Rabu, 22 Jul 2026 17:00 WIB

Ketua PWNU Jatim Dicopot, Begini Kata Pengurus Besar PBNU

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 28 Des 2023 17:57 WIB
Kantor PBNU Jatim
Kantor PBNU Jatim

selalu.id - Ketua Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar telah dicopot jabatannya oleh Pengurus Besar NU.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar PBNU Amin Said Husni mengatakan, pemberhentian KH Marzuki Mustamar merupakan masalah internal organisasi.

“Ini hal biasa. Soal internal organisasi. Jadi jangan dibesar-besarkan, apalagi ini sifatnya internal organisasi. Siapa pun, apalagi yang tidak memahami masalahnya tidak perlu ikut berkomentar,” kata Amin Said, kepada awak media, Kamis (28/12/2023).

Pemberhentian KH Marzuki, kata dia, juga telah diproses sejak lama sehingga tidak ada kaitannya dengan kepentingan politik praktis 2024.

“Proses pemberhentian juga sesuai AD/ART dan ketentuan yang ada,” tegasnya.

Terkait siapa pengganti Ketua PWNU Jatim, Anin menyampaikan hal itu akan dilaksanakan sesuai aturan.

“Ya sesuai aturan yang ada saja,” ungkapnya.

Sementara, Mantan Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam angkat bicara terkait pencoboton KH Marzuki Mutamar.

Gus salam mengampaikan pencopotan KH Marzuki Mustamar diduga dikarenakan PBNU diam-diam mengarahkan dukungannya ke Pasangan Calon (Paslo) Pilihan Presiden (Pilpres) nomor urut 2 Prabowo-Subianto.

Ia menyampaikan bahwa pihak pengurus besar PCNU se-Jawa Timur  menggelar rapat internal di Hotel Shangri-la, Surabaya, Rabu (27/12/2023) malam. Pertemuan itu sekaligus membahas pencobotan KH Marzuki Mustamar.

Rapat itu diketahui dihadiri Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Sekjen Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

“Tokoh-tokoh teras PBNU ini mengarahkan struktur PCNU yang hadir untuk ke paslon 2. Ada yang dengan narasi soreh atau jelas, ada yang bahasa kinayah atau kiasan,” ujar Gus Salamyang juga menjadi Penasihat Tim Pemenangan Provinsi (Timprov) paslon pilres nomor urut 1 Anies-Cak Imin.

Gus Salam pun mengaku kecewa dengan sikap PBNU itu. Ia menilai selama ini Gus Yahya selalu menyampaikan bahwa NU bakal netral dan tak mau diseret ke kepentingan politik di Pilpres 2024.

“Dan itu dilakukan oleh pengurus teras PBNU yang selama ini gembor-gembornya memerintahkan untuk netral untuk semua struktur NU tapi dipertemuan internal bersama struktur PCNU mereka mengarahkan ke paslon 2,” pungkasnya.

Baca Juga: PDIP Kunci Struktural Jatim, Ini Daftar 38 Ketua DPC yang Ditetapkan Serentak

Editor : Ading
Berita Terbaru

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.