Senin, 02 Feb 2026 05:40 WIB

Optimalkan Peran Perempuan, Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud Ajak Ratusan Emak-emak Kongkow

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Des 2023 10:05 WIB
Kongkow TPN Ganjar-Mahfud dengan emak-emak
Kongkow TPN Ganjar-Mahfud dengan emak-emak

selalu.id - Generasi Merdeka dari Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfu MD menggelar Diskusi Kongkow bersama ratusan emak-emak terkait peran perempuan menuju Indonesia Unggul.

Deputi Inklusi TPN Ganjar-Mahfud Jaleswari Pramodhawardhani mengatakan bahwa sebenarnya perempuan dan laki-laki sama pentingnya untuk menuju Indonesia lebih unggul. Tetapi, peran perempuan selama ini belum dioptimalkan dan hanya dilihat sebagi konstituen.

“Perempuan hanya dilihat sebagai konstituen, hanya sekedar jumlah belum dimaknai bahwa partisipasi, yang bermakna seperti apa, pelibatan secara aktif dan kemudian bagaimana perempuan menempati posisi yang strategis,” kata Jaleswari, usai Diskusi Kongkow di Kaza Mall, Surabaya, Kamis (28/12/2023).

Jaleswari menyampaikan sebagai tim TPN Ganjar-Mahfud pihaknya juga manargetkan suara perempuan khususnya emak-emak maupun ibu rumah tangga secara optimal, untuk bisa menang satu putaran Pilihan Presiden (Pilpres).

“Perempuan menepati posisi yang strategis, saya rasa perempuan punya kuota 30 persen dan itu kita belum mencapai itu. Dan itu tantangan semua Pasangan Calon Pilpres,” ujarnya.

“Kita pasti akan mencoba menang 1 putaran, mungkin 53 atau 54 persen.  Tentu bukann hanya perempuan saja, dari semangat tadi yang di dalam, kita melihat bahwa ibu-ibu ini begitu bersemangat memastikan  Ganjar Mahfud menang 1 putaran,” lanjutnya.

Lebih lanjut Jaleswari menyanpaikan tim TPN Ganjar-Mahfud juga mensosialisasikan program Kartu KTP Sakti terhadap ratusan emak-emak. Yakni nantinya semua kartu-kartu seperti keluarga harapan, beasiswa, dan bansos dijadikan satu dalam satu KTP.

“Dalam program Ganjar-Mahfud mencoba disatukan Sebagai kartu Sakti yang artinya satu kartu terpadu indonesia. Jadi di sana kita langsung bisa meminimalisir, bahkan tidak ada lagi salah target atausalah sasaran seperti bansos dan lain-lain,”terangnya.

Sementara Pembina Generasi Merdeka Evi Ratnasari mengatakan pihaknya dari kelompok muda ingin mengambil peran untuk Pemilu 2024. Salah satunya membahas isu anak muda perempuan dan Ibu-Ibu.

“Karena bagaimana pun mereka itu suaranya penting tapi lebih dari itu, aspirasi dari ibu-ibu itu harus bisa diketahui dijelaskan dari program-program setiap paslon, tadi kalau menyimak bagaimana antusias dari ibu-ibu itu sendiri, dari masalah yang selama ini berkaitan dengan bansos dan beasiswa,” jelasnya.

Sehingga, mereka berharap dengan program yang diusung Ganjar-Mahfud menjadi harapan besar bagi ratusa emak-emak tersebut.

“Partisipasi dari perempuan itu aktif dan juga nyata dan bisa menjawab ibu-ibu itu sendiri,  dan ini tidak menjadi yang akhir ini akan menjadi awal untuk terus kita begrilya ke beberapa kab/kota utamanya ke perempuan, jadi isu-isu ini akan terus kita angkat,” tutupnya.

Baca Juga: Cerita Tetangga Khofifah yang Mengaku Beda Pilihan di Pilpres 2024

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.