Jumat, 05 Jun 2026 14:45 WIB

Gusur 22 Rumah di Bundaran Dolog untuk Underpass, Pemkot Surabaya Siapkan Rp81 Miliar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 13 Nov 2023 10:16 WIB
Bundaran Dolog Surabaya
Bundaran Dolog Surabaya

selalu.id - Rencana pembangunan underpass di kawasan Taman Pelangi atau Bundaran Dolog mengharuskan relokasi total sebanyak 22 rumah yang dihuni 35 Kartu Keluarga (KK).

Untuk itu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya harus menyiapkan anggaran besar sebagai bentuk ganti rugi. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati yang mengatakan bahwa DPRD bersama Pemkot  menyiapkan anggaran sejumlah Rp 81 miliar untuk pembebasan lahan pada 2024.

Anggaran itu diambil dari total APBN Rp200 miliar untuk penyelesaian kemacetan di Surabaya. Meski anggaran jumbo itu sudah disiapkan, politisi PKS itu meminta agar pelaksaan anggaran itu dipantau dengan baik.

“Pemkot dan pemerintah pusat selain akan membangun fly over juga menyiapkan underpass sebagai opsi memecah macet di sana. Saat ini tengah finalisasi untuk dua opsi ini," kata Aning, Senin (13/11/2023).

Sementara, Sekretaris Komisi C bidang pembangunan DPRD Kota Surabaya, sepakat anggaran pembebasan lahan itu nantinya warga akan mendapatkan ganti rugi harga diatas Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

"Saya pikir gak ganti rugi, tapi ganti untung," kata Agoeng.

Menurutnya, penganggaran untuk pembebasan lahan tersebut harus dilakukan pada APBD 2024. Selain untuk mempercepat pembangunan underpass, juga memindahkan warga ke tempat yang layak.

"Kehidupan sehari-hari disana tidak hanya susah akses berpergian, tapi kualitas udara disana juga gak bagus, asap kendaraan itu bahaya bagi kesehatan," jelasnya.

Menanngapi itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa saat ini pemkot masih menghitung besaran biaya terkait rencana pembangunan jalan penghubung tersebut.

Pun pihaknya juga masih menganalisis apakah kawasan itu lebih cocok dibangun underpass atau flyover (overpass).

"Insyaallah ini masih kita sampaikan (bahas) antara flyover dengan underpass, tapi yang pasti dikerjakan tahun 2024. Tapi kita masih berdiskusi biayanya (lebih murah) mana sih antara flyover dan underpass," jelasnya.

Eri mengungkap bahwa pembangunan jalan penghubung di kawasan Bundaran Taman Pelangi tersebut, rencananya akan dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PPUR).

Sedangkan biaya untuk pembangunannya sendiri akan dibebankan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "(Yang mengerjakan) dari Kementerian PUPR,"tuturnya

Lebih lanjut Ia menambahkan apabila jalan penghubung itu nanti dibangun underpass, maka secara otomatis Pemkot Surabaya harus terlebih dahulu mengubah aliran sungai. Sebab, di bawah bundaran Taman Pelangi terdapat sungai yang mengalir dari Jalan Injoko menuju ke Jalan Jemursari Surabaya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.