Permudah Pengurusan Akta Kelahiran, Dispendukcapil Gandeng Puluhan Rumah Sakit di Surabaya
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 26 Nov 2023 16:29 WIB
selalu.id - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya menggandeng National Hospital (NH) serta puluhan Rumah Sakit dengan tujuan untuk mempermudah pengurusan Akta Kelahiran.
Ketua Tim Kerjasama dan Pelayanan Dispendukcapil Surabaya Antonius Rachmat W, mengatakan bahwa kesadaran masyarakat
masyarakat untuk membuat akta lahir sebelum 60 hari kelahiran di Surabaya masih rendah. Sebab itu, Dispendukcapil membuat inovasi layanan one stop service dengan pengurusan yang dibantu pihak Rumah Sakit. Sehingga ketika pulang ke rumah anak sudah memiliki akta lahir.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Antonius menyampaikan inovasi ini sudah ada sejak tahun 2021 lalu, dengan total RS yang bekerjasama dengan Dispendukcapil sebanyak 47 RS dan 104 bidan.
Terbaru, pihaknya telah melakikan MoU terhadap RS NH Surabaya juga ikut serta dalam program tersebut, pada Kamis (23/11/2023).
Dengan inovasi layanan ini menurutnya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengurusan Adminduk.
Ia menilai saat ini masyarakat memang kurang peduli dengan pengurusan Akta Kelahiran yang biasanya mereka bakal mengurus jika dibutuhkan.
"Untuk itu, kami membuat pengurusan semudah mungkin, menyediakan sarana dan prasarana yang mudah dijangkau masyarakat,"ujarnya.
Dengan program kerjasama dengan RS ini, lanjutnya, pengurusan akta kelahiran anak bisa dibantu oleh pihak RS yang sudah diberi arahan oleh Dispendukcapil.
Sehingga ketika bayi pulang ke rumah juga sudah membawa akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK) baru.
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
"Jadi betul sudah bekerjasama dengan RS, mengedepankan pelayanan yang menjangkau masyarakat. Masyarakat tidak perlu repot-repot datang ke Dispendukcapil untuk mengurus, karena di RS sekarang sudah bisa,"terangnya.
Sebenarnya lanjut Antonius, pengurusan mandiri tidak berbeda jauh dengan di RS, tetapi pengurusan mandiri terkadang masih terkendala kesibukan.
"Sehingga akhirnya banyak yang nunda-nunda, baru diurus ketika anak butuh,"
Sebagai gambaran, setiap harinya Dispendukcapil mengurus kurang lebih 300 akta kelahiran anak, sebagian besar dari jumlah itu adalah pengurusan acta saat anak sudah berusia dewasa (pengurusan yang terlambat).
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Pihaknya pun menghimbau kepada RS atau tempat bersalin yang belum melakukan kerjasama segera melakukan.
"Yang perlu ditekankan juga pengurusan adminduk di Kota Surabaya bersifat gratis. Kecuali pengurusannya terlambat sesuai Perda nomor 6 tahun 2019 ada dendanya,"
Sementara itu, Direktur National Hospital (NH) Surabaya, Azwan Hakmi Lubis menyampaikan, penandatanganan kerjasama dengan Dispendukcapil hari ini ditujukan untuk membantu masyarakat.
"Pasien jadi tidak susah untuk mengurus Adminduk. Memang targetnya perawatan dia selesai tidak perlu mondar-mandir lagi di Dispendukcapil. Setiap bulannya kami melayani persalinan bisa 10 sampai 15 orang,"pungkasnya.
Editor : Arif Ardianto