Senin, 19 Okt 2026 19:32 WIB

Psikolog UNAIR Sebut Tawuran Pelajar di Kenjeran Bukan Kenakalan Remaja Tapi Perilaku Penyimpang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 11 Des 2023 20:55 WIB
Ilustrasi kenakalan remaja
Ilustrasi kenakalan remaja

selalu.id - Aksi tawuran antar pelajar yang terjadi di Jalan Kenjeran pada Sabtu (9/12/20239) dini hari lalu mendapat sorotan yang tinggi, pasalnya kejadian itu menyebabkan satu pelajar SMP tewas.

Untuk itu, psikolog dari Lembaga Psikologi Dr Soetomo, Antony angkat bicara. Ia menilai aksi tawuran pelajar saat ini sudah mencapai kategori meresahkan dan para orang tua harus mulai hadir untuk mengawasi anak-anaknya.

“Kejadian tersebut bukan kenakalan remaja lagi, tapi sudah kelewatan dan tidak bisa ditoleransi. Perilaku menyimpang seperti itu harus dicegah. Orang tua harus hadir dan mengawasi. Sebab ke depan dampaknya bisa semakin buruk kalau kelompok remaja tersebut tidak segera ditangani,” kata Anthony kepada selalu.id, Senin (11/12/2023).

Menurutnya, aksi tawuran antar pelajar merupakan perilaku menyimpang ini rata-rata dikarenakan, mereka yang sedang krisis identitas dan dalam fase pencarian jati diri. Sayangnya, banyak pencarian jati diri itu dilakukan dengan cara yang salah.

“Kalau kejadiannya sampai seperti itu, maka pelaku harus diberikan sesi konseling yang intensif. Harus segera ditangani,” tegasnya.

Ia juga tak memungkiri bahwa di era digital ini orang tua semakin kurang dalam memberikan perhatian terhadap anak. Terlebih lagi di sisi lain, si anak semakin bebas dalam pergaulan. Ditambah si anak masih labil dalam menentukan arah dan tujuan hidup.

Akibatnya, anak bertingkah bebas. Tidak dapat memilah mana yang baik dan yang salah. Mereka kemudian mulai mengaktualisasikan diri dengan cara yang negatif.

“Perhatian kurang, komunikasi kurang. Harusnya orang tua memberi contoh bagaimana mendidik anak yang benar. Minimal ada pengawasan,” tandasnya.

Berangkat dari kejadian ini, Antony berharap para orang tua mulai proaktif mengawasi anak-anaknya. Di masa SMP, menurutnya anak-anak sedang berada pada fase mengaktualisasikan diri namun dibarengi dengan ego yang tinggi.

“Kejadian tawuran seperti itu didominasi oleh ego yang tinggi. Mereka ingin menunjukkan bahwa dia paling berani, berpengaruh di kelompoknya. Ingin menunjukkan dia populer dan disegani Namun caranya salah,” katanya.

“Dari kejadian ini, maka orang tua harus mulai sadar. Orang tua harus bergerak mengawasi, jangan diam saja,” tandasnya.

Baca Juga: Bentrokan Susulan Usai Keributan di AmbYar, Massa Datangi Markas Ormas di Jalan Teuku Umar

Editor : Ading
Berita Terbaru

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Limbah dari toilet, mandi, mencuci, dan memasak jika tidak ditangani bisa mencemari air tanah dan sungai.

Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Saat ini, kepolisian telah menetapkan satu anak sebagai ABH, sementara peran anak lainnya masih terus didalami oleh tim penyidik.