Jumat, 05 Jun 2026 04:58 WIB

Begini Langkah Pemkot Surabaya Hentikan Perilaku Warga yang BAB di Sungai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 24 Okt 2023 12:12 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro

selalu.id - Pemkot Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berupaya untuk bisa menghentikan perilaku masyarakat buang air besar sembarangan (BABS).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pengerjaan jamban sehat dengan target 8 ribu instalasi dengan menyasar rumah-rumah warga yang tidak memiliki jamban. Pengerjaan jamban sehat oleh DLH Surabaya yang telah dimulai sejak Januari-Oktober 2023 pun telah mencapai 6 ribu instalasi.

Baca Juga: DLH Surabaya Tindak Pembuang Darah Kurban ke Sungai, Terancam Denda Rp50 Juta

"Melalui program jambanisasi ini, tentunya untuk menekan resiko penyakit pada kelompok rentan, serta untuk menjaga kebersihan lingkungan," kata Hebi, Selasa (24/10/2023).

Hebi mengatakan bahwa di Pemkot Surabaya tengah mencanangkan pengerjaan jamban sehat gratis sebanyak 11 ribu instalasi. Namun, pengerjaan tersebut dibagi dua, yakni 8 ribu titik pengerjaan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Surabaya dan 3 ribu di antaranya dilakukan oleh Baznas Surabaya.

Baca Juga: Acara Surabaya Vaganza Tinggalkan 20 Ton Sampah, 8 Titik Taman juga Rusak

"Namun di luar 8 ribu yang sudah terdaftar program jambanisasi itu, masih ada lagi yang mendaftar ikut program ini yakni ada 1.500 warga pendaftar. Dalam prosesnya kami berkoordinasi dengan Dinkes Kota Surabaya, serta pihak kecamatan dan kelurahan," ujarnya.

Tercatat program jamban sehat individu ini menyasar sejumlah wilayah di Surabaya utara, timur dan selatan. Tak hanya itu, Hebi menambahkan bahwa warga yang BABS tidak hanya didominasi warga di bantaran sungai. Tetapi kondisi terjadi juga di bantaran rel kereta api.

Baca Juga: Dear Warga Surabaya: Pilah Sampahmu di Rumah, Kini Bisa jadi Uang

"Pembangunan ini dilakukan di wilayah. Seperti Penemon Kecamatan Sawahan. Di daerah utara ada Pabean, Semampir, Kenjeran. Yang banyak di wilayah utara, " ujarnya.

"Jadi ada warga yang sudah punya Water Closet (WC) atau toilet, namun saluran pembuangan kotoran tersebut langsung menuju ke sungai. Sementara diketahui dalam aturannya dilarang BAB langsung ke sungai, karena harus ditampung. Dengan jambanisasi ini tentunya merubah perilaku masyarakat agar bisa menerapkan pola hidup sehat, pendekatan dan edukasi di masyarakat juga sudah dilakukan," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.