Selasa, 03 Feb 2026 08:05 WIB

Industri Kosmetik Hadirkan Peluang Besar Bagi Pengusaha Baru di Jatim

Ilustrasi Kosmetik
Ilustrasi Kosmetik

selalu.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Adik Dwi Putranto mengungkapkan, berdasarkan Indonesia Halal Economic Report, Industri Kosmetik Halal nasional tercatat memiliki nilai pasar sebesar US$ 4,19 miliar pada tahun 2022 dan diproyeksikan bertumbuh hingga 8% per tahun hingga 2024.

Industri kosmetik di Jawa Timur (Jatim) kian bergairah seiring makin besarnya permintaan pasar, baik dalam maupun luar negeri. Hal ini menjadi peluang bagi lahirnya wirausaha baru di industri kosmetik. Seperti halnya industri kosmetik di tanah air, termasuk di Jatim dari dulu memang potensinya besar dan sekarang semakin membengkak.

Baca Juga: Pengusaha Surabaya Diduga Paksa Siswa SMA Sujud dan Menggonggong

Menurut Adik, yang pertama karena Indonesia memiliki bahan baku. Kedua, pasar dalam negeri sangat besar. Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 270 juta jiwa menjadi pasar potensial, apalagi masyarakat Indonesia terkenal dengan sifatnya yang konsumtif.

"Dan ini belum tergarap secara maksimal. Tentunya pasar luar negeri juga terbuka dan sangat luas," jelasnya saat dikonfirmasi selalu.id, Rabu (10/1/2024).

Adik juga memperkirakan, kebutuhan kosmetik per orang dalam setiap bulan rata-rata mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per bulan untuk kelas menengah bawah. Sementara untuk kelas menengah atas nilainya bisa mencapai puluhan juta per bulan.

"Kita lihat saja, harga per paket kosmetik kelas menengah minimal dijual di angka Rp 500 ribu. Padahal masyarakat kita mulai dari anak lahir sudah butuh kosmetik, hingga orang tua yang usianya 50 tahun juga masih menggunakan. Ini adalah pasar yang luar biasa besar," urainya.

Baca Juga: Ketua Kadin Surabaya Dukung Adik Dwi Putranto Jadi CaKadin Jawa Timur

Meski begitu, besarnya pertumbuhan industri kosmetik dipicu karena tren yang berkembang di masyarakat yang ingin tampil glowing. Dan ini tidak hanya didominasi oleh kaum hawa saja, tetapi juga kaum adam. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan perawatan wajah semakin tinggi.

Artinya, tingkat kebutuhan akan berbagai produk kosmetik untuk merawat tubuh dan wajah juga semakin tinggi. Tingginya tingkat permintaan akan produk kosmetik ini tentu menjadi peluang bisnis yang rugi jika dilewatkan. Sehingga banyak masyarakat yang mencoba peruntungan dengan menjadi reseller, distributor atau bahkan mendirikan brand kosmetik sendiri.

"Euforia ini akhirnya menjadi peluang lahirnya wirausaha baru, enterpreneur-enterpreneur baru di industri kosmetik. Tidak harus bikin pabrik, mereka bisa bermitra dengan perusahaan atau klinik kecantikan dengan membuat brand sendiri. Itu sudah lumrah di dunia kosmetik," tegasnya.

Baca Juga: Tepis Isu Bubar, MS Glow Luncurkan Dua Produk Baru

Sementara itu, berdasarkan data yang dilansir dari BPOM, terjadi peningkatan pertumbuhan jumlah pelaku usaha kosmetik yang berjumlah 819 pada tahun 2021 menjadi 913 pada tahun 2022, hal ini setara dengan pertumbuhan sebesar 20,6% pada tahun 2022.

Selain itu, berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (2022) Industri Kosmetik tercatat mampu menyerap tenaga kerja sebesar 59.886 orang. Dengan adanya ini, Adik mengungkapkan, bahwa Kadin Jatim siap membantu para wirausaha baru di industri kosmetik untuk memperluas jaringan bisnis mereka, baik di dalam maupun luar negeri.

"Kadin Jatim juga siap memberikan pendampingan, pelatihan, dan bantuan perizinan bagi para wirausaha baru tersebut. Kami berharap, industri kosmetik Jatim dapat terus berkembang dan menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi daerah," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.