Sabtu, 26 Sep 2026 06:41 WIB

Begini Langkah Pemkot Surabaya Hentikan Perilaku Warga yang BAB di Sungai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 24 Okt 2023 12:12 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro

selalu.id - Pemkot Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berupaya untuk bisa menghentikan perilaku masyarakat buang air besar sembarangan (BABS).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pengerjaan jamban sehat dengan target 8 ribu instalasi dengan menyasar rumah-rumah warga yang tidak memiliki jamban. Pengerjaan jamban sehat oleh DLH Surabaya yang telah dimulai sejak Januari-Oktober 2023 pun telah mencapai 6 ribu instalasi.

Baca Juga: Lahan KAI Belakang Pasar Turi jadi Tempat Sampah Ilegal, Pemkot Surabaya Siapkan Sanksi Tegas

"Melalui program jambanisasi ini, tentunya untuk menekan resiko penyakit pada kelompok rentan, serta untuk menjaga kebersihan lingkungan," kata Hebi, Selasa (24/10/2023).

Hebi mengatakan bahwa di Pemkot Surabaya tengah mencanangkan pengerjaan jamban sehat gratis sebanyak 11 ribu instalasi. Namun, pengerjaan tersebut dibagi dua, yakni 8 ribu titik pengerjaan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Surabaya dan 3 ribu di antaranya dilakukan oleh Baznas Surabaya.

Baca Juga: Tagihan Retribusi Sampah Perumahan Elit Surabaya Capai Puluhan Juta, Ini Penjelasan DLH

"Namun di luar 8 ribu yang sudah terdaftar program jambanisasi itu, masih ada lagi yang mendaftar ikut program ini yakni ada 1.500 warga pendaftar. Dalam prosesnya kami berkoordinasi dengan Dinkes Kota Surabaya, serta pihak kecamatan dan kelurahan," ujarnya.

Tercatat program jamban sehat individu ini menyasar sejumlah wilayah di Surabaya utara, timur dan selatan. Tak hanya itu, Hebi menambahkan bahwa warga yang BABS tidak hanya didominasi warga di bantaran sungai. Tetapi kondisi terjadi juga di bantaran rel kereta api.

Baca Juga: Sudah Bayar Iuran, Sampah Warga Kedungdoro Surabaya Tak Diangkut hingga 16 Hari

"Pembangunan ini dilakukan di wilayah. Seperti Penemon Kecamatan Sawahan. Di daerah utara ada Pabean, Semampir, Kenjeran. Yang banyak di wilayah utara, " ujarnya.

"Jadi ada warga yang sudah punya Water Closet (WC) atau toilet, namun saluran pembuangan kotoran tersebut langsung menuju ke sungai. Sementara diketahui dalam aturannya dilarang BAB langsung ke sungai, karena harus ditampung. Dengan jambanisasi ini tentunya merubah perilaku masyarakat agar bisa menerapkan pola hidup sehat, pendekatan dan edukasi di masyarakat juga sudah dilakukan," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.