Jadi Wadah Aspirasi, Ratusan Ojol Perempuan Keluhkan Akses Kesehatan dan Ketenagakerjaan ke TPN Ganjar-Mahfud Surabaya
- Penulis : Ade Resty
- | Sabtu, 13 Jan 2024 20:15 WIB
selalu.id - Ratusan driver ojek online perempuan berkeluh kesah terkait minimnya jaminan kesejahteraan terutama persoalan sektor kesehatan dan keamanan dalam bekerja (ketenagkerjaan) dalam diskusi bersama Generasi Merdeka di Surabaya.
Deputi Inklusi TPN Ganjar-Mahfud Jaleswari Pramodhawardhani mengatakan, kondisi yang terjadi saat ini adalah para driver ojek online (ojol) khususnya perempuan di lapangan belum mendapatkan perlindungan yang nyata.
Baca Juga: Ketika Slank Tetap Teguh di Jalur Perjuangan
“Misalnya, jam kerja mereka yang melampaui batas. Kemudian, bagaimana relasi dengan perusahaan penyedia jasa layanan transportasi online ini juga kurang. Jadi, hal itu yang perlu diperbaiki di kondisi lapangannya,” kata Jaleswari, usai diskusi bersama ratusan ojol perempuan, di Joglo Caffee, Surabaya, Sabtu (13/1/2024).
Jaleswari mengungkapkan, pekerja driver ojol perempuan juga menjadi bagian penggerak roda ekonomi negara. Sehingga, lanjut dia, sudah sepatutnya negara hadir di dalamnya. Belum lagi, lanjut dia, driver ojol perempuan yang minim terhadap akses kesehatan dan ketenagakerjaan sebagai penjamin keamanan bekerja.
“Disampaikan oleh ratusan ojol perempuan, mereka sudah menerima kartu kesehatan misalnya. Tapi, mereka tidak tahu bagaimana menggunakannya,” tuturnya.
Baca Juga: Optimalkan Peran Perempuan, Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud Ajak Ratusan Emak-emak Kongkow
Karena itu, kata Jaleswari, perlu adanya pendampingan dalam hal peningkatan keterampilan bagi para ojol perempuan ke depannya. Saat ini, skema perlidungan dan rumah keterampilan tengah dimatangkan terus oleh Ganjar-Mahfud.
“Seperti yang disampaikan pak Mahfud soal rumah keterampilan. Ini nanti yang jelas adalah visinya bergerak untuk memberikan keterampilan kepada para ojol perempuan,” tambahnya.
Terpisah, Pembina Generasi Merdeka Evi Ratnasari menyatakan, pihaknya akan terus mengumpulkan kelompok-kelompok social terutama kelompok perempuan. Dia menuturkan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat serta pengawalan janji dari Ganjar-Mahfud.
“Kami juga akan bergerak untuk mendengarkan aspirasi-aspirasi para perempuan. Nanti juga bakal ada diskusi bareng petani perempuan,” pungkasnya.
Editor : Ading