Minggu, 06 Sep 2026 21:03 WIB

Permudah Pengurusan Akta Kelahiran, Dispendukcapil Gandeng Puluhan Rumah Sakit di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 26 Nov 2023 16:29 WIB
Penandatanganan kerjasama antara Dispendukcapil dengan rumah sakit di Surabaya
Penandatanganan kerjasama antara Dispendukcapil dengan rumah sakit di Surabaya

selalu.id - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya menggandeng National Hospital (NH) serta puluhan Rumah Sakit dengan tujuan untuk mempermudah pengurusan Akta Kelahiran.

Ketua Tim Kerjasama dan Pelayanan Dispendukcapil Surabaya Antonius Rachmat W, mengatakan bahwa kesadaran masyarakat
masyarakat untuk membuat akta lahir sebelum 60 hari kelahiran di Surabaya masih rendah. Sebab itu, Dispendukcapil membuat inovasi layanan one stop service dengan pengurusan yang dibantu pihak Rumah Sakit. Sehingga ketika pulang ke rumah anak sudah memiliki akta lahir.

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Antonius menyampaikan inovasi ini sudah ada sejak tahun 2021 lalu, dengan total RS yang bekerjasama dengan Dispendukcapil sebanyak 47 RS dan 104 bidan.

Terbaru, pihaknya telah melakikan MoU terhadap RS NH Surabaya juga ikut serta dalam program tersebut, pada Kamis (23/11/2023).

Dengan inovasi layanan ini menurutnya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengurusan Adminduk.

Ia menilai saat ini masyarakat memang kurang peduli dengan pengurusan Akta Kelahiran yang biasanya mereka bakal mengurus jika dibutuhkan.

"Untuk itu, kami membuat pengurusan semudah mungkin, menyediakan sarana dan prasarana yang mudah dijangkau masyarakat,"ujarnya.

Dengan program kerjasama dengan RS ini, lanjutnya, pengurusan akta kelahiran anak bisa dibantu oleh pihak RS yang sudah diberi arahan oleh Dispendukcapil.

Sehingga ketika bayi pulang ke rumah juga sudah membawa akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK) baru.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Jadi betul sudah bekerjasama dengan RS, mengedepankan pelayanan yang menjangkau masyarakat. Masyarakat tidak perlu repot-repot datang ke Dispendukcapil untuk mengurus, karena di RS sekarang sudah bisa,"terangnya.

Sebenarnya lanjut Antonius, pengurusan mandiri tidak berbeda jauh dengan di RS, tetapi pengurusan mandiri terkadang masih terkendala kesibukan.

"Sehingga akhirnya banyak yang nunda-nunda, baru diurus ketika anak butuh,"

Sebagai gambaran, setiap harinya Dispendukcapil mengurus kurang lebih 300 akta kelahiran anak, sebagian besar dari jumlah itu adalah pengurusan acta saat anak sudah berusia dewasa (pengurusan yang terlambat).

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Pihaknya pun menghimbau kepada RS atau tempat bersalin yang belum melakukan kerjasama segera melakukan.

"Yang perlu ditekankan juga pengurusan adminduk di Kota Surabaya bersifat gratis. Kecuali pengurusannya terlambat sesuai Perda nomor 6 tahun 2019 ada dendanya,"

Sementara itu, Direktur National Hospital (NH) Surabaya, Azwan Hakmi Lubis menyampaikan, penandatanganan kerjasama dengan Dispendukcapil hari ini ditujukan untuk membantu masyarakat.

"Pasien jadi tidak susah untuk mengurus Adminduk. Memang targetnya perawatan dia selesai tidak perlu mondar-mandir lagi di Dispendukcapil. Setiap bulannya kami melayani persalinan bisa 10 sampai 15 orang,"pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.