Rabu, 22 Jul 2026 18:57 WIB

Salah Satu Korban Pesawat TNI AU Jatuh adalah Lulusan Terbaik Seskou

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 16 Nov 2023 17:07 WIB
Salah satu korban jatuhnya pesawat TNI AU
Salah satu korban jatuhnya pesawat TNI AU

selalu.id- Total sebanyak empat orang menjadi korban dalam jatuhnya dua pesawat tempur TNI AU di Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, pada Kamis (15/11/202).

Keempat korban tersebut antara lain, Letkol Pnb Sandhra Gunawan (Frontseater) (TT-3111), Kolonel Adm Widiono (Backseater) (TT-3111), Mayor Pnb Yuda A. Seta (Frontseater) (TT-3103), dan Kolonel Pnb Subhan (Backseater) (TT-3103).

Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Informasi yang diselusuri selalu.id, salah satu korban, Letkol Pnb Sandhra Gunawan sebagai frontseater di TT-3111, memiliki akun Instagram bernama @sandhra2523 yang sering kali membagikan beberapa momen personalnya.

Postingan pertama di Instagramnya pada 2017. Sandhra membagikan foto saat di dalam pesawat tempur. Selain mengunggah aktivitasnya di landasan udara dan di atas udara, Sandhra juga sering mengunggah foto ketika main golf.

Sandhra merupakan perwira alumnus AAU 2004. Dia adalah lulusan perwira terbaik Seskou. Mengawali tugas sebagai penerbang OV-10F Bronco sampai dengan 2007. Pada 2010, dia mengawaki Super Tucano sampai meraih 1000 jam mengudara.

Diberitakan sebelumnya, Pesawat tempur TNI Angkatan Udara (AU) yang jatuh di kawasan Gunung Bromo membuat geger masyarakat sekitar. Video kabar Pesawat Tempur TNI AU tipe 2 EMB-314 Super Tucano jatuh di kawasan Gunung Bromo Jawa Timur ramai di media sosial, X.

Baca Juga: Yadnya Kasada Suku Tengger Semeru Lahirkan Tiga Dukun Pandita Baru

Pesawat tempur TNI AU diduga jatuh sekitar pukul 12.12 WIB. Dalam rekaman video milik akun X @ulowit, pesawat terlihat memiliki nomor ekor TT-3111 dan TT-3103. Di video lain, pesawat milik TNI AU itu tampak meledak. Setelah meledak, kepulan asap dari pesawat semakin menebal.

“Awas, awas, minggir. Jangan dekat-dekat, awas,” sebut orang yang ada di dalam video.

Pesawat Tempur tipe 2 EMB-314 Super Tucano jatuh di kawasan Gunung Bromo Jawa Timur. Pesawat diduga jatuh sekitar pukul 12.12 WIB.

Pun video jatuhnya pesawat tersebut beredar dengan cepat dan luas di media sosial, seperti di Facebook. Dalam video yang diunggah akun Kabar Pasuruan, terlihat sebuah pesawat tengah terbakar.

Baca Juga: Jip Wisata Kecelakaan di Kawasan Gunung Bromo, Dua Orang Tewas

"Onok pesawat roto, lokasi Bromo Kundi, Pasuruan," suara dalam video yang tersebar di FB.

Diketahui dari data kronologi tersebut, pada awalnya dua pesawat melaksanakan
Chevron Flight dan Station pada pukul 10.15 WIB. Kemudian Start Engine 4 A/C pukul 10.39 WIB.

Keduanya take off dari Lanud Abdulrachman Saleh pada pukul 10.50 WIB, per element, dilanjutkan dengan join dan membentuk Box Formation, continue Routing melalui Area Alpha, Bravo, Charlie, Delta. Initial Altitude 8000 FT msl.

"Pukul 11.18 WIB Chevron dinyatakan Lost Contact Pukul 11.31 WIB Chevron, dan Chevron, Landing Abdulrachman Saleh," laporan AU.

Editor : Ading
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.