Sabtu, 06 Jun 2026 10:51 WIB

Membangun Ekosistem Kesejahteraan Petani Tebu Lewat Inovasi Air Mineral

Direktur PT. Indogula Jayabaya, Jonathan Danang Wardhana
Direktur PT. Indogula Jayabaya, Jonathan Danang Wardhana

selalu.id - Koperasi Kana dan Pabrik Indogula Jayabaya Kediri berkomitmen untuk memperbaiki kualitas produksi tebu dengan membuat gebrakan baru, giling tebu tanpa mengenal musim.

Harapannnya mereka dapat menjual tebu yang nantinya diproduksi menjadi gula. Sedangan selaras dengan tema kegiatan itu para petani juga tidak harus menunggu musim panen. Karena ada pabrik yang akan selalu siap menerima hasil panen tebu.

Direktur PT. Indogula Jayabaya, Jonathan Danang Wardhana, menjelaskan penyuluhan yang disampaikan kepada petani mengenai peningkatan kuantitas dan kualitas hasil panen tebu.

"Selain tentang kualitas dan kuantitas, kami juga memaparkan strategi pengaturan pola tanam tebu setiap dua tahun agar dapat dipanen hingga tiga kali dalam satu tahun," ujar Jonathan.

Dalam kesempatan itu Jonathan juga memperkenalkan produk inovatif dari perusahaan, yaitu air mineral Banu. Produk ini merupakan satu-satunya air mineral yang dihasilkan dari uap tebu di Indonesia.

Proses evaporasi pada produksi gula tebu menghasilkan kondensasi air, dan dengan teknologi terbaru, perusahaan berhasil memurnikan air kondensasi tersebut menjadi air minum yang sustainable dan renewable.

"Produk air mineral Banu ini kaya akan mineral dan dijamin kehigienisannya," tegasnya.

Sehingga dari proses evaporasi pada produksi gula tebu ini juga berhasil menciptakan solusi yang inovatif dan berkelanjutan.

"Air mineral Banu adalah Indonesia's First 100 persen plant based pure water," lanjutnya.

Sehingga Jonathan berharap dengan adanya acara ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perusahaan dan para supplier dan petani tebu.

"Adanya sinergi yang positif dapat mendukung pencapaian misi perusahaan dalam mensejahterakan petani dan menjaga keberlanjutan lingkungan," pungkasnya.

Kegiatan tersebut disambut antusias oleh H. Imran Perwakilan Petani Tebu wilayah Kras, Kediri, Jawa Timur. Dia mengaku melalui kegiatan itu para petani tidak hanya mendapat suatu hal baru. Namun juga mengetahui inovasi yang bisa menjadi harapan baru untuk meningkatkan perekonomiannya.

"Perlu adanya jalinan kemitraan antara petani tebu dan PT Indogula Jayabaya guna tercapainya, peningkatan produksi dan kualitas tebu," ujar Imran.

Untuk mensukseskan gebrakan tersebut, pihaknya menggelar penyuluhan dan diskusi yang berjalan sangat gayeng bersama para suplier dan petani tebu. pada Minggu (17/12/2023).

Diketahui, selain untuk memperkuat hubungan antara satu sama yang lain, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyuluhan mengenai misi perusahaan, dengan tujuan turut membangun ekosistem yang bertujuan kesejahteraan bagi petani tebu.

Dia berharap dengan kemitraan ini diyakininya dapat memperluas akses ke pasar yang lebih luas, sehingga kesejahteraan petani, keseimbangan risiko dan pengembangan inovasi secepatnya dapat terwujud.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.