRD Jatim Juga Dibakar

“Rentetan problematika ini dimulai dari putusan yang melanggar etik oleh Mahkamah Konstitusi dengan Nomor Putusan 90/PUU-XXI/2023 yang memutuskan untuk meloloskan putra dari Presiden Jokowi sebagai calon wakil presiden,” kata Arvian.

Arvian juga menyampaikan, hal ini diperparah dengan statement kontradiktif Jokowi yang menyatakan, bahwa Presiden diperbolehkan untuk berkampanye. Padahal. dalam argumentasi lain Jokowi pernah bilang seluruh Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah, Aparatur Sipil Negara, TNI, dan Polri harus bersikap netral.

“Inkonsistensi argumentasi ini mengindikasikan adanya sebuah kepentingan untuk melenggangkan salah satu pihak menuju kursi kepresidenan,” tegasnya.

Tak hanya itu, terkait dengan pembagian Bantuan Sosial oleh presiden Jokowi yang dinilai memiliki muatan politik untuk membangun penokohan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, sehingga netralitas aparatur negara pada Pemilu 2024 perlu untuk di pertanyakan.

Baca Juga: DPR RI Pastikan RUU Pilkada Tidak Disahkan Hari Ini

“Hal ini tentu berbahaya dikarenakan pemerintah memiliki segala instrumen dalam mengarahkan dan mengendalikan opini, narasi dan pilihan publik,” jelasnya.

Oleh karenanya, Jatim Beragam melakukan aksi inj menjaga penegakan marwah Konstitusi Negara Republik Indonesia, prinsip-prinsip moral demokrasi, kerakyatan, dan keadilan sosial.

Ia pun membeberkan ada beberapa desakan dari Jawa Timur Beragam bersama Masyarakat Surabaya menyatakan pertama mendesak Presiden Joko Widodo untuk tidak memanfaatkan dan menggunakan lembaga kepresidenan dalam menunaikan kepentingan politik keluarga melalui keberpihakan pada salah satu Pasangan Calon pemilu 2024.

Kedua menuntut Presiden Jokowi beserta jajarannya untuk berhenti menyalahgunakan kekuasaan dengan tidak mengerahkan dan tidak memanfaatkan sumber daya negara untuk kepentingan politik praktis termasuk salah satunya dengan tidak melakukan politisasi dan personalisasi bantuan sosial.

Baca Juga: Gabungan Aliansi Kembali Unjuk Rasa Bela Palestina di Depan Grahadi

Ketiga, mendesak calon presiden, calon wakil presiden, para menteri dan kepala daerah yang menjadi tim kampanye Pasangan Calon Pemilu 2024 untuk mengundurkan diri dari jabatannya guna menghindari konflik kepentingan yang berpotensi merugikan bangsa dan negara.

“Kemudian keempat, seluruh masyarakat Surabaya untuk memberikan sikap tegas terhadap problema yang terjadi,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.