• Loadingselalu.id
  • Loading

Jumat, 23 Feb 2024 13:54 WIB

eL Hotel Yogyakarta Sumbang 70.000 Liter Air Bersih untuk Kekeringan Ekstrem di Gunungkidul

CSR eL Hotel Yogyakarta

CSR eL Hotel Yogyakarta

selalu.id – Kemarau yang panjang dan ekstrem menyebabkan krisis air dan kekeringan di beberapa daerah di DIY salah satunya Desa Hargomulyo, Gedangsari dan Dusun Karangnongko Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Dalam rangka membantu masyarakat kabupaten Gunungkidul menghadapi situasi ini, eL Hotel Yogyakarta, Malioboro berkomitmen untuk memberikan bantuan air bersih sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR).

Pihaknya menyadari bahwa air bersih adalah kebutuhan pokok yang diperlukan sehari - hari. Bantuan air bersih ini diinisiasi sebagai respon terhadap kebutuhan mendesak masyarakat yang tinggal di desa Karangnongko dan Hargomulyo yang semakin memburuk akibat kurangnya pasokan air bersih selama musim kemarau yang panjang.

Seperti diketahui, eL Hotel Yogyakarta, Malioboro berkomitmen untuk membantu masyarakat melalui penyediaan bantuan air bersih. Upaya ini sejalan dengan tekad kami untuk berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Program CSR ini mencakup pengiriman air bersih sebanyak 70.000 Liter ke daerah Kabupaten Gunungkidul yang terdampak.
Yudhi Ramadina selaku General Manager eL Hotel Yogyakarta, Malioboro menuturkan bahwa dengan adanya program ini, pihaknya berharap dapat meringankan permasalahan yang dialami oleh warga Hargomulyo.

"Semoga dengan bantuan ini dapat menjadi pengantar berkah untuk warga sekitar," ungkap Yudhi Ramadina kepada selalu.id, Kamis (23/11/2023).

Sementara itu, Bapak Sumariyanta selaku Kepala Desa Hargomulyo, Gedangan, Wonosari mengatakan jika desanya sudah mengalami kekeringan ini selama beberapa bulan.

"Kami sudah mengalami kekeringan ini selama 4 bulan, warga kami juga sangat kesulitan mencari air bahkan beberapa warga juga mendatangi kantor daerah untuk mengeluhkan perihal susahnya mencari air atau sumber mata air," terangnya.

Di desa ini merupakan desa Zona Merah yang berarti rawan bencana alam dan kekeringan. "Jarak antara warga dengan warga lainnya sangat jauh dan aksesnya juga tidak mudah," tambah Bapak Tular, salah satu warga di desa Hargomulyo.

Baca Juga: Produksi Air Bersih Jawa Timur Tertinggi se-Indonesia

Editor : Ading