Senin, 02 Feb 2026 02:15 WIB

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Usulkan Anggaran Beasiswa Pemuda Tangguh Ditambah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Okt 2023 09:02 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah 
Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah 

selalu.id - Ketua Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Khusnul Khotimah mengusulkan agar pos kegiatan penghargaan bagi pemuda berpretasi atau Beasiswa Pemuda Tangguh dinaikkan.

Usulan kenaikan ini menjawab usulan masyarakat saat dirinya melakukan reses. Ia pertimbangannya agar semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses kegiatan tersebut.

Total penerima beasiswa pemuda tangguh mencapai 3.186 mahasiswa. Dengan rincian, mahasiswa semester satu jumlah penerimanya sebanyak 524 orang, semester tiga 1.158 orang, semester lima 543 orang, semester enam satu orang dan semester tujuh 960 orang.

"Pada tahun 2023 ini penerima beasiswa pemuda tangguh yang baru ada di semester satu yang jumlahnya 524 orang. Kami ingin pada 2024 nanti ada tambahan sebanyak 1.800 sehingga totalnya bisa mencapai 5.000 mahasiswa," jelas Khusnul.

"Beasiswa pemuda tangguh ini tidak hanya diberikan bagi mereka yang masuk dalam data base keluarga miskin tapi juga diberikan kepada pemuda Surabaya yang berprestasi pada bidang akademik atau non akademik," tambahnya.

Terkait pembahasan APBD di Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Khusnul menjelaskan, target belanjanya naik yang sebelumnya  Rp6.550.700.00 menjadi Rp7.622.290.000.

"Sedangkan anggaran untuk belanja setelah PAK, sebesar Rp186.241.530.271, pada tahun 2024 anggaran tersebut t urun menjadi Rp183.462.991.487," ujarnya

Selain mengusulkan naiknya pos anggaran untuk beasiswa Pemuda Tangguh, Khusnul juga mengusulkan anggaran untuk acara sedekah bumi dinaikkan. Pertimbangannya untuk menjaga kearifan dan melestarikan budaya daerah di Kota Pahlawan.

Khusnul menjelaskan bahwa tahun 2023 ini untuk anggaran sedekah bumi masuk pada sub kegiatan perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan.

"Keseluruhan anggarannya Rp8.600.503.668. Untuk sedekah bumi totalnya Rp1,6 miliar dengan realisasi sebanyak 110 titik," kata Khusnul, Senin (28/10/2023).

Selama ada gelaran sedekah bumi, kata Khusnul, respon dan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Begitu pula dengan acaranya berlangsung sangat meriah dan bisa menciptakan keguyuban antar warga.

Untuk itu, lanjut Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini, dirinya mengusulkan agar anggaran sedekah bumi dinaikkan menjadi Rp75 juta hingga Rp100 juta per titik. Dari sebelumnya sebesar Rp50 juta.

"Gempuran era modern ini sangat luar biasa. Jadi kebudayaan daerah harus dilestarikan. Apalagi di Kota Metropolitan seperti Surabaya ini. Jadi dengan digelarnya sedekah bumi, bisa meregenerasi agar budaya daerah tetap eksis dimasa mendatang," ungkapnya.

Baca Juga: Cegah Drop Out Massal, Pemkot Surabaya Siap Tanggung UKT Mahasiswa PTS Keluarga Miskin

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.