Minggu, 06 Sep 2026 05:26 WIB

KH Marzuki Mustamar Bantah Dirinya Dukung Salah Satu Paslon Capres-Cawapres

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Des 2023 09:55 WIB
Kantor PWNU Jatim
Kantor PWNU Jatim

selalu.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberhentikan KH Marzuki Mustamar sebagai Ketua PWNU Jatim diduga karena terlibat politik praktis.

KH Marzuki diduga mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam konstetasi Pemilu 2024. Terkait hal itu, KH Marzuki membantah bahwa dirinya menggunakan jabatannya sebagai sarana untuk mengarahkan dukungan kepada salah satu paslon pilpres yang diduga Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Ia menegaskan selama ini dirinya berpegang teguh bahwasanya pengurus NU harus netral. Dia menilai, netral bukan berarti tidak boleh bersosialisasi dengan partai, melainkan merangkul semua elemen.

"Netral itu bagi kami bukan tidak kemana-mana, bukan menutup diri dari siapa-siapa, tapi netral itu merangkul semua. Makanya sama ketua Golkar ketika itu di Tuban kami juga hadir. Terus kadang kami juga ngaji di PDI. Kadang kami juga ngaji di PPP. Ketika Bu Munjidah kesini juga minta dibantu melengkapi kepengurusan PPP kami juga mau. Namanya juga ngemong semua. Sekitar Pilpres ini misalnya kami baru keliling dari Sumatera mulai Riau," kata KH Marzuki, kepada awak media, Kamis (28/12/2023) malam.

KH Marzuki menjelaskan bahwa pada beberapa acara banyak caleg yang ikut kegiatan, misalnya dari Partai Golkar, PKB. Mereka diberikan ruang yang sama oleh PWNU Jatim.

"Pas di pondok apa itu, itu yang hadir caleg pusat dari Golkar. Kami juga enggak ada masalah. Ganti besok lusanya di Indragiri Wulu itu yang hadir calon DPR pusat dari PKB. Kami juga enggak masalah sebagai implementasi dari perintah PP supaya netral ngemong semua itu," ungkapnya.

Menurutnya, sudut pandang orang berbeda ketika melihat potongan video TikTok dirinya bersama salah satu caleg atau paslon, kemudian disimpulkan bahwa pihaknya mendukung salah satu pihak padahal tidak.

"Itu langsung disimpulkan saya dukung itu. Nah, sementara pas saya dengan orang lain enggak diunggah atau enggak diviralkan. Seharusnya siapapun yang menganggap saya condong ke salah satu paslon, sebelum menuduh atau sebelum memvonis harus tabayyun dulu. Saya enggak ingin pasca Pilpres itu pintu dakwahnya NU tertutup untuk salah satu golongan. Karena kami ingin setelah Pilpres itu pintu Golkar masih terbuka, dakwah di PAN masih terbuka, dakwah di PKB masih terbuka, dakwah di PDI masih terbuka, maka kami ngemong semua. Sikap kami seperti itu," tegasnya.

Tak hanya itu, dia juga menceritakan tidak semua hal yang berhubungan denganya bisa langsung disimpulkan bahwa KH Marzuki mendukung salah satu pihak dalam kontestasi Pilpres 2024.

"Perkara misalnya itu ada orang dekatnya Marzuki kok masuk di timnya AMIN. Ada juga tim dekat kami yang di, alumni sini itu ada yang namanya Afif. Dulu yang biasa yang nyatet jadwal kami sekarang menjadi menantunya kiai Rozali Singosari sekarang menjadi pengurus Golkar, berjuang di Golkar dan tentu Golkar 02. Ada juga yang orang dekat kami yang ke AMIN. Nah kayak begitu-begitu, orang ketika melihat Afif oh Marzuki ke 02 tahu-tahu menyimpulkan seperti itu. Ketika orang melihat satunya, artinya Marzuki 01, kadang orang begitu nggak kesini gak konfirmasi gak tabayun secara lengkap," jelasnya.

Soal pilihan merupakan urusan pribadi, namu merangkul semua elemen termasuk seluruh partai menjadi bagian yang daru tugas kader NU.

"Kami kalau di ruang publik merangkul semua, perkara internal urusan kami nanti mau milih siapa itu urusan kami. Itu karena kami nggak ingin kehilangan peluang dakwah ke golongan manapun," pungkasnya.

Baca Juga: Alasan di Balik 9 Ulama Sepuh Pilih Kiai Miftachul Akhyar Sebagai Rais Aam PBNU

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.