Kamis, 20 Agu 2026 17:20 WIB

Festival Budaya Dies Natalis ke-60 SMAK St. Agnes Usung Kearifan Lokal Surabaya

Dies Natalis ke-60 SMAK St Agnes
Dies Natalis ke-60 SMAK St Agnes

selalu.id - Merayakan Dies Natalis ke-60, Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) St. Agnes Kota Surabaya menggelar Festival Budaya, di Gedung Merah Putih Komplek Balai Pemuda Surabaya, Jumat (20/10/2023).

Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMAK St. Agnes Kota Surabaya, Lusia Yekti Handayani mengatakan bahwa melalui kegiatan Dies Natalis ke-60 atau yang lebih dikenal sebagai gelaran Lustrum XII, pihaknya ingin mengenalkan proses pembelajaran melalui kebudayaan dan kearifan lokal yang ada di Indonesia. Mengingat para pelajar yang ada di SMAK St. Agnes berasal dari beragam suku yang ada di Indonesia.

“Mereka belajar tentang kearifan lokal dari daerahnya masing-masing. Tetapi, mereka juga belajar tentang kearifan lokal dimana mereka menempuh pendidikan, yaitu Surabaya. Sebelumnya, mereka telah melakukan studi pustaka, lalu terjun di masyarakat untuk belajar kearifan lokal yang ada di Surabaya,” kata Lusia.



Dalam kegiatan tersebut, para pelajar SMAK St. Agnes menampilkan ragam kebudayaan daerah yang ada di Indonesia melalui sajian tampilan kesenian. Seperti musik, drama, hingga fashion show busana adat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono. Bahkan, sebelum kegiatan dibuka, para tamu undangan di kirab oleh pasukan penari Remo yang disusul oleh para pelajar serta tenaga pendidik yang menggunakan busana adat dari berbagai macam suku.



Saat terjun di lingkungan masyarakat, mereka belajar mengenal dolanan atau permainan khas Surabaya, kesenian, dan sejarah yang berkaitan dengan karakter Kota Pahlawan. Karenanya, hal paling menarik saat mereka melakukan tinjauan ke lapangan adalah ketika mengunjungi Kampung Lawas Maspati.

“Contoh dolanan, ditempat mereka juga ada. Filosofinya sama, cara bermainnya sama, hanya saja namanya yang berbeda,” ujar dia.

Ia melanjutkan bahwa para penduduk setempat juga menanam sejumlah tanaman, hingga melakukan proses pengolahan secara bersama-sama dengan warga yang lainnya. Lalu menjadikan bahan makanan untuk dipasarkan sehingga mampu meningkatkan ekonomi penduduk setempat.



“Maka Surabaya sangat tepat menjadi tempat laboratorium pembelajaran. Contoh mereka memasarkan produk dari Kampung Lawas, membuat inovasi dari makanan yang pernah mereka pelajari. Termasuk belajar bersama komunitas Begandring Soerabaia untuk mengenal isu-isu sejarah, mulai dari Sumur Jobor hingga mengenal tempat kelahiran Ir. Soekarno,” lanjutnya.

Meski demikian, Lusia mengaku bahwa kurikulum Merdeka Belajar mampu mendorong para siswa-siswi SMAK St. Agnes Kota Surabaya untuk semakin mengenal kebudayaan Bangsa Indonesia. Hal ini sesuai dengan ajaran Ki Hadjar Dewantara, yakni anak-anak Indonesia akan semakin tumbuh berkembang ketika telah mencintai kebudayaannya.

“Belajar tentang kepahlawanan akan semakin membuat mereka mencintai NKRI serta budaya asalnya. Di kurikulum Merdeka Belajar mereka difasilitasi tentang Project Profil Penguatan Pelajar Pancasila (P5), mereka diajak untuk mendalami kearifan lokal,” ujar dia.



Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan terima kasih kepada SMAK St. Agnes yang telah menggelar Festival Budaya. Sebab, melalui gelaran tersebut, para pelajar turut menunjukkan jiwa kebangsaan dan sikap toleransi. 

“Saya sangat bangga dengan para pelajar SMAK St. Agnes karena ini sangat luar biasa. Mereka mengenakan asal-usulnya melalui baju adat, hingga tampilan pertunjukan. Apalagi, Balai Pemuda adalah tempat berkumpulnya para pemuda tanpa memandang suku, agama, dan ras untuk menjunjung tinggi NKRI,” kata Wali Kota Eri.



Senada hal tersebut, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengapresiasi SMAK ST. Agnes atas gelaran Festival Budaya pada Dies Natalis ke-60 yang mengangkat seluruh kebudayaan, kesenian, hingga kuliner dari berbagai macam suku di Indonesia. Apalagi, Kota Surabaya yang selalu mengedepankan kemajemukan dan keberagaman.

“Saya sangat senang dan memberikan apresiasi terhadap seluruh kelurahan besar SMAK St. Agnes yang sudah merayakan Dies Natalis ke-60 atau Lustrum XII. Di dalam pertunjukan tadi juga menampilkan spirit dan nilai-nilai untuk memperkuat kebhinekaan, keberagaman, sekaligus toleransi,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri

Persoalan tersebut mengemuka dalam Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 yang diselenggarakan bersamaan dengan IndoSolar 2026 di Jakarta.

Soal Foto Armuji Tak Dipasang di Poster Soekarno Cup 2026, Begini Jawaban Halus Panitia

Sebelumnya, Kader PDIP Surabaya Ahmad Hidayat mengaku sempat dihujani pertanyaan dari sesama kader terkait absennya wajah Armuji di poster Soekarno Cup 2026.

Kebakaran Hutan di Gunung Arjuno-Welirang, Jalur Pendakian Ditutup

Dampak dari insiden kebakaran ini, akses pendakian Gunung Arjuno-Welirang resmi ditutup total mulai Rabu (19/8) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Waspada! Ini Tanda Kenapa Batuk Tak Kunjung Sembuh, Jangan Disepelekan

Apabila Anda mengalami batuk persisten yang tak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Bareskrim Bongkar Kasus Kekerasan Seksual dan Pengantin Pesanan, Amankan Pelatih hingga Tokoh Agama

Melalui program Rise and Speak, Polri mengajak masyarakat berani bersuara dan melaporkan segala bentuk kekerasan di sekitarnya.

Sentuhan Teknologi Digital NIC, Kunci PLN Nusantara Power Amankan Listrik Kemerdekaan RI

PLN NP terus berkomitmen mendukung transisi energi hijau menuju Net Zero Emission melalui target pengembangan lebih dari 6,3 GW energi baru terbarukan (EBT).