Senin, 06 Jul 2026 03:58 WIB

Psikolog UNAIR Sebut Tawuran Pelajar di Kenjeran Bukan Kenakalan Remaja Tapi Perilaku Penyimpang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 11 Des 2023 20:55 WIB
Ilustrasi kenakalan remaja
Ilustrasi kenakalan remaja

selalu.id - Aksi tawuran antar pelajar yang terjadi di Jalan Kenjeran pada Sabtu (9/12/20239) dini hari lalu mendapat sorotan yang tinggi, pasalnya kejadian itu menyebabkan satu pelajar SMP tewas.

Untuk itu, psikolog dari Lembaga Psikologi Dr Soetomo, Antony angkat bicara. Ia menilai aksi tawuran pelajar saat ini sudah mencapai kategori meresahkan dan para orang tua harus mulai hadir untuk mengawasi anak-anaknya.

“Kejadian tersebut bukan kenakalan remaja lagi, tapi sudah kelewatan dan tidak bisa ditoleransi. Perilaku menyimpang seperti itu harus dicegah. Orang tua harus hadir dan mengawasi. Sebab ke depan dampaknya bisa semakin buruk kalau kelompok remaja tersebut tidak segera ditangani,” kata Anthony kepada selalu.id, Senin (11/12/2023).

Menurutnya, aksi tawuran antar pelajar merupakan perilaku menyimpang ini rata-rata dikarenakan, mereka yang sedang krisis identitas dan dalam fase pencarian jati diri. Sayangnya, banyak pencarian jati diri itu dilakukan dengan cara yang salah.

“Kalau kejadiannya sampai seperti itu, maka pelaku harus diberikan sesi konseling yang intensif. Harus segera ditangani,” tegasnya.

Ia juga tak memungkiri bahwa di era digital ini orang tua semakin kurang dalam memberikan perhatian terhadap anak. Terlebih lagi di sisi lain, si anak semakin bebas dalam pergaulan. Ditambah si anak masih labil dalam menentukan arah dan tujuan hidup.

Akibatnya, anak bertingkah bebas. Tidak dapat memilah mana yang baik dan yang salah. Mereka kemudian mulai mengaktualisasikan diri dengan cara yang negatif.

“Perhatian kurang, komunikasi kurang. Harusnya orang tua memberi contoh bagaimana mendidik anak yang benar. Minimal ada pengawasan,” tandasnya.

Berangkat dari kejadian ini, Antony berharap para orang tua mulai proaktif mengawasi anak-anaknya. Di masa SMP, menurutnya anak-anak sedang berada pada fase mengaktualisasikan diri namun dibarengi dengan ego yang tinggi.

“Kejadian tawuran seperti itu didominasi oleh ego yang tinggi. Mereka ingin menunjukkan bahwa dia paling berani, berpengaruh di kelompoknya. Ingin menunjukkan dia populer dan disegani Namun caranya salah,” katanya.

“Dari kejadian ini, maka orang tua harus mulai sadar. Orang tua harus bergerak mengawasi, jangan diam saja,” tandasnya.

Baca Juga: Breaking News: Lelaki Tewas Bersimbah Darah di Sidotopo Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Konser Denny Caknan di Eks Hi-Tech Mall Surabaya Membludak, Pagar Besi Sampai Jebol

Jebolnya pager ini disebabkan banyaknya penonton yang merangsek masuk ke dalam area konser yang digratiskan itu.

75 LC Diamankan di Warung Pangku Jabon Sidoarjo Ternyata Banyak Dari Kota Ini

Dari puluhan LC tersebut, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan satu di antaranya terindikasi menderita sifilis atau raja singa.

Adu Nasib di Surabaya, Arek Blitar Malah Masuk Penjara

Kini, tersangka HL telah diamankan di Polsek Pabean Cantikan Surabaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga tengah mendalami pelaku lain.

Enam Kapolda Berganti, Berikut Daftarnya

Irjen Pol Isir mengatakan mutasi jabatan merupakan mekanisme yang lazim dalam organisasi sebagai bentuk pengembangan sumber daya manusia.

Pemkab Sidoarjo Perkuat Gerakan Masyarakat Lawan Narkoba dalam Peringatan HANI 2026

Kepedulian warga di lingkungan RT, RW, hingga desa juga dinilai menjadi benteng awal untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika.

Warga Surabaya Menjerit soal Debu Proyek Drainase, DSDABM Siapkan Sanksi Tegas pada Kontraktor

Apabila teguran pertama tidak dipatuhi, DSDABM Surabaya akan meningkatkan sanksi sesuai ketentuan dalam kontrak kerja.