Minggu, 01 Feb 2026 23:44 WIB

Masih Banyak Genangan di Surabaya, Ini Penjelasan Pemkot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 29 Nov 2023 16:53 WIB
Genangan air di Surabaya
Genangan air di Surabaya

selalu.id - Beberapa waktu sebelum memasuki musim penghujan, Pemkot Surabaya terus melakukan upaya preventif untuk menghindari atau meminimalisir dampak yang merugikan, seperti halnya banjir atau pun genangan.

Upaya-upaya preventif itu dilakukan dengan berbagai cara, seperti memperbaiki saluran air, membangun gorong-gorong dan menyiapkan rumah pompa. Namun, seperti yang diketahui beberapa hari ini Surabaya dilanda hujan deras dan genangan air di beberapa wilayah masih terjadi.

Kabid Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Windo Gusman Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan dan pembangunan saluran yang dikebut akhir tahun ini.

Pemetaan itu, kata dia, sudah dilakukan di  wilayah rawan genangan dan banjir di Surabaya. Mulai dari Surabaya Barat, Timur hingga Utara.

"Yang masih kita prioritaskan itu di Jalan Mayjend Sungkono kita usahakan agar tidak terjadi genangan," kata Windo, Rabu (29/11/2023)

Windo menyampaikan pihaknya melakukan upaya pencegahan genangan di
di Surabaya Utara, yang menjadi prioritas adalah wilayah Kalianak. Karena terdapat hambatan penyempitan saliran di Sungai Kalianak.

"Saluran awalnya 30 meter, kemudian banyak perumahan (memiliki saluran)1 meter salurannya. Titik-titik banjir utara juga prioritas," ujarnya.

Kemudian wilayah Surabaya Timur, ada di kawasan Sidotopo. Pihaknya sedang membangun saluran dan akan selesai tahun ini, lalu dilanjutkan lagi tahun 2024.

"Wilayah barat, Manukan dan sekitarnya masih proses pembangunan (saluran). Maksimal pembangunan tahun 2023, kita lanjutkan 2024," jelasnya.

Diketahui Pemkot telah membangun 6 rumah pompa yang sedang dikebut hingga akhir tahun ini. Kemudian ada lebih dari 200 saluran lingkungan yang digarap.

Lebih lanjut Windo menyampaikan, beberapa hari Surabaya diguyur hujan menimbulkan masalah baru di rumah pompa yang terdapat banyak tumpukan sampah. Sehingga dapat menimbulkan genangan.

"Jadi yang sampah-sampah yang ada hujan pertama memang besar sekali sampah yang datang ke rumah pompa dan saluran," ungkapnya.

Pihaknya pun kesulitan dalam mengambil sampah yang ada di saluran dan rumah pompa. DSDABM pun menyebar satgas untuk melakukan bormalisasi saluran maupun rumah pompa, agar tidak menimbulkan genangan.

"Beberapa genenangan ada masalah, salah satunya ada ada sumbatan-sumbatan karena sampahnya hujan pertama ada sudah lama dibuangi masyarakat, tiba-tiba hujan mengalir semua akhirnya banyak sumbatan," jelasnya.

Windo menyebut, jumlah sampah yang ada di saluran dan rumah pompa sangat banyak. Bahkan menjadi bendungan dan akhirnya terhambat sampai tidak bisa dioperasikan.

"Sangat besar (sampah), operasi rumah pompa itu tergantung dari banyaknya air yang datang ke pompa. Tapi kalau ada sampah-sampah yang menghambat, otomatis menjadi bendungan dan tidak beroperasi pompanya, harus diambil," ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.