Selasa, 21 Jul 2026 17:09 WIB

Industri Kosmetik Hadirkan Peluang Besar Bagi Pengusaha Baru di Jatim

Ilustrasi Kosmetik
Ilustrasi Kosmetik

selalu.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Adik Dwi Putranto mengungkapkan, berdasarkan Indonesia Halal Economic Report, Industri Kosmetik Halal nasional tercatat memiliki nilai pasar sebesar US$ 4,19 miliar pada tahun 2022 dan diproyeksikan bertumbuh hingga 8% per tahun hingga 2024.

Industri kosmetik di Jawa Timur (Jatim) kian bergairah seiring makin besarnya permintaan pasar, baik dalam maupun luar negeri. Hal ini menjadi peluang bagi lahirnya wirausaha baru di industri kosmetik. Seperti halnya industri kosmetik di tanah air, termasuk di Jatim dari dulu memang potensinya besar dan sekarang semakin membengkak.

Baca Juga: KADIN Jatim Dorong 4 Langkah Reformasi Pajak untuk UMKM dan Industri

Menurut Adik, yang pertama karena Indonesia memiliki bahan baku. Kedua, pasar dalam negeri sangat besar. Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 270 juta jiwa menjadi pasar potensial, apalagi masyarakat Indonesia terkenal dengan sifatnya yang konsumtif.

"Dan ini belum tergarap secara maksimal. Tentunya pasar luar negeri juga terbuka dan sangat luas," jelasnya saat dikonfirmasi selalu.id, Rabu (10/1/2024).

Adik juga memperkirakan, kebutuhan kosmetik per orang dalam setiap bulan rata-rata mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per bulan untuk kelas menengah bawah. Sementara untuk kelas menengah atas nilainya bisa mencapai puluhan juta per bulan.

"Kita lihat saja, harga per paket kosmetik kelas menengah minimal dijual di angka Rp 500 ribu. Padahal masyarakat kita mulai dari anak lahir sudah butuh kosmetik, hingga orang tua yang usianya 50 tahun juga masih menggunakan. Ini adalah pasar yang luar biasa besar," urainya.

Baca Juga: Pengusaha Surabaya Diduga Paksa Siswa SMA Sujud dan Menggonggong

Meski begitu, besarnya pertumbuhan industri kosmetik dipicu karena tren yang berkembang di masyarakat yang ingin tampil glowing. Dan ini tidak hanya didominasi oleh kaum hawa saja, tetapi juga kaum adam. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan perawatan wajah semakin tinggi.

Artinya, tingkat kebutuhan akan berbagai produk kosmetik untuk merawat tubuh dan wajah juga semakin tinggi. Tingginya tingkat permintaan akan produk kosmetik ini tentu menjadi peluang bisnis yang rugi jika dilewatkan. Sehingga banyak masyarakat yang mencoba peruntungan dengan menjadi reseller, distributor atau bahkan mendirikan brand kosmetik sendiri.

"Euforia ini akhirnya menjadi peluang lahirnya wirausaha baru, enterpreneur-enterpreneur baru di industri kosmetik. Tidak harus bikin pabrik, mereka bisa bermitra dengan perusahaan atau klinik kecantikan dengan membuat brand sendiri. Itu sudah lumrah di dunia kosmetik," tegasnya.

Baca Juga: Ketua Kadin Surabaya Dukung Adik Dwi Putranto Jadi CaKadin Jawa Timur

Sementara itu, berdasarkan data yang dilansir dari BPOM, terjadi peningkatan pertumbuhan jumlah pelaku usaha kosmetik yang berjumlah 819 pada tahun 2021 menjadi 913 pada tahun 2022, hal ini setara dengan pertumbuhan sebesar 20,6% pada tahun 2022.

Selain itu, berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (2022) Industri Kosmetik tercatat mampu menyerap tenaga kerja sebesar 59.886 orang. Dengan adanya ini, Adik mengungkapkan, bahwa Kadin Jatim siap membantu para wirausaha baru di industri kosmetik untuk memperluas jaringan bisnis mereka, baik di dalam maupun luar negeri.

"Kadin Jatim juga siap memberikan pendampingan, pelatihan, dan bantuan perizinan bagi para wirausaha baru tersebut. Kami berharap, industri kosmetik Jatim dapat terus berkembang dan menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi daerah," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.