Minggu, 01 Nov 2026 09:31 WIB

Mahasiswa ITS ini Ciptakan Mesin Balistik Pencacah Sampah Organik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Des 2021 18:14 WIB
Alat pencacah sampah buatan Mahasiswa ITS
Alat pencacah sampah buatan Mahasiswa ITS

Surabaya (selalu.id) - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Kuliah Kerja Nyata Pengabdian (KKN Abmas) kepada Masyarakat ciptakan mesin balistik pencacah sampah, Senin (6/12/2021).

Ketua tim Abmas ITS, Liza Rusdiyana mengatakan, saat timnya KKN di Desa Bangsal, Mojokerto, mengetahui desa tersebut banyak terdapat sampah organik. Sampah-sampah tersebut menumpuk begitu saja tanpa ada pengelolaan lebih lanjut.

Baca Juga: Roadshow Film Piye To Kih di Mojokerto, Angkat Genre Komedi, Cinta dan Persahabatan

"Khususnya jika sampah organik ini dimanfaatkan untuk bidang budidaya pertanian dan bercocok tanam," ujar Liza.

Liza dan timnya berinisiatif menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Bangsal, Mojokerto, menggagas alat untuk mengolah sampah yang ditumpuk tersebut menjadi sampah organik serta mengurangi jumlah timbunan sampah.

"Alat ini merupakan solusi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin balistik pencacah sampah. Pengguna TTG sangat mudah, hanya perlu memasukkan sampahnya ke dalam alat kemudian sampah akan didorong masuk dengan screw yang ter instal pada mesin,"jelas Liza.

Kemudian, lebih lanjut, sampah akan diperas sehingga kandungan airnya bisa dipisahkan. Sampah kemudian siap dicacah di dalam mesin yang menggunakan mekanisme putar dengan pisau yang dibentuk menyerupai ulir.

"Fitur lain yang membuat mesin ini praktis adalah adanya screening pada mesin yang dapat memisahkan sampah organik dengan sampah plastik," terangnya.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Liza mengungkapkan, alat ini dibuat dengan bahan plat baja hardock yang di-roll hingga berbentuk silinder berukuran 500 mm. Sedangkan pisaunya terbuat dari baja skd11 yang dilas pada poros baja hardock.

"Material tersebut kita pilih karena memiliki sifat lebih kuat dan tahan korosi sehingga alat akan lebih tahan lama," paparnya.

Selain kuat, kata Liza, alat ini juga dirancang efektif dan efisien untuk diaplikasikan pada semua sistem pengolahan sampah.

Kini dengan alat ini proses pengolahan sampah menjadi lebih cepat, biaya jadi lebih murah dan proses sorting sampah juga jadi lebih mudah.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

"Kualitas dan hasil pemilahan dari pengolahan sampah organik juga dapat meningkat hingga 30 persen. Sehingga alat ini menjadikan BumDes mengolah sampah dengan lebih mudah," ujarnya.

Lebih lanjut ia berharap hasil pengolahan sampah organik ini dapat menghasilkan pupuk organik atau pupuk kompos yang akan berguna untuk perkembangbiakan tanaman dan menyuburkan tanaman.

"Kami akan sangat senang jika mesin ini bisa diaplikasikan juga untuk daerah-daerah lain yang memiliki permasalahan yang sama," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal