Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Mahasiswa ITS ini Ciptakan Mesin Balistik Pencacah Sampah Organik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Des 2021 18:14 WIB
Alat pencacah sampah buatan Mahasiswa ITS
Alat pencacah sampah buatan Mahasiswa ITS

Surabaya (selalu.id) - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Kuliah Kerja Nyata Pengabdian (KKN Abmas) kepada Masyarakat ciptakan mesin balistik pencacah sampah, Senin (6/12/2021).

Ketua tim Abmas ITS, Liza Rusdiyana mengatakan, saat timnya KKN di Desa Bangsal, Mojokerto, mengetahui desa tersebut banyak terdapat sampah organik. Sampah-sampah tersebut menumpuk begitu saja tanpa ada pengelolaan lebih lanjut.

Baca Juga: Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

"Khususnya jika sampah organik ini dimanfaatkan untuk bidang budidaya pertanian dan bercocok tanam," ujar Liza.

Liza dan timnya berinisiatif menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Bangsal, Mojokerto, menggagas alat untuk mengolah sampah yang ditumpuk tersebut menjadi sampah organik serta mengurangi jumlah timbunan sampah.

"Alat ini merupakan solusi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin balistik pencacah sampah. Pengguna TTG sangat mudah, hanya perlu memasukkan sampahnya ke dalam alat kemudian sampah akan didorong masuk dengan screw yang ter instal pada mesin,"jelas Liza.

Kemudian, lebih lanjut, sampah akan diperas sehingga kandungan airnya bisa dipisahkan. Sampah kemudian siap dicacah di dalam mesin yang menggunakan mekanisme putar dengan pisau yang dibentuk menyerupai ulir.

"Fitur lain yang membuat mesin ini praktis adalah adanya screening pada mesin yang dapat memisahkan sampah organik dengan sampah plastik," terangnya.

Baca Juga: Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Liza mengungkapkan, alat ini dibuat dengan bahan plat baja hardock yang di-roll hingga berbentuk silinder berukuran 500 mm. Sedangkan pisaunya terbuat dari baja skd11 yang dilas pada poros baja hardock.

"Material tersebut kita pilih karena memiliki sifat lebih kuat dan tahan korosi sehingga alat akan lebih tahan lama," paparnya.

Selain kuat, kata Liza, alat ini juga dirancang efektif dan efisien untuk diaplikasikan pada semua sistem pengolahan sampah.

Kini dengan alat ini proses pengolahan sampah menjadi lebih cepat, biaya jadi lebih murah dan proses sorting sampah juga jadi lebih mudah.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

"Kualitas dan hasil pemilahan dari pengolahan sampah organik juga dapat meningkat hingga 30 persen. Sehingga alat ini menjadikan BumDes mengolah sampah dengan lebih mudah," ujarnya.

Lebih lanjut ia berharap hasil pengolahan sampah organik ini dapat menghasilkan pupuk organik atau pupuk kompos yang akan berguna untuk perkembangbiakan tanaman dan menyuburkan tanaman.

"Kami akan sangat senang jika mesin ini bisa diaplikasikan juga untuk daerah-daerah lain yang memiliki permasalahan yang sama," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.