Rabu, 04 Feb 2026 03:01 WIB

Begini Langkah Pemkot Surabaya Hentikan Perilaku Warga yang BAB di Sungai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 24 Okt 2023 12:12 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro

selalu.id - Pemkot Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berupaya untuk bisa menghentikan perilaku masyarakat buang air besar sembarangan (BABS).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pengerjaan jamban sehat dengan target 8 ribu instalasi dengan menyasar rumah-rumah warga yang tidak memiliki jamban. Pengerjaan jamban sehat oleh DLH Surabaya yang telah dimulai sejak Januari-Oktober 2023 pun telah mencapai 6 ribu instalasi.

Baca Juga: Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

"Melalui program jambanisasi ini, tentunya untuk menekan resiko penyakit pada kelompok rentan, serta untuk menjaga kebersihan lingkungan," kata Hebi, Selasa (24/10/2023).

Hebi mengatakan bahwa di Pemkot Surabaya tengah mencanangkan pengerjaan jamban sehat gratis sebanyak 11 ribu instalasi. Namun, pengerjaan tersebut dibagi dua, yakni 8 ribu titik pengerjaan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Surabaya dan 3 ribu di antaranya dilakukan oleh Baznas Surabaya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

"Namun di luar 8 ribu yang sudah terdaftar program jambanisasi itu, masih ada lagi yang mendaftar ikut program ini yakni ada 1.500 warga pendaftar. Dalam prosesnya kami berkoordinasi dengan Dinkes Kota Surabaya, serta pihak kecamatan dan kelurahan," ujarnya.

Tercatat program jamban sehat individu ini menyasar sejumlah wilayah di Surabaya utara, timur dan selatan. Tak hanya itu, Hebi menambahkan bahwa warga yang BABS tidak hanya didominasi warga di bantaran sungai. Tetapi kondisi terjadi juga di bantaran rel kereta api.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Pembangunan ini dilakukan di wilayah. Seperti Penemon Kecamatan Sawahan. Di daerah utara ada Pabean, Semampir, Kenjeran. Yang banyak di wilayah utara, " ujarnya.

"Jadi ada warga yang sudah punya Water Closet (WC) atau toilet, namun saluran pembuangan kotoran tersebut langsung menuju ke sungai. Sementara diketahui dalam aturannya dilarang BAB langsung ke sungai, karena harus ditampung. Dengan jambanisasi ini tentunya merubah perilaku masyarakat agar bisa menerapkan pola hidup sehat, pendekatan dan edukasi di masyarakat juga sudah dilakukan," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.