Kamis, 03 Sep 2026 16:01 WIB

Psikolog UNAIR Sebut Tawuran Pelajar di Kenjeran Bukan Kenakalan Remaja Tapi Perilaku Penyimpang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 11 Des 2023 20:55 WIB
Ilustrasi kenakalan remaja
Ilustrasi kenakalan remaja

selalu.id - Aksi tawuran antar pelajar yang terjadi di Jalan Kenjeran pada Sabtu (9/12/20239) dini hari lalu mendapat sorotan yang tinggi, pasalnya kejadian itu menyebabkan satu pelajar SMP tewas.

Untuk itu, psikolog dari Lembaga Psikologi Dr Soetomo, Antony angkat bicara. Ia menilai aksi tawuran pelajar saat ini sudah mencapai kategori meresahkan dan para orang tua harus mulai hadir untuk mengawasi anak-anaknya.

“Kejadian tersebut bukan kenakalan remaja lagi, tapi sudah kelewatan dan tidak bisa ditoleransi. Perilaku menyimpang seperti itu harus dicegah. Orang tua harus hadir dan mengawasi. Sebab ke depan dampaknya bisa semakin buruk kalau kelompok remaja tersebut tidak segera ditangani,” kata Anthony kepada selalu.id, Senin (11/12/2023).

Menurutnya, aksi tawuran antar pelajar merupakan perilaku menyimpang ini rata-rata dikarenakan, mereka yang sedang krisis identitas dan dalam fase pencarian jati diri. Sayangnya, banyak pencarian jati diri itu dilakukan dengan cara yang salah.

“Kalau kejadiannya sampai seperti itu, maka pelaku harus diberikan sesi konseling yang intensif. Harus segera ditangani,” tegasnya.

Ia juga tak memungkiri bahwa di era digital ini orang tua semakin kurang dalam memberikan perhatian terhadap anak. Terlebih lagi di sisi lain, si anak semakin bebas dalam pergaulan. Ditambah si anak masih labil dalam menentukan arah dan tujuan hidup.

Akibatnya, anak bertingkah bebas. Tidak dapat memilah mana yang baik dan yang salah. Mereka kemudian mulai mengaktualisasikan diri dengan cara yang negatif.

“Perhatian kurang, komunikasi kurang. Harusnya orang tua memberi contoh bagaimana mendidik anak yang benar. Minimal ada pengawasan,” tandasnya.

Berangkat dari kejadian ini, Antony berharap para orang tua mulai proaktif mengawasi anak-anaknya. Di masa SMP, menurutnya anak-anak sedang berada pada fase mengaktualisasikan diri namun dibarengi dengan ego yang tinggi.

“Kejadian tawuran seperti itu didominasi oleh ego yang tinggi. Mereka ingin menunjukkan bahwa dia paling berani, berpengaruh di kelompoknya. Ingin menunjukkan dia populer dan disegani Namun caranya salah,” katanya.

“Dari kejadian ini, maka orang tua harus mulai sadar. Orang tua harus bergerak mengawasi, jangan diam saja,” tandasnya.

Baca Juga: Bentrokan Susulan Usai Keributan di AmbYar, Massa Datangi Markas Ormas di Jalan Teuku Umar

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.