Senin, 07 Sep 2026 07:05 WIB

Pemprov Jatim Kunjungi Lokasi Konservasi Pasca Kebakaran Tahura Raden Soerjo

Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah

selalu.id - Aksi pemulihan ekosistem pasca kebakaran hutan yang melanda kawasan Tahura Raden Soerjo yang meliputi Gunung Arjuno, Welirang, dan Anjasmoro di Pemandian Air Panas Tahura Raden Soerjo, merupakan upaya pemulihan ekosistem Tahura Raden Soerjo.

Hal ini diwujudkan dengan pemberian 7000 bibit pohon eucalyptus dan cemara kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Relawan Tahura. Bibit tanaman ini nantinya akan ditanam di lahan yang terdampak kebakaran.

Meski begitu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, bahwa untuk daerah yang sulit dijangkau, bisa dilakukan dengan aeroseeding. Yang mana, pada tahun 2019 pihaknya pernah melakukan aeroseeding dibantu armada dari Lanud Abdulrachman Saleh.

"Jadi itu nanti harus mendapat izin terlebih dahulu dari KSAU seperti yang dulu kita lakukan," terangnya kepada selalu.id, Minggu  (24/12/2023).

Khofifah juga mengapresiasi semua pihak yang telah bahu membahu, bersinergi, dan berkolaborasi menangani kebakaran hutan di Tahura Raden Soerjo. Mulai dari unsur pemerintahan, TNI, Polri, Kepala Desa, hingga seluruh masyarakat dan relawan yang telah bersusah payah memadamkan api dan melakukan pembasahan agar kebakaran tidak meluas.

Sebagaimanan diketahui, kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan seluas 4.767,24 ha. Kebakaran tersebut merupakan dampak dari fenomena El Nino dan ulah manusia tidak bertanggung jawab. Namun berkat sinergitas dan kolaborasi berbagai instansi dan masyarakat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Khofifah, kebakaran tersebut bisa ditangani.

"Terima kasih atas kerja kerasnya dalam menangani kebakaran hutan, atas dedikasinya selama ini untuk menjaga dan merawat hutan," imbuhnya.

Untuk itu, Gubernur Khofifah kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga daya dukung alam dan lingkungan. Serta mendorong memasifkan literasi kehutanan untuk membangun kesadaran dan kecintaan terhadap alam dan lingkungan pada masyarakat, khususnya generasi muda.

"Terkait literasi kehutanan ini sudah kita lakukan di sekolah-sekolah dan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Tinggal bagaimana komitmen forkopimda untuk bisa memasifkan lagi ke depannya," ujarnya.

Di sisi lain, Khofifah juga berharap KLHK RI untuk menempatkan tim Manggala Agni di Jawa Timur. Sebab, kebakaran hutan dan lahan masuk dalam tiga besar bencana yang sering terjadi di Jawa Timur.

"Selama ini Manggala Agni adanya di Denpasar. Kami berharap ke depannya KLHK juga menempatkan tim Manggala Agni di Jatim. Sehingga akan mempercepat penanganan jika terjadi kebakaran hutan di Jatim," tandasnya.

Baca Juga: Momen Haru Warga Mojokerto Sambut Bantuan Air Bersih dari Pemerintah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.