Selasa, 03 Feb 2026 20:52 WIB

Gibran Diusung Golkar Jadi Cawapres, Pengamat: 80 Persen Hasil Relasi Kekuasaan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 21 Okt 2023 14:13 WIB
Gibran Rakabuming Raka
Gibran Rakabuming Raka

selalu.id - Gibran Rakabuming Raka resmi diusung Partai Golongan Karya (Golkar) menjadi Cawapres untuk mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres di Pemilu 2024 mendatang.

Diketahui putusan itu ditetapkan langsung Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam rapat pimpinan nasional Golkar, di Kantor DPP Golkar, Sabtu (21/10/2023).

Menanggapi itu, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam mengaku tidak kaget atas majunya Wali Kota Solo itu menjadi Cawapres untuk Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

"Terkait dukungan Golkar ke Gibran saya tidak kaget. Menurut saya itu jalan tol untuk mendapatkan relasi kuasa dalam rangka pemuasan, istilah Gibran dianggap spesial karena putra presiden yang berkuasa," kata Surokim saat dihubungi selalu.id.

Ia pun mengaku sudah memprediksi dengan takaran kemungkinan 80 persen untuk majunya Gibran menjadi Cawapres. Hal itu usai peristiwa keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tetap mengabulkan gugatan usia Capres-Cawapres maksimal usia 40 tahun atau sudah perpengalama sebagai pejabat atau kepala daerah, meski publik menyorotinya sebagai politik dinasti.

"Menurut saya kemungkinan besar hampir 80 persen karena sudah baca peristiwa keputusan MK itu. Mau ditutupi juga gak bisa pasti ada cawe-cawe (ikut campur) untuk apa keputusan MK itu kan untuk capresan," jelasnya.

"Dugaan saya sangat besar peluangnya. Bahkan tanpa mendahului maha kuasa itu hampir pasti menjadi pilihan, apalagi sudah didorong usulan koalisi yang siginifikan," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa alasan partai-partai koalisi Prabowo meminta Gibran bergabung karena dari faktor Jokowi, adanya faktor relasi kuasa.

"Faktor itu membuat Gibran jadi  rebutan. situasi ini tidak akan mudah Jokowi dan keluarga berhadapan dengan resistensi PDIP dan bu Megawati," ungkapnya.

Selain itu, Surokim juga menilai jika nantinya Gibran resmi Cawapres dampingi Prabowo. Nantinya akan terjadi head To head antara Jokowi versus Megawati.

"Artinya mas Gibran jadi dampingi Prabowo artinya head to head antara Jokowi vs Megawati. Maka selama ini kita semua tahu relasi keduanya itu baik baik saja di akhir sesi akhirnya seperti ini situasinya," pungkasnya.

Baca Juga: Lindungi Predikat Kota Layak Anak, DPRD Surabaya Desak Izin Black Owl Dicabut

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.