Minggu, 01 Nov 2026 16:55 WIB

Kuatkan Akuntabilitas Publik, Pemprov Jatim Salurkan Bansos dan Zakat untuk Warga Sumenep

Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah

selalu.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) dan zakat produktif bagi masyarakat Sumenep, di Taman Merdeka Kalianget, Kab. Sumenep, Selasa (26/12).

Berbagai bansos yang disalurkan Gubernur Khofifah, antara lain bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), bantuan program Keluarga Harapan (PKH) Plus, Bantuan Operasional yang diserahkan kepada SDM PKH. Serta, Tali Asih Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan Tali Asih Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Detailnya yaitu bantuan ASPD diserahkan untuk 5 orang penerima manfaat (PM) dengan nilai Rp.900ribu per orang. Kemudian bansos PKH Plus/Lansia diserahkan untuk 50 PM lansia dengan nilai Rp500ribu/tahap.

Kemudian bantuan operasional SDM PKH Plus diserahkan untuk 50 orang penerima dengan nilai Rp900ribu/triwulan, lalu tali asih Tagana untuk 25 orang penerima dengan nilai Rp750ribu/triwulan, dan tali asih TKSK untuk 25 orang penerima dengan nilai Rp1.500.000/triwulan.

Selain itu, pada acara ini turut diserahkan pula zakat produktif bagi pelaku usaha ultra mikro sejumlah 100 orang penerima manfaat dengan nilai masing-masing Rp 500 ribu.

Usai kegiatan, Gubernur Khofifah mengatakan, penyaluran bantuan sosial ini merupakan bentuk akuntabilitas publik dalam penyaluran bantuan yang keseluruhannya dikelola langsung oleh Pemprov Jatim. Tidak hanya itu, penyaluran bantuan ini juga sebagai upaya untuk menguatkan ekonomi masyarakat Jawa Timur termasuk di Kab. Sumenep.

"Misalnya ASPD, kita asesmen betul. Utamanya kategori disabilitas berat termasuk di dalamnya penyaluran kursi roda. Kita ukur betul, mulai dari tinggi badannya dan panjang badannya. Inilah mengapa asistensi ini tidak bisa digeneralisir," jelasnya.

Sedangkan untuk penyaluran zakat produktif bagi pelaku usaha ultra mikro ditegaskan Khofifah, kegiatan ini merupakan upaya untuk mengentaskan masyarakat dari jeratan rentenir.

"Memang ini tidak banyak jumlahnya. Tapi insyaallah cukup bagi para pedagang ultra mikro seperti pedagang gorengan,  pentol,  pedagang jeruk peras dan sebagainya. Ini adalah upaya untuk memutus mata rantai rentenir yang ada di masyarakat," tandasnya.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

Dalam penelusuran tersebut, tim Satpol PP Surabaya menemukan pola penjualan order-and-take demi mengelabui razia.

Anggaran Logistik Bencana Tembus Rp41 M: DPRD Jatim Tuntut Pangan Bergizi, Jangan Cuma Kenyang

DPRD Jatim mengakui mie instan praktis dan mudah didistribusikan, namun tidak ideal jika menjadi tumpuan utama asupan pangan di masa pengungsian. 

Hasil Pegadaian Championship, De Red FC Bungkam Deltras Sidoarjo 2-0

Bagi Deltras, kekalahan ini makin memperpanjang catatan kelam tanpa kemenangan menjadi empat pertandingan berturut-turut.

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Pada titik ini perlu dibuat batas yang tegas. Tidak sahnya Surat Keterangan tersebut tidak otomatis berarti Gibran berhenti sebagai Wakil Presiden.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.