Minggu, 01 Feb 2026 20:38 WIB

Bernuansa Nusantara, UK Petra Hadirkan Pohon Natal dari Perkakas Bambu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 13 Des 2021 19:47 WIB
Fitriani Marcellita Halim, Mahasiswi UK Petra saat menari tarian Bedoyo Wulandari di depan pohon natal
Fitriani Marcellita Halim, Mahasiswi UK Petra saat menari tarian Bedoyo Wulandari di depan pohon natal

Surabaya (selalu.id) - Menjelang hari Natal, Universitas Kristen (UK) Petra menghadirkan Pohon Natal dari perkakas bambu yang bernuansa nusantara. Pohon natal bambu setinggi 7 meter itu berdiri dengan cantik dan megah dipamerkan di ruang perpustakaan UK Petra.

Kepala Perpustakaan UK Petra Dian Wulandari menyampaikan, bahwa pembuatan pohon natal ini memakan waktu selama seminggu di akhir bulan November lalu.

Baca Juga: Kedatangan Melonjak, Arus Balik Kereta Api di Surabaya Capai 25 Ribu Penumpang

"Pohon natal ini dari jumlah 544 perkakas dapur dari bambu yang biasa di pakai masyarakat Jawa," kata Dian, Senin (13/12/2021).

Ia menjelasakan, dari berbagai bahan perkakas bambu itu dibuat, terdiri dari 188 kalo, 155 tempeh, 70 tedok, 75 irek, dan 60 pincuk. Bahkan harga total pembuatannya sekitar 11 jutaan.

Mengapa pohon natal kali ini memilih bambu, ia menjelaskan bahwa bambu tergolong rumput yang mempunyai akar panjang serta kuat. Tak hanya itu, bambu in merupakan tanaman yang sangat berguna.

"Filosofinya itu khas nusantara banget. Kalau bambu ini kan rumput raksasa. Jadi memliki akar yang sangat kuat," ujarnya.

Baca Juga: Akhir Libur Nataru, Penumpang Tiba Masih Padati Stasiun KA di Surabaya

Kemudian, lanjut ia, bahwa bambu juga hidupnya kelompok ya tak berdiri sendiri tapi juga bergerombol kelompok yang lain.

"Karena itu mengajarkan kita untuk berdampingan terhadap masyarakat sekitar saling menopang saling tolong menolong," teranganya

Kemudian terakhir, bahwa bambu mengajarkan bahwa bambu itu memiliki manfaat yang sangat bagus bagi manusia.

Baca Juga: Polda Jatim Imbau Masyarakat Tidak Konvoi pada Malam Pergantian Tahun

Hal senada juga disampaikan, oleh Rektor UK Petra, Djawantoro Hardjito, bahwa selain bambu banyak filosofinya, bambu juga dari aceh sampai papua bisa tumbuh dan digunakan secara luas.

"Jadi kabar baik, memang untuk nusantara kita. Jadi tahun baru punya semangat baru, kekuatan baru,"ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.