• Loadingselalu.id
  • Loading

Kamis, 29 Feb 2024 15:00 WIB

KH Marzuki Mustamar Bantah Dirinya Dukung Salah Satu Paslon Capres-Cawapres

Kantor PWNU Jatim

Kantor PWNU Jatim

selalu.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberhentikan KH Marzuki Mustamar sebagai Ketua PWNU Jatim diduga karena terlibat politik praktis.

KH Marzuki diduga mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam konstetasi Pemilu 2024. Terkait hal itu, KH Marzuki membantah bahwa dirinya menggunakan jabatannya sebagai sarana untuk mengarahkan dukungan kepada salah satu paslon pilpres yang diduga Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Ia menegaskan selama ini dirinya berpegang teguh bahwasanya pengurus NU harus netral. Dia menilai, netral bukan berarti tidak boleh bersosialisasi dengan partai, melainkan merangkul semua elemen.

"Netral itu bagi kami bukan tidak kemana-mana, bukan menutup diri dari siapa-siapa, tapi netral itu merangkul semua. Makanya sama ketua Golkar ketika itu di Tuban kami juga hadir. Terus kadang kami juga ngaji di PDI. Kadang kami juga ngaji di PPP. Ketika Bu Munjidah kesini juga minta dibantu melengkapi kepengurusan PPP kami juga mau. Namanya juga ngemong semua. Sekitar Pilpres ini misalnya kami baru keliling dari Sumatera mulai Riau," kata KH Marzuki, kepada awak media, Kamis (28/12/2023) malam.

KH Marzuki menjelaskan bahwa pada beberapa acara banyak caleg yang ikut kegiatan, misalnya dari Partai Golkar, PKB. Mereka diberikan ruang yang sama oleh PWNU Jatim.

"Pas di pondok apa itu, itu yang hadir caleg pusat dari Golkar. Kami juga enggak ada masalah. Ganti besok lusanya di Indragiri Wulu itu yang hadir calon DPR pusat dari PKB. Kami juga enggak masalah sebagai implementasi dari perintah PP supaya netral ngemong semua itu," ungkapnya.

Menurutnya, sudut pandang orang berbeda ketika melihat potongan video TikTok dirinya bersama salah satu caleg atau paslon, kemudian disimpulkan bahwa pihaknya mendukung salah satu pihak padahal tidak.

"Itu langsung disimpulkan saya dukung itu. Nah, sementara pas saya dengan orang lain enggak diunggah atau enggak diviralkan. Seharusnya siapapun yang menganggap saya condong ke salah satu paslon, sebelum menuduh atau sebelum memvonis harus tabayyun dulu. Saya enggak ingin pasca Pilpres itu pintu dakwahnya NU tertutup untuk salah satu golongan. Karena kami ingin setelah Pilpres itu pintu Golkar masih terbuka, dakwah di PAN masih terbuka, dakwah di PKB masih terbuka, dakwah di PDI masih terbuka, maka kami ngemong semua. Sikap kami seperti itu," tegasnya.

Tak hanya itu, dia juga menceritakan tidak semua hal yang berhubungan denganya bisa langsung disimpulkan bahwa KH Marzuki mendukung salah satu pihak dalam kontestasi Pilpres 2024.

"Perkara misalnya itu ada orang dekatnya Marzuki kok masuk di timnya AMIN. Ada juga tim dekat kami yang di, alumni sini itu ada yang namanya Afif. Dulu yang biasa yang nyatet jadwal kami sekarang menjadi menantunya kiai Rozali Singosari sekarang menjadi pengurus Golkar, berjuang di Golkar dan tentu Golkar 02. Ada juga yang orang dekat kami yang ke AMIN. Nah kayak begitu-begitu, orang ketika melihat Afif oh Marzuki ke 02 tahu-tahu menyimpulkan seperti itu. Ketika orang melihat satunya, artinya Marzuki 01, kadang orang begitu nggak kesini gak konfirmasi gak tabayun secara lengkap," jelasnya.

Soal pilihan merupakan urusan pribadi, namu merangkul semua elemen termasuk seluruh partai menjadi bagian yang daru tugas kader NU.

"Kami kalau di ruang publik merangkul semua, perkara internal urusan kami nanti mau milih siapa itu urusan kami. Itu karena kami nggak ingin kehilangan peluang dakwah ke golongan manapun," pungkasnya.

Baca Juga: KH Marzuki Mustamar Resmi Dilengserkan, PBNU Rapat Pleno Pergantian Ketua PWNU

Editor : Ading