Senin, 07 Sep 2026 07:36 WIB

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Usulkan Anggaran Beasiswa Pemuda Tangguh Ditambah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Okt 2023 09:02 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah 
Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah 

selalu.id - Ketua Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Khusnul Khotimah mengusulkan agar pos kegiatan penghargaan bagi pemuda berpretasi atau Beasiswa Pemuda Tangguh dinaikkan.

Usulan kenaikan ini menjawab usulan masyarakat saat dirinya melakukan reses. Ia pertimbangannya agar semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses kegiatan tersebut.

Total penerima beasiswa pemuda tangguh mencapai 3.186 mahasiswa. Dengan rincian, mahasiswa semester satu jumlah penerimanya sebanyak 524 orang, semester tiga 1.158 orang, semester lima 543 orang, semester enam satu orang dan semester tujuh 960 orang.

"Pada tahun 2023 ini penerima beasiswa pemuda tangguh yang baru ada di semester satu yang jumlahnya 524 orang. Kami ingin pada 2024 nanti ada tambahan sebanyak 1.800 sehingga totalnya bisa mencapai 5.000 mahasiswa," jelas Khusnul.

"Beasiswa pemuda tangguh ini tidak hanya diberikan bagi mereka yang masuk dalam data base keluarga miskin tapi juga diberikan kepada pemuda Surabaya yang berprestasi pada bidang akademik atau non akademik," tambahnya.

Terkait pembahasan APBD di Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Khusnul menjelaskan, target belanjanya naik yang sebelumnya  Rp6.550.700.00 menjadi Rp7.622.290.000.

"Sedangkan anggaran untuk belanja setelah PAK, sebesar Rp186.241.530.271, pada tahun 2024 anggaran tersebut t urun menjadi Rp183.462.991.487," ujarnya

Selain mengusulkan naiknya pos anggaran untuk beasiswa Pemuda Tangguh, Khusnul juga mengusulkan anggaran untuk acara sedekah bumi dinaikkan. Pertimbangannya untuk menjaga kearifan dan melestarikan budaya daerah di Kota Pahlawan.

Khusnul menjelaskan bahwa tahun 2023 ini untuk anggaran sedekah bumi masuk pada sub kegiatan perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan.

"Keseluruhan anggarannya Rp8.600.503.668. Untuk sedekah bumi totalnya Rp1,6 miliar dengan realisasi sebanyak 110 titik," kata Khusnul, Senin (28/10/2023).

Selama ada gelaran sedekah bumi, kata Khusnul, respon dan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Begitu pula dengan acaranya berlangsung sangat meriah dan bisa menciptakan keguyuban antar warga.

Untuk itu, lanjut Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini, dirinya mengusulkan agar anggaran sedekah bumi dinaikkan menjadi Rp75 juta hingga Rp100 juta per titik. Dari sebelumnya sebesar Rp50 juta.

"Gempuran era modern ini sangat luar biasa. Jadi kebudayaan daerah harus dilestarikan. Apalagi di Kota Metropolitan seperti Surabaya ini. Jadi dengan digelarnya sedekah bumi, bisa meregenerasi agar budaya daerah tetap eksis dimasa mendatang," ungkapnya.

Baca Juga: Kejati Jatim Serahkan Aduan Dugaan Pemborosan APBD Surabaya 2025 ke Inspektorat

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.